Apa Maksud 'Dekengan Pusat' yang Sering Terucap Oleh Netizen Indonesia yang Ngefans Sama Gus Iqdam?

AKURAT.CO Salah satu istilah yang sering disebut oleh Netizen Indonesia yang ngefans sama Gus Iqdam adalah istilah Dekengan Pusat.
Apa sih maksud Dekengan Pusat ini?
Istilah Dekengan Pusat bermakna sebagai dukungan atau backing langsung dari Allah.
Gus Iqdam mengatakan bahwa orang yang bertaqwa kepada Allah akan mendapat dukungan langsung dari pusat-Nya.
Orang yang memiliki dekengan pusat sulit untuk didebat, hidupnya enak, dan urusan-urusannya menjadi lebih mudah.
Untuk memiliki dekengan pusat, menurut Gus Iqdam harus melakukan ibadah wajib dan sunnah, bukan hanya diucapan saja, melainkan dilakukan.
Mengenal Allah Sebagai Dzat Yang Maha Segalanya
Allah adalah Dzat Yang Maha Segalanya. Allah adalah pencipta alam semesta dan segala isinya, serta sebagai sumber segala kebijaksanaan dan kekuasaan.
Allah, yang disebutkan dalam Al-Qur'an sebagai "Ar-Rahman" dan "Ar-Rahim" (Maha Pengasih dan Maha Penyayang), ialah sumber kasih sayang yang melimpah kepada seluruh ciptaan-Nya. Keberadaan-Nya merupakan titik awal segala penciptaan dan penentu segala takdir.
Dalam konsep ke-Esa-an, Allah merupakan satu-satunya Tuhan yang layak disembah. Atribut ke-Esa-an-Nya tercermin dalam kalimat syahadat, "La ilaha illallah" (Tiada Tuhan selain Allah), yang menjadi inti dari ajaran Islam. Ke-Esa-an Allah juga mencakup keberadaan-Nya tanpa awal dan tanpa akhir, serta keberadaan-Nya yang tidak tergantung pada apapun.
Dzat Allah yang Maha Segalanya juga tercermin dalam Asmaul Husna, sebutan-sebutan indah Allah yang mencakup sifat-sifat-Nya yang sempurna. Dengan sifat-sifat seperti Al-'Alim (Maha Mengetahui), Al-Qadir (Maha Kuasa), dan Al-Hakim (Maha Bijaksana), Allah diakui sebagai Dzat Yang Maha Mengetahui segala yang tersembunyi, memiliki kekuasaan mutlak, dan bertindak dengan kebijaksanaan yang tidak terbatas.
Baca Juga: Doa Mandi Wajib yang Harus Diketahui Orang Islam
Dalam ibadah dan pengabdian, umat Islam harus berusaha mendekatkan diri kepada Allah sebagai Dzat Yang Maha Segalanya. Sholat, puasa, zakat, dan haji merupakan bentuk pengabdian yang dijalankan sebagai wujud pengakuan akan ke-Esa-an dan kebesaran Allah. Dalam setiap aspek kehidupan, umat Islam berusaha mengikuti petunjuk-Nya agar dapat meraih ridha-Nya.
Pemahaman akan Allah sebagai Dzat Yang Maha Segalanya membentuk landasan spiritualitas dan moral bagi umat manusia. Keimanan pada ke-Esa-an Allah menjadi sumber ketenangan dan kekuatan dalam menghadapi berbagai ujian hidup. Dengan keyakinan ini, manusia berusaha menjalani hidup sesuai dengan ajaran-Nya, menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan, kasih sayang, dan kebijaksanaan.
Dalam akhirnya, pemahaman akan Allah sebagai Dzat Yang Maha Segalanya bukan hanya merupakan konsep teologis semata, tetapi juga membimbing manusia dalam meresapi makna kehidupan, menjalani kehidupan dengan penuh rasa syukur, dan berusaha menjadi hamba yang bertaqwa kepada-Nya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









