Akurat

Apakah Awal Puasa Ramadhan Muhammadiyah yang Berbeda dengan Pemerintah Mengakibatkan Idul Fitri yang Berbeda?

Fajar Rizky Ramadhan | 6 Maret 2024, 09:10 WIB
Apakah Awal Puasa Ramadhan Muhammadiyah yang Berbeda dengan Pemerintah Mengakibatkan Idul Fitri yang Berbeda?

AKURAT.CO Apakah awal puasa Ramadhan Muhammadiyah yang berbeda dengan pemerintah mengakibatkan Idul Fitri yang berbeda?

Setiap tahun, umat Muslim di Indonesia menantikan bulan suci Ramadhan sebagai waktu untuk berpuasa dan meningkatkan ibadah.

Namun, perbedaan pendekatan antara organisasi keagamaan seperti Muhammadiyah dan pemerintah sering kali menimbulkan pertanyaan tentang kapan tepatnya dimulainya puasa dan kapan Idul Fitri akan jatuh.

Muhammadiyah, sebagai salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia, memiliki pendekatan tersendiri dalam menentukan awal bulan Ramadhan.

Baca Juga: Inilah Alasan Mengapa Puasa Dilakukan di Bulan Ramadhan!

Mereka mengandalkan metode hisab (perhitungan matematis) dan rukyat (pengamatan hilal) untuk menentukan awal bulan, sementara pemerintah biasanya mengikuti hasil sidang isbat (penetapan) yang didasarkan pada pengamatan langsung hilal.

Perbedaan pendekatan ini dapat menyebabkan awal bulan Ramadhan yang berbeda antara Muhammadiyah dan pemerintah. Namun, apakah perbedaan awal puasa ini juga berarti Idul Fitri akan jatuh pada tanggal yang berbeda?

Menurut mayoritas ulama, perbedaan awal puasa tidak secara otomatis berarti Idul Fitri juga akan berbeda. Hal ini karena dalam Islam, kriteria utama untuk menentukan awal bulan baru adalah pengamatan hilal, bukan metode hisab atau perhitungan matematis semata.

Dalam pandangan ini, jika hilal tidak terlihat pada tanggal yang diharapkan, maka bulan Ramadhan akan berlanjut selama satu hari lagi, sehingga awal puasa menjadi berbeda. Namun, ketika hilal akhirnya terlihat, baik Muhammadiyah maupun pemerintah akan menyimpulkan bahwa bulan baru telah dimulai. Akibatnya, meskipun awal puasa berbeda, Idul Fitri akan jatuh pada tanggal yang sama.

Baca Juga: Kiesha Alvaro Bakal Habiskan Puasa Ramadan Bersama Pasha Ungu

Namun demikian, perbedaan pandangan antara Muhammadiyah dan pemerintah terkadang dapat menciptakan kebingungan di kalangan umat Muslim, terutama dalam hal penetapan awal bulan Ramadhan dan Idul Fitri. Oleh karena itu, penting bagi umat Islam untuk mencari pemahaman yang lebih dalam tentang hukum agama dan berkomunikasi dengan pemimpin agama mereka untuk mendapatkan klarifikasi dan petunjuk yang benar.

Dengan demikian, meskipun terdapat perbedaan awal puasa antara Muhammadiyah dan pemerintah, hal itu tidak secara otomatis mengakibatkan perbedaan dalam penentuan Idul Fitri. Yang terpenting adalah kesatuan umat dalam merayakan momen penting dalam agama Islam dengan rasa persaudaraan dan kesatuan yang kokoh.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.