Hamas Melawan Israel Apakah Disebut Sebagai Jihad? Ini Penjelasanya Dalam Islam, Lengkap Dengan Dalil Al-Quran

AKURAT.CO, Konflik antara Hamas dan IDF (Israel Defense Forces) sudah berlangsung selama satu bulan lebih, tepatnya konflik dimulai pada 7 Oktober 2023 dan hingga saat ini masih terus berlanjut.
Sudah banyak korban yang berjatuhan dari konflik ini, terutama banyaknya jumlah korban yang berasal dari wilayah Gaza Palestina.
Gencatan senjata yang dilakukan oleh Israel kepada Palestina tentunya ditanggapi oleh pasukan Hamas, yakni dengan cara kembali menyerang wilayah Israel di tempat para IDF melancarkan aksi pembomannya dalam menghancurkan wilayah Gaza Palestina.
Sebagai Gerakan pertahan Islam, dan demi membela tanah Palestina dari kejahatan Israel, maka Hamas pun mengangkat senjatanya untuk melawan balik apa yang sudah tentara Israel lakukan dalam menghancurkan Palestina.
Lantas apakah perlawanan yang dilakukan oleh Hamas dapat disebut jihad?
Baca Juga: 3 Makna Jihad dalam Al-Quran, Tidak Ada Bom Bunuh Diri
Dikutip dari berbagai sumber pada Jumat (24/11/2023) berikut ini penjelasannya dalam Islam terkait perlawanan Hamas terhadap Israel yang disebut sebagai jihad, lengkap dengan dalil Al-Quran.
Hamas Melawan Israel Disebut Jihad? Ini Penjelasannya
Jihad dalam Islam merupakan usaha atau ikhtiar yang dilakukan dengan sungguh-sungguh untuk menegakkan agam Allah.
Jihad itu ada banyak bentuknya seperti jihad untuk mengatakan kebaikan di hadapan penguasa yang zalim, jihad dalam melawan hawa nafsu, dan juga jihad dalam perang melawan orang-orang yang zalim serta yang menyekutukan Allah.
Perlawanan yang dilakukan oleh Hamas terhadap Israel dapat disebut sebagai jihad dalam perang, kenapa demikian?
Karena apa yang dilakukan oleh Hamas semata-mata untuk melindungi diri dan masyarakat Palestina dari serangan dan kejahatan Israel yang ingin menguasai wilayah Gaza dan wilayah lain yang ada di Palestina.
Selain itu, serang yang dilakukan Israel kepada Palestina merupakan perbuatan yang tidak manusia dan tidak bermoral.
Dikatakan tidak manusiawi dan tidak bermoral, yaitu hal ini disebabkan oleh tindakan Israel yang telah melanggar etika dan aturan hukum dalam perang.
Yang mana Israel telah banyak membunuh orang-orang Palestina, mulai dari anak-anak, orang yang sudah tua, ibu hamil, ahli ibadah (imam, muazim, hafidz dan lainnya) serta juga telah membunuh para awak media dengan senjatan serta pemboman yang telah mereka lakukan.
Baca Juga: Resmikan Kick Off Kongres Mujahid Digital MUI, Mahfud MD: Ada Empat Bentuk Jihad
Dari hal inilah, maka dapat dikatakan bahwa perlawanan yang dilakukan oleh Hamas sangat benar jika disebut sebagai jihad, sebab apa yang dilakukan oleh Hamas adalah semata-mata untuk melawan dan menghentikan terjadinya pembantaian dan pembunuhan dari Israel.
Jihad yang dilakukan oleh Hamas disebut dengan jihad perang, yakni jihad melawan Israel yang tentara dan orang-orangnya munafik, serta mereka telah melanggar janji perdamaian yang sebelumnya telah disepakati.
Dengan demikian, sudah semestinya Hamas untuk melawan Israel sebagai bentuk jihad dalam mempertahankan diri dan masyarakat Palestina.
Adapun ayat Al-Quran yang menjelaskan tentang jihad perang ialah termaktub dalam surah At-Tahrim ayat 9 berikut ini:
يٰۤاَ يُّهَا النَّبِيُّ جَاهِدِ الْكُفَّا رَ وَا لْمُنٰفِقِيْنَ وَا غْلُظْ عَلَيْهِمْ ۗ وَمَأْوٰٮهُمْ جَهَنَّمُ ۗ وَبِئْسَ الْمَصِيْرُ
Artinya: “Wahai Nabi! Perangilah orang-orang kafir dan orang-orang munafik dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka adalah Neraka Jahanam dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.”
Berkaitan dengan makna ayat di atas, disebutkan dalam tafsir al-Maraghi bahwa kata jihad dalam ayat ini mengandung tiga hal (makna), yaitu; pertama jihad dengan pendang atau senjata (saif), kedua jihad dengan argumentasi (hujjah) dan ketiga jihad dengan dalil (Burhan).
Sedang dalam tafsir Mishbah, Prof M. Quraish Shihah mengatakan bahwa;
“Orang kafir dan munafik itu diperangi karena sering mengotori lingkungan dengan ide dan perbuatan-perbuatan mereka. Sehingga Prof Quraish Shihab mengatakan bahwa perang terhadap orang munafik dan kafir dikakukan dengan hati, lisan, harta, jiwa, dan kemampuan apa pun yang dimiliki.”
Selain dijelaskan pada ayat di atas, ada juga dalil lain yang bisa menguatkan bahwa perlawanan yang dilakukan Hamas kepada Israel adalah jihad, sebagaimana termaktub dalam surah Al-Hajj ayat 39 yaitu:
اُذِنَ لِلَّذِيْنَ يُقٰتَلُوْنَ بِاَ نَّهُمْ ظُلِمُوْا ۗ وَاِ نَّ اللّٰهَ عَلٰى نَـصْرِهِمْ لَـقَدِيْرُ
Artinya; “Diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi karena sesungguhnya mereka dizalimi. Dan sungguh, Allah Maha Kuasa menolong mereka itu.”
Kemudian juga dijelaskan pada surah berikut ini beserta dengan tafsirnya, ada pun dalil tersebut ialah termaktub dalam surah Al-Bqarah ayat 216.
Artinya; “Diwajibkan atas kamu berperang, padahal itu tidak menyenangkan bagimu. Tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”
Disebutkan dalam tafsir Tahlili bahwa turunnya ayat ini, maka hukum perang itu menjadi wajib kifayah yang mana dalam hal ini untuk membela dan membebaskan diri dari penindasan. Dan jika musuh telah masuk ke dalam wilayah orang Islam, maka hukum perang pada ayat ini menjadi wajib a’in.
Dari uraian di atas serta berdasarkan dalil Al-Quran beserta tafsirnya, maka dapat dikatakan bahwa perlawanan Hamas kepada Israel adalah jihad ain. Sebab apa yang dilakukan oleh Israel bukan hanya tentang agama Islam yang dianut oleh mayoritas orang-orang Palestina.
Tetapi juga telah merusak tatanan kemanusiaan, dengan membunuh dengan sadis tanpa belas kasihan kepada orang-orang yang ada di wilayah Gaza dan wilayah lainnya di Palestina.
Oleh sebab itu, wajarlah jika Hamas harus melawan Israel. Hal ini dilakukan oleh mereka untuk mepertahankan dan membebaskan dari dari kezaliman IDF.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










