Akurat

Menjadi Tradisi Menyambut Ramadhan, Inilah Dalil Mengenai Ziarah Kubur

Azis Muslim | 5 Maret 2024, 14:44 WIB
Menjadi Tradisi Menyambut Ramadhan, Inilah Dalil Mengenai Ziarah Kubur

AKURAT.CO Ramadhan 2024 hanya tinggal menghitung hari. Seluruh umat muslim di berbagai penjuru dunia menyambut bulan suci ini dengan perasaan gembira.

Salah satu tradisi yang dilakukan untuk menyambut Ramadhan yaitu ziarah kubur. Ziarah kubur adalah kegiatan mengunjungi kuburan keluarga atau orang terdekat dengan niat mendoakan dan memperoleh pelajaran dari keadaan mereka.

Dilansir dari NU Online, melalukan ziarah kubur di waktu-waktu tertentu seperti menjelang bulan Ramadhan hukumnya adalah sunnah. Hal ini dijelaskan oleh Imam Ibnu Hajar al-Haitami dalam kitabnya Fatawa Fiqhiyah al-Kubra (2/24) yang artinya. 

Baca Juga: Berapa Jumlah Rakaat Shalat Tarawih? Begini Jawabannya

"Beliau (Ibnu Hajar) ditanya tentang berziarah ke makam para wali pada waktu tertentu dengan melakukan perjalanan khusus ke makam mereka. Beliau menjawab, berziarah ke makam para wali adalah ibadah yang disunnahkan. Demikian pula perjalanan ke makam mereka.'

Dalam salah satu hadist, Rasulullah saw menjabarkan jika seorang Muslim yang menziarahi makam keluarganya seperti bapak, ibu, paman, bibi, dan saudara-saudaranya yang lain, maka ia akan memperoleh pahala sebesar pahala orang haji mabrur dan kelak jika ia sudah meninggal akan diziarahi malaikat. Hadits tersebut berbunyi:

 
‎أنبأنا إسماعيل بن أحمد أنبأنا حمزة أنبأنا أبو أحمد بن عدى حدثنا أحمد بن حفص السعدى حدثنا إبراهيم بن موسى حدثنا خاقان السعدى حدثنا أبو مقاتل السمرقندى عن عبيد الله عن نافع عن ابن عمر قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم " من زار قبر أبيه أو أمه أو عمته أو خالته أو أحد من قراباته كانت له حجة مبرورة, ومن كان زائرا لهم حتى يموت زارت الملائكة قبره.     

Artinya: Rasulullah Saw bersabda: Barangsiapa berziarah ke makam bapak atau ibunya, paman atau bibinya, atau berziarah ke salah satu makam keluarganya, maka pahalanya adalah sebesar haji mabrur. Dan barang siapa yang istiqamah berziarah kubur sampai datang ajalnya maka para malaikat akan selalu menziarahi kuburannya.

Baca Juga: Seminggu Lagi Ramadhan Tiba, Ini Manfaat Ibadah Puasa Ramadhan bagi Kesehatan Mental

Pada hadist lain Rasulullah juga mengumumkan jika orang yang menziarahi makam kedua orangtuanya pada setiap hari Jumat, maka perbuatannya itu tergolong dalam kategori berbakti kepada keduanya. Berikut isi haditsnya:

‎    حدثنا محمد بن أحمد أبو النعمان بن شبل البصري, حدثنا أبى, حدثنا عم أبى محمد بن النعمان عن يحي بن العلاء البجلي عن عبد الكريم أبى أمية عن مجاهد عن أبى هريرة قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم "من زار قبر أبويه أو احدهما فى كل جمعة غفر له وكتب برا     

Artinya: Rasulullah bersabda: Barangsiapa berziarah ke makam kedua orang tuanya atau salah satunya setiap hari Jumat, maka Allah mengampuni dosa-dosanya dan dia dicatat sebagai anak yang taat dan berbakti kepada kedua orang tuanya (HR Abu Hurairah). 

Demikian dalil yang menjelaskan tentang tradisi ziarah kubur. Meski tradisi ini termasuk dalam sunnah, sebaiknya kita tetap melakukannya agar terus mengingat kematian dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Azis Muslim
Lufaefi
Editor
Lufaefi