AKURAT.CO Menjalankan ibadah puasa adalah bagian penting dari kehidupan sehari-hari bagi jutaan umat Muslim di seluruh dunia.
Namun, bagaimana jika Anda adalah seorang astronot yang berada di luar angkasa, di mana siklus waktu berbeda dan lingkungan sangat berbeda dari Bumi?
Ada banyak tantangan unik yang dihadapi oleh para astronot Muslim yang menjalankan ibadah puasa ketika berada di stasiun luar angkasa seperti International Space Station (ISS).
Dikutip dari berbagai sumber, para astronot melakukan puasa dalam tantangan berikut ini:
1. Tantangan Lingkungan:
Di luar angkasa, waktu siang dan malam berlangsung dengan sangat berbeda dari di Bumi. Astronot di ISS melintasi 16 matahari terbit dan terbenam setiap 24 jam, sehingga siklus waktu yang jelas menjadi sulit untuk dikenali. Hal ini dapat membuat menentukan waktu berbuka puasa menjadi sangat sulit.
Baca Juga: Deretan Negara dengan Durasi Waktu Puasa Terpanjang di Dunia, Bagaimana dengan Indonesia?
2. Penyesuaian Waktu Puasa:
Para astronot Muslim di ISS biasanya mengikuti waktu puasa yang berdasarkan waktu di Bumi, bukan waktu di stasiun luar angkasa. Mereka menggunakan waktu pusat pengendalian misi NASA di Houston, Texas, sebagai acuan waktu berpuasa mereka.
3. Kompensasi untuk Siklus Waktu:
Beberapa astronot memilih untuk menyesuaikan waktu berpuasa mereka berdasarkan waktu di ISS. Mereka mungkin memutuskan untuk berpuasa selama periode siang terang dan makan selama periode malam gelap. Namun, ini bisa menjadi sulit karena siklus tidur astronot juga bisa bervariasi.
4. Penentuan Arah Kiblat:
Menentukan arah kiblat (arah Mekah) juga merupakan tantangan di luar angkasa karena posisi yang terus berubah dari stasiun luar angkasa. Para astronot biasanya menggunakan perangkat bantu navigasi dan teknologi canggih untuk menentukan arah kiblat yang akurat.
5. Makanan dan Minuman:
Astronot di ISS memiliki pilihan makanan dan minuman yang dibekukan atau dikemas secara khusus. Mereka harus memastikan bahwa persediaan makanan mereka mencukupi untuk memenuhi kebutuhan gizi dan energi saat berpuasa.
Baca Juga: Warga Gaza Jalani Ibadah Puasa Ramadhan di Tengah Agresi Militer Israel Yang Tak Kunjung Usai
6. Pendukung Spiritual:
Meskipun terpisah jarak jauh dari umat Muslim di Bumi, para astronot di ISS tetap terhubung secara spiritual melalui komunikasi dengan para imam dan penasihat agama di Bumi. Mereka juga dapat menggunakan teknologi untuk berpartisipasi dalam ibadah bersama dan mendengarkan kuliah agama.
Meskipun berpuasa di luar angkasa menghadirkan sejumlah tantangan, para astronot Muslim menemukan cara untuk menjalankan ibadah mereka dengan penuh dedikasi dan kreativitas. Dengan dukungan teknologi dan komunitas agama, mereka dapat menjalani ibadah puasa dengan penuh semangat, meskipun berada di lingkungan yang ekstrim di luar angkasa.