Akurat

Materi Kultum: Mencapai Maqam Taqwa di Pertengahan Ramadhan

Fajar Rizky Ramadhan | 25 Maret 2024, 15:15 WIB
Materi Kultum: Mencapai Maqam Taqwa di Pertengahan Ramadhan

AKURAT.CO Tujuan utama orang Islam menjalankan ibadah puasa adalah agar mencapai maqam takwa. Orang yang bertakwa akan diganjar dengan besarnya pahala kelak di akhirat.

Untuk mencapai derajat takwa umat Islam harus konsisten dalam menjalankan ibadah selama bulan suci Ramadhan, termasuk saat masuk pertengahan bulan suci Ramadhan.
 
Berikut ini materi kultum Ramadhan tentang upaya mencapai taqwa di pertengahan bulan suci Ramadhan:

Materi Kultum: Mencapai Maqam Taqwa di Pertengahan Ramadhan

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Alhamdulillah, kita telah memasuki pertengahan Ramadan, sebuah momen penting yang memungkinkan kita untuk mengevaluasi diri kita dan memperbaiki hubungan kita dengan Allah SWT. Pada kesempatan kali ini, mari kita membahas tentang mencapai maqam taqwa di pertengahan bulan Ramadan.

Baca Juga: Materi Kultum: Mengatasi Rasa Capek Fisik dan Mental di Pertengahan Ramadhan

Taqwa adalah salah satu konsep sentral dalam Islam yang mencerminkan kesadaran dan ketakutan akan Allah SWT, serta kesediaan untuk mengikuti perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Dalam Al-Qur'an, Allah SWT berfirman:

"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam." (Surah Ali Imran: 102)

Di hadapan tantangan dan godaan di dunia ini, Ramadan memberikan kesempatan bagi kita untuk meningkatkan taqwa kita melalui puasa, shalat, dan amal ibadah lainnya. Rasulullah SAW juga memberikan pedoman tentang pentingnya taqwa dalam sebuah hadits yang beliau sampaikan dalam bahasa Arab:

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: "إِنَّمَا الصِّيَامُ جُنَّةٌ، فَإِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ فَلاَ يَرْفُثْ وَلاَ يَصْخَبْ، فَإِنْ سَابَّهُ أَحَدٌ أَوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ: إِنِّي امْرُؤٌ صَائِمٌ، فَوَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَخُلُوفُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ."

Artinya: "Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya puasa itu adalah perisai (penjaga), maka apabila ada salah seorang di antara kalian berpuasa, janganlah ia berkata kotor dan jangan pula bertengkar. Jika ada yang menghina atau berbuat buruk kepadanya, maka hendaklah ia berkata: 'Sesungguhnya aku sedang berpuasa.' Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, bau mulut orang yang berpuasa lebih wangi di sisi Allah daripada bau minyak kasturi." (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits ini mengajarkan kita pentingnya menjaga perilaku dan lisan kita saat berpuasa, serta memberikan pengertian bahwa puasa bukan hanya menahan makan dan minum, tetapi juga menahan diri dari perbuatan dan perkataan yang tidak sesuai dengan ajaran Islam.

Baca Juga: Materi Kultum: Keutamaan Shalat Tarawih di Pertengahan Bulan Ramadhan

Dengan memahami dan mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat mencapai maqam taqwa di pertengahan Ramadan dan seterusnya. Mari kita manfaatkan sisa Ramadan ini dengan baik untuk meningkatkan taqwa kita dan mendekatkan diri kita kepada Allah SWT. Semoga Allah SWT memberikan kita kekuatan dan kesabaran dalam menjalankan ibadah kita. Amin.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.