5 Destinasi Wisata Religi di Cirebon yang Cocok Dikunjungi saat Libur Lebaran

AKURAT.CO Kota Cirebon tentu tidak bisa dipisahkan dengan sejarah perkembangan Islam di dalamnya. Karena di Kota Para Wali ini terdapat kerajaan Islam yang meninggalkan tempat-tempat bersejarah seperti masjid, keraton dan lainnya.
Hingga kini, keberadaan tempat-tempat bersejarah peninggalan kerajaan Islam tersebut masih dijaga dan beberapa diantaranya menjadi destinasi wisata religi bagi masyarakat Cirebon dan sekitarnya. Berikut merupakan beberapa destinasi wisata religi di kota yang memiliki sebutan sebagai Kota Udang ini:
1. Masjid Sang Cipta Rasa
Masjid Agung Sang Cipta Rasa berdiri atas prakarsa Sunan Gunung Jati atau Syaikh Syarif Hidayatullah dan bersama Wali Songo yang lain. Adapun yang mejadi pemimpin pembangunan yaitu Sunan Kalijaga.
Baca Juga: 5 Manfaat Puasa Syawal, Sama Seperti Puasa Setahun
Menurut beberapa keterangan menyebutkan jika masjid ini berdiri antara tahun 1489 Masehi dan tahun 1500 Masehi. Konon katanya, pembuatan masjid ini dibangun hanya dengan waktu semalam. Pada keesokan harinya, sudah bisa digunakan sebagai untuk ibadah salat subuh.
Dalam sejarah perkembangannya, Masjid Agung Sang Cipta Rasa mengalami beberapa kali renovasi dan penambahan. Pada tahun 1549 masjid tersebut terbakar yang kemudian diperbaiki.
2. Masjid At-Taqwa
Masjid At-Taqwa memiliki lokasi yang strategis karena berada di pusat Kota Cirebon, tepatnya di Jalan RA Kartini, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon, Jawa Barat.
Menurut beberapa sumber, pada mulanya, Masjid At-Taqwa hanya sebuah bangunan tajug atau musala kecil yang memiliki nama Tajug Agung. Bangunan tajug ini tidak luas dan hanya bisa menampung beberapa jamaah saja. Mengingat usianya yang semakin tua dan bangunannya yang kecil, ditambah lagi dengan posisinya kurang menghadap kiblat, kemudian Tajug Agung mulai direnovasi atas gagasan kepala Koordinator Urusan Agama Cirebon, R. M. Arhatha.
Akhirnya bangunan masjid yang baru terealisasi pada tahun 1951. Terjadi renovasi berupa yakni bangunannya diperluas, ditinggikan, serta diperkokoh. Sehingga masjid ini mampu menampung hingga ribuan jamaah untuk melaksanakan ibadah seperti salat lima waktu, salat Jumat, dan salat Hari Raya.
3. Keraton Kanoman
Keraton Kanoman didirikan oleh Pangeran Mohamad Badridin atau Pangeran Kertawijaya, yang bergelar Sultan Anom I pada sekitar tahun 1678 M. Kompleks Keraton Kanoman mempunyai luas hingga 6 hektare.
Di dalam keraton, terdapat lawang atau pintu masuk bangunan dengan nama dan fungsinya masing-masing. Nama-nama pintu masuk tersebut tentu memiliki makna dan arti filosofis yang mendalam. Pintu-pintu tersebut bernama Lawang Syahadat, Lawang Kiblat, Lawang Siblawong dan Lawang Kejaksan.
Baca Juga: Doa Mudik dan Balik Lebaran, Agar Diberi Keselamatan Selama di Perjalanan
4. Keraton Kacirebonan
Dikenal sebagai keraton termuda yang ada di kota Cirebon. Keraton Kacirebonan didirikan atas prakarsa Pangeran Muhammad Haeruddhin. Beliau merupakan Putra Mahkota Sultan Kanoman ke-IV yang bertugas melakukan perlawanan terhadap pemerintahan kolonial Belanda.
5. Gua Sunyaragi
Saat pertama kali menginjakkan kaki di Gua ini, kita dibuat takjub dengan batuan karang yang bertumpuk dengan jumlah yang tak terhingga. Batuan karang tersebut disusun tanpa pola khusus dan menghasilkan artistik yang sangat indah bagi setiap orang yang melihatnya.
Konon katanya, Gua Sunyaragi ini dahulu sering digunakan sebagai tempat meditasi bagi para sultan Cirebon beserta keluarganya. Nama gua berasal dari kata 'sunya' artinya sepi dan 'ragi' yang artinya raga. Terdapat 10 gua di situs Gua Sunyaragi dan setiap gua memiliki ukuran yang tak terlalu besar
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










