Ziarah Kubur Menjelang Ramadhan 2025 Kapan? Ini Adab dalam Berziarah Kubur!

AKURAT.CO Berziarah kubur menjelang bulan Ramadhan adalah tradisi yang banyak dilakukan oleh umat Islam, terutama di Indonesia.
Kegiatan ini tidak hanya sebagai bentuk penghormatan kepada keluarga yang telah meninggal, tetapi juga sebagai pengingat akan hakikat kehidupan dan kematian.
Namun, kapan waktu yang tepat untuk berziarah menjelang puasa Ramadhan 2025? Dan bagaimana adab yang sebaiknya diperhatikan saat melakukannya?
Kapan Waktu yang Tepat untuk Ziarah Kubur Menjelang Ramadhan 2025?
Tidak ada ketentuan khusus dalam Islam yang mengharuskan ziarah kubur menjelang bulan Ramadhan dilakukan pada hari tertentu.
Namun, kebiasaan yang berkembang di masyarakat sering kali menjadikan akhir bulan Sya’ban sebagai waktu yang ideal untuk berziarah.
Sebab, selain mendekati bulan suci, ini juga menjadi momen untuk mendoakan keluarga yang telah wafat agar mendapatkan ampunan dan rahmat dari Allah.
Dalam sebuah hadis, Rasulullah ﷺ pernah bersabda tentang hikmah berziarah kubur:
زوروا القبور فإنها تذكركم الآخرة
Artinya: "Ziarahilah kuburan, karena itu dapat mengingatkan kalian akan akhirat." (HR. Muslim).
Baca Juga: Bolehkah Qadha Puasa Ramadhan di Hari Jumat Sebelum Tiba Puasa Ramadhan?
Dari hadis ini, jelas bahwa ziarah kubur bukan hanya sekadar tradisi, tetapi juga memiliki makna spiritual yang mendalam, yaitu mengingatkan kita pada kehidupan setelah mati dan mendorong kita untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah.
Adab Berziarah Kubur yang Perlu Diperhatikan
Meskipun ziarah kubur merupakan amalan yang dianjurkan, ada beberapa adab yang perlu diperhatikan agar tidak keluar dari tuntunan syariat Islam.
Pertama, berziarah dengan niat yang benar, yaitu untuk mengingat akhirat dan mendoakan orang yang telah meninggal, bukan untuk mencari keberkahan dari kuburan itu sendiri. Rasulullah ﷺ mengajarkan doa yang bisa dibaca saat memasuki area kuburan:
السلام عليكم أهل الديار من المؤمنين والمسلمين، وإنا إن شاء الله بكم لاحقون، نسأل الله لنا ولكم العافية
Artinya: "Semoga keselamatan terlimpahkan kepada kalian, wahai penghuni kubur dari kalangan mukmin dan muslim. Sesungguhnya kami insyaAllah akan menyusul kalian. Kami memohon kepada Allah keselamatan untuk kami dan kalian." (HR. Muslim).
Kedua, menjaga sikap dan perkataan. Berziarah harus dilakukan dengan khidmat, tidak dengan bercanda, tertawa berlebihan, atau berbicara hal-hal yang tidak bermanfaat.
Ketiga, tidak berlebihan dalam mengagungkan makam. Rasulullah ﷺ pernah melarang umatnya membangun bangunan di atas kubur atau berdoa kepada penghuni kubur, karena hal itu bisa mengarah kepada syirik.
Keempat, bagi perempuan, diperbolehkan berziarah kubur asalkan tidak meratap atau menangis histeris. Hal ini sesuai dengan hadis Rasulullah ﷺ:
لعن الله زوارات القبور والمتخذين عليها المساجد والسرج
Artinya: "Allah melaknat wanita-wanita yang sering berziarah ke kuburan dan orang-orang yang menjadikannya sebagai tempat ibadah serta meneranginya dengan lampu." (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi).
Meskipun hadis ini menunjukkan adanya larangan bagi perempuan, mayoritas ulama memahami bahwa larangan tersebut berlaku jika ziarah menyebabkan fitnah, seperti meratap atau melakukan hal yang dilarang dalam syariat. Namun, jika dilakukan dengan adab yang benar, perempuan tetap diperbolehkan berziarah.
Kelima, memperbanyak doa dan dzikir selama berziarah. Doa yang dipanjatkan untuk ahli kubur bisa menjadi bentuk kasih sayang kita kepada mereka. Rasulullah ﷺ bersabda:
إن الميت في قبره كالغريق المتغوث ينتظر دعوة تلحقه من أبيه أو أمه أو أخيه أو صديقه، فإذا لحقته كان أحب إليه من الدنيا وما فيها
Artinya: "Sesungguhnya orang yang telah meninggal di dalam kuburnya seperti orang yang tenggelam yang sedang meminta pertolongan. Ia menunggu doa yang dikirimkan kepadanya dari ayahnya, ibunya, saudaranya, atau temannya. Jika doa itu sampai kepadanya, maka itu lebih ia sukai daripada dunia dan seisinya." (HR. Thabrani).
Baca Juga: Naskah Khutbah Jumat: Pahala Menyambut Bulan Ramadhan dengan Hati Bahagia
Kesimpulannya, ziarah kubur menjelang Ramadhan 2025 bisa dilakukan kapan saja, tetapi banyak orang memilih akhir bulan Sya’ban sebagai waktu yang tepat untuk mendoakan keluarga yang telah meninggal.
Adab dalam berziarah sangat penting agar amalan ini tidak hanya menjadi rutinitas tahunan, tetapi juga membawa manfaat spiritual bagi diri sendiri dan mereka yang telah berpulang.
Dengan memahami sunnah Rasulullah SAW dalam berziarah, kita bisa menjadikannya sebagai momen refleksi yang memperkuat keimanan dan ketakwaan menjelang bulan suci Ramadhan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










