Akurat

Tata Cara Mandi Junub saat Berpuasa, Lengkap dengan Niat dan Urutannya

Fajar Rizky Ramadhan | 15 Maret 2024, 14:00 WIB
Tata Cara Mandi Junub saat Berpuasa, Lengkap dengan Niat dan Urutannya

AKURAT.CO Mandi junub saat berpuasa hukumnya wajib. Mengapa seseorang mandi junub saat berpuasa? Salah satunya misalnya karena ia mimpi basah saat tidur setelah shalat Subuh.

Ada tata cara mandi junub saat berpuasa. Umat Islam wajib memperhatikan, sehingga tidak salah dalam melakukan kewajiban tersebut.

Hukum mandi junub adalah wajib. Seseorang yang memiliki hadats besar kemudian tidak mandi besar, jika ia salat, maka salatnya tidak diterima dan tentu tidak sah. Karena ia masih dianggap membawa najis. Ia wajib untuk mandi besar dengan niat menghilangkan hadats besarnya.

Dalil mandi junub atau mandi wajib itu termaktub dalam Al Quran. Allah SWT berfirman:

Baca Juga: Contoh 15 Pembukaan Kultum Ramadhan yang Menarik dan Berkesan

وَيَسْئَلُوْنَكَ عَنِ الْمَحِيْضِ ۗ قُلْ هُوَ اَذًىۙ فَاعْتَزِلُوا النِّسَاۤءَ فِى الْمَحِيْضِۙ وَلَا تَقْرَبُوْهُنَّ حَتّٰى يَطْهُرْنَ ۚ فَاِذَا تَطَهَّرْنَ فَأْتُوْهُنَّ مِنْ حَيْثُ اَمَرَكُمُ اللّٰهُ ۗ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ التَّوَّابِيْنَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِيْنَ

Artinya: Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah:"Haidh itu adalah suatu kotoran". Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintakan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri. (QS. Al Baqarah: 222).

Rasulullah Saw dalam satu kesempatan, memberikan tata cara dan panduan mandi besar. Demikian agar umatnya itu mudah untuk mencari teladan terkait kegiatan wajib yang harus dijalankan seorang muslim pasca junub.

Tata cara mandi junub tersebut sesuai hadis Nabi SAW:

عَنْ عَائِشَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا اغْتَسَلَ مِنْ الْجَنَابَةِ بَدَأَ فَغَسَلَ يَدَيْهِ ثُمَّ يَتَوَضَّأُ كَمَا يَتَوَضَّأُ لِلصَّلَاةِ ثُمَّ يُدْخِلُ أَصَابِعَهُ فِي الْمَاءِ فَيُخَلِّلُ بِهَا أُصُولَ شَعَرِهِ ثُمَّ يَصُبُّ عَلَى رَأْسِهِ ثَلَاثَ غُرَفٍ بِيَدَيْهِ ثُمَّ يُفِيضُ الْمَاءَ عَلَى جِلْدِهِ كُلِّهِ

Artinya: "Dari Aisyah istri Nabi shallallahu alaihi wasallam, bahwa jika Nabi shallallahu alaihi wasallam mandi karena janabat, beliau memulainya dengan mencuci kedua telapak tangannya, kemudian berwudlu sebagaimana wudlu untuk shalat, kemudian memasukkan jari-jarinya ke dalam air lalu menggosokkannya ke kulit kepalanya, kemudian menyiramkan air ke atas kepalanya dengan cidukan kedua telapak tangannya sebanyak tiga kali, kemudian beliau mengalirkan air ke seluruh kulitnya." (HR. Bukhari) [No. 248 Fathul Bari].

Dari keterangan di atas tata cara mandi junub yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW adalah sebagai berikut:

Baca Juga: Kultum Ramadhan: Memaksimalkan Bulan Suci Ramadhan

1. Membaca Niat

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَكْبَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

Nawaitul ghusla liraf'il hadatsil akbari fardhon lillaahi ta'aala

Artinya: “Saya niat mandi untuk menghilangkan hadas besar karena Allah”.

2. Mencuci kedua telapak tangan dengan memasukkan jari-jari ke air. 

3. Membasuh kemaluan.

4. Berwudhu

5. Menggosokkan jari-jari ke kulit kepala dan menyiramkannya ke atas kepala sampai kaki sebanyak tiga kali.

6. Menggosok anggota badan yakni tangan dan kaki dengan diawali bagian kanan terlebih dulu. 

7. Pastikan semua anggota tubuh sudah dibasahi.

Demikian tata cara mandi junub sesuai dengan tuntunan sunah Nabi. Semoga bermanfaat bagi kita semua.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.