Akurat

Muslim Wajib Tahu, Ini Doa Ketika Melihat Pertanda Buruk Sesuai Ajaran Rasulullah

Tria Sutrisna | 28 Desember 2023, 15:16 WIB
Muslim Wajib Tahu, Ini Doa Ketika Melihat Pertanda Buruk Sesuai Ajaran Rasulullah

AKURAT.CO Manusia sebagai makhluk lemah tak bisa menghindari berbagai peristiwa buruk yang terjadi. 

Dalam Islam, kejadian buruk bisa berfungsi sebagai peringatan dari Allah SWT untuk mengingatkan manusia agar kembali kepada-Nya. 

Saat menghadapi pertanda buruk, disarankan untuk berdoa memohon perlindungan dari Allah SWT agar dijauhkan dari segala hal yang tidak diinginkan.

Dikutip dari NU Online, Rasulullah saw pernah mengajarkan para sahabatnya untuk bersikap tenang saat menghadapi tanda-tanda buruk. Beliau menegaskan bahwa baik buruknya sesuatu ditentukan oleh Allah, bukan oleh tanda-tanda yang muncul.

Baca Juga: Hukum Tindik Hidung Bagi Perempuan, Bolehkah?

Rasulullah mengajarkan doa sebagai berikut ketika kita melihat sebuah pertanda buruk: 

اللَّهُمَّ لَا يَأْتِي بِالحَسَنَاتِ إِلَّا أَنْتَ وَلَا يَذْهَبُ بِالسَّيِّئَاتِ إِلَّا أَنْتَ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ 

Allāhumma lā ya’tī bil hasanāti illā anta, wa lā yadzhabu bis sayyi’āti illā anta, wa lā hawla wa lā quwwata illā billāhi. 

Artinya: “Ya Allah, tidak ada yang dapat mendatangkan kebaikan kecuali Engkau, dan tidak ada yang menghilangkan keburukan kecuali Engkau. Tiada daya dan tiada kekuatan kecuali kekuatan Allah.” ad Doa ini diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah, Abu Nuaim, dan Ibnus Sinni. (Imam Al-Ghazali, Ihya Ulumiddin, [Beirut, Darul Fikr: 2018 M/1439-1440 H], juz I, halaman 407).

Imam An-Nawawi menyebutkan riwayat Ibnus Sinni dari Uqbah (Urwah) bin Amir Al-Juhani ra bercerita, daam sebuah kisah Rasulullah pernah ditanya perihal pertanda buruk.

Baca Juga: Doa Memohon Dihindarkan dari Permusuhan dengan Siapapun

Ia menjawab, “Paling benarnya adalah pertanda baik. Sedang pertanda buruk tidak dapat menolak seorang muslim. Kalau kalian melihat pertanda (buruk) yang kalian tidak sukai, hendaklah membaca, ‘Allāhumma lā ya’tī bil hasanāti illā anta, wa lā yadzhabu bis sayyi’āti illā anta, wa lā hawla wa lā quwwata illā billāhi,’ ” (An-Nawawi, Al-Adzkar, [Kairo, Darul Hadits: 2003 M/1424 H], halaman 300).

Rasulullah menyatakan bahwa tanda-tanda buruk tidak mampu mengubah atau menghalangi kebaikan yang dituju oleh seorang Muslim.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

T
Lufaefi
Editor
Lufaefi