Asal-usul Sahur Puasa, Banyak Muslim Belum Mengetahui Secara Utuh!

AKURAT.CO Salah satu kegiatan orang yang berpuasa di bulan suci Ramadhan adalah melakukan sahur. Sahur biasa diniatkan untuk menambah energi agar puasa seseorang dapat berjalan dengan sesuai ketentuan Islam.
Sahur sendiri adalah istilah dalam bahasa Arab yang merujuk pada makanan atau minuman yang dikonsumsi sebelum terbit fajar saat berpuasa pada bulan Ramadan. Asal-usul sahur puasa berasal dari Nabi Muhammad saw, yang menganjurkan umat Muslim untuk makan sahur sebelum memulai puasa.
Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, Nabi Muhammad saw bersabda, "Makanlah sahur, karena dalam sahur terdapat berkah." Dalam hadis lain, beliau juga menjelaskan bahwa sahur memberikan kekuatan dan energi untuk menahan lapar dan dahaga selama puasa.
Sejak saat itu, sahur menjadi tradisi yang diikuti oleh umat Muslim selama bulan Ramadan. Meskipun tidak wajib, banyak orang yang memilih untuk makan sahur sebagai cara untuk menjaga kesehatan dan kekuatan selama berpuasa.
Selain itu, sahur juga memiliki makna spiritual yang dalam, karena pada saat itu umat Muslim memperkuat tekad dan niat untuk berpuasa serta memohon rahmat dan berkah Allah SWT.
Manfaat Makan Sahur
Ada beberapa manfaat yang dapat diperoleh dengan mengonsumsi sahur saat berpuasa, antara lain:
Memberikan energi
Sahur dapat memberikan energi dan nutrisi yang diperlukan oleh tubuh untuk menjalani aktivitas sehari-hari selama berpuasa. Makan sahur akan membantu tubuh untuk tetap aktif dan bersemangat.
Mencegah dehidrasi
Saat berpuasa, tubuh kekurangan cairan dan mudah mengalami dehidrasi. Dengan mengonsumsi air atau minuman lainnya saat sahur, tubuh dapat terhidrasi dengan baik sehingga mencegah dehidrasi.
Mencegah rasa lapar berlebihan
Makan sahur dapat membantu mencegah rasa lapar berlebihan saat menjalankan ibadah puasa. Ketika tubuh sudah terbiasa makan sahur, maka rasa lapar di siang hari akan lebih terkontrol.
Baca Juga: Bagaimana Ibadah Puasa Bagi Orang yang Sakit?
Menjaga kesehatan
Sahur yang sehat dan seimbang dapat membantu menjaga kesehatan selama bulan puasa. Makan makanan yang mengandung serat, protein, vitamin, dan mineral akan membantu menjaga kesehatan tubuh.
Menjaga konsentrasi dan produktivitas
Makan sahur dapat membantu menjaga konsentrasi dan produktivitas selama berpuasa. Tubuh yang terhidrasi dan tercukupi nutrisinya akan lebih mampu fokus pada tugas-tugas yang dijalankan.
Dengan demikian, sahur sangat penting untuk menjaga kesehatan dan kebugaran selama berpuasa, sehingga dapat menjalankan ibadah puasa dengan optimal.
Dalil Melakukan Makan Sahur dalam Islam
Dalil sahur dalam Islam adalah hadis dari Nabi Muhammad saw, yang menganjurkan umat Muslim untuk makan sahur sebelum memulai puasa. Beberapa hadis yang menjelaskan pentingnya sahur antara lain:
Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, Nabi Muhammad saw bersabda, "Makanlah sahur, karena dalam sahur terdapat berkah."
Dalam hadis riwayat Muslim, Nabi Muhammad saw bersabda, "Sahurlah, karena sesungguhnya pada sahur terdapat keberkahan."
Dalam hadis riwayat Abu Dawud, Nabi Muhammad saw bersabda, "Sahur adalah makanan yang penuh berkah, janganlah kamu tinggalkan meskipun hanya dengan sebutir kurma atau tegukan air."
Dari hadis-hadis tersebut, dapat dipahami bahwa sahur sangat dianjurkan dalam Islam dan terdapat banyak keberkahan dan berkah dalam makan sahur. Hal ini juga menunjukkan pentingnya menjaga kesehatan dan kekuatan tubuh selama berpuasa agar dapat melaksanakan ibadah puasa dengan optimal. Oleh karena itu, umat Muslim dianjurkan untuk menjalankan tradisi sahur saat berpuasa, sesuai dengan ajaran Islam.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










