Akurat

Tradisi Ziarah Kubur Jelang Ramadhan, Begini Sejarah dan Hikmahnya

Lufaefi | 9 Maret 2024, 07:12 WIB
Tradisi Ziarah Kubur Jelang Ramadhan, Begini Sejarah dan Hikmahnya

AKURAT.CO Ziarah kubur menjadi salah satu tradisi masyarakat muslim Indonesia dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadhan. Tradisi ini bertujuan untuk mendoakan orang tua, sanak saudara, teman, ataupun sahabat yang telah meninggal dunia.

Di beberapa daerah seperti Lombok, tradisi ziarah kubur juga dilaksanakan dengan mengunjungi makam tokoh-tokoh keagamaan yang disegani masyarakat. Selain itu, tradisi ini juga menjadi salah satu tradisi turun temurun yang sudah ada sejak dulu.

Lantas, bagaimana sejarah serta hikmah yang dapat diambil dari tradisi ziarah kubur jelang Ramadhan?

Jika dilihat dari konteks ajaran agama Islam, ziarah kubur pada awal masa keislaman menjadi suatu hal yang dilarang oleh Nabi Muhammad SAW. Pelarangan ini dilakukan agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam berperilaku dan berdoa ketika tengah berziarah. Sebab pada saat itu, pemikiran masyarakat Arab masih di dominasi oleh hal-hal yang musyrik.

Baca Juga: Hukum Membaca Surat Yasin Saat Ziarah Kubur Menurut Buya Yahya

Tetapi kemudian alasan tersebut semakin tidak kontekstual seiring dengan berjalannya waktu. Sehingga Nabi Muhammad SAW membolehkan umat muslim untuk berziarah kubur. Selain itu, ziarah kubur juga memiliki banyak manfaat bagi rohani manusia seperti dapat melunakkan hati dan mengingatkan kepada akhirat.

Hal-hal tersebut termaktun dalam dua hadits berikut:

كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُورِ فَزُورُوهَا

Artinya: "Dahulu saya melarang kalian berziarah kubur, tapi (sekarang) berziarahlah kalian." (HR Muslim).

كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُورِ أَلَا فَزُورُوهَا، فَإِنَّهُ يُرِقُّ الْقَلْبَ، وَتُدْمِعُ الْعَيْنَ، وَتُذَكِّرُ الْآخِرَةَ، وَلَا تَقُولُوا هُجْرً

Artinya: "Dahulu saya melarang kalian berziarah kubur, tapi (sekarang) berziarahlah kalian, sesungguhnya ziarah kubur dapat melunakkan hati, menitikkan (air) mata, mengingatkan pada akhirat, dan janganlah kalian berkata buruk (pada saat ziarah)." (HR Hakim).

Sementara itu, tradisi ziarah kubur di Indonesia merupakan tradisi turun temurun yang masih dilakukan hingga saat ini. Ziarah kubur biasanya dilaksanakan menjelang datangnya bulan suci Ramadhan ataupun pada Hari Raya Idul Fitri.

Ziarah kubur menjadi bentuk penghormatan serta momentum untuk mendoakan orang-orang yang telah meninggal dunia.

Bagi masyarakat Jawa dibeberapa wilayah, tradisi ini juga dikenal dengan nama Nyadran. Sebuah tradisi hasil penggabungan budaya Jawa dan agama Islam pada masa dakwah Walisongo, agar ajaran agama Islam dapat lebih diterima oleh masyarakat pada saat itu.

Hikmah Ziarah Kubur Jelang Ramadhan
Dilansir dari NU Online, Syekh Nawawi al-Bantani dalam kitabnya yang berjudul Nihyatuz Zain mengatakan bahwa ziarah kubur adalah Sunnah serta memiliki banyak hikmah dan ganjaran dari Allah SWT.

Bagi seorang anak yang menziarahi makam orang tuanya di hari Jumat, akan diampuni dosa-dosanya oleh Allah SWT. Selain itu, anak tersebut juga akan dicatat sebagai anak yang taat dan berbakti kepada kedua orang tuanya.

Baca Juga: Doa yang Bisa Dibaca Saat Ziarah Kubur

Kemudian, seorang anak yang menziarahi makam orang tuanya juga diganjar dengan pahala haji oleh Allah SWT. Hal ini dijelaskan dalam Kitab Al-Maudhu’at berdasar pada hadits Ibn Umar ra, yaitu:

أنبأنا إسماعيل بن أحمد أنبأنا حمزة أنبأنا أبو أحمد بن عدى حدثنا أحمد بن حفص السعدى حدثنا إبراهيم بن موسى حدثنا خاقان السعدى حدثنا أبو مقاتل السمرقندى عن عبيد الله عن نافع عن ابن عمر قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم من زار قبر أبيه أو أمه أو عمته أو خالته أو أحد من قراباته كانت له حجة مبرورة, ومن كان زائرا لهم حتى يموت زارت الملائكة قبره

Artinya: "Rasulullah saw bersabda: barang siapa berziarah ke makam bapak atau ibunya, paman atau bibinya, atau berziarah ke salah satu makam keluarganya, maka pahalanya adalah sebesar haji mabrur. Dan barang siapa yang istiqamah berziarah kubur sampai datang ajalnya maka para malaikat akan selalu menziarahi kuburannya. "

Demikian penjelasan mengenai sejarah dan hikmah dari tradisi ziarah kubur jelang Ramadhan. Semoga dapat bermanfaat bagi kita semua.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Lufaefi
Editor
Lufaefi