Akurat

Sejarah Masjid Tiban di Malang, Punya Mitos Dibangun oleh Jin Secara Tiba-tiba

Titania Isnaenin | 21 Maret 2024, 21:17 WIB
Sejarah Masjid Tiban di Malang, Punya Mitos Dibangun oleh Jin Secara Tiba-tiba

AKURAT.CO Bulan Ramadhan adalah salah satu momen yang tepat untuk wisatawan mengunjungi wisata religi, contohnya Masjid Tiban.

Masjid Tiban berlokasi di Jalan Wakhid Hasyim, Gang Anggur Nomor 10, Desa Sananrejo, Kecamatan, Turen, Kabupaten Malang.

Masjid Tiban terkenal karena mitosnya yang menyebut bahwa pembangunannya melibatkan bantuan jin, yang membuat proses pembangunannya berlangsung dengan cepat dan tak terlihat.

Secara visual, bangunan Masjid Tiban mencerminkan gaya arsitektur Timur Tengah dengan sentuhan campuran dari Turki, India, dan Mesir. Popularitasnya tidak hanya meluas di Indonesia, tetapi juga mencapai kancah internasional.

Sehubungan dengan itu, simak berikut sejarah Masjid Tiban Malang yang telah dikutip dari berbagai sumber, Kamis (21/3/2024).

Baca Juga: Jangan Lewatkan Puluhan Program Ramadan di Masjid Istiqlal

Sejarah Masjid Tiban di Malang

Kata Tiban berasal dari bahasa Jawa yang berarti "tiba" atau muncul secara tiba-tiba.

Menurut mitos yang diketahui masyarakat, Masjid Tiban muncul secara tiba-tiba di tengah-tengah masyarakat.

Sebenarnya, masjid ini adalah bagian dari Pondok Pesantren Salafiah Bihaaru Bahri Asali Fadlaailir Rahmah yang sering disebut sebagai Bi Ba’a Fadlrah.

Pondok pesantren ini didirikan pada tahun 1963 oleh Romo Kiai Ahmad.

Pada awalnya, lokasi pondok pesantren itu adalah kompleks kediaman Romo Kiai.

Pembangunan pondok pesantren dimulai pada tahun 1987 dan berlanjut hingga tahun 1992.

Meskipun demikian, pembangunan masjid terus berlanjut dalam beberapa tahun berikutnya.

Masjid Tiban yang merupakan bagian dari kompleks pondok pesantren ini mencakup area seluas 8 hektar. Pembangunan masjid dilakukan dengan melibatkan para santri.

Dikatakan bahwa seluruh proses pembangunan, mulai dari pembuatan batu bata, hiasan masjid, hingga pencampuran semen dilakukan secara manual oleh para santri.

Diketahui design bangunan dari Masjid Tiban tersebut juga tanpa bantuan arsitek.

Keterlibatan langsung dari warga pesantren mungkin membuat aktivitas pembangunan ini tidak terlihat oleh masyarakat umum.

 
 
 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.