Akurat

Ini Berbagai Tradisi Unik Peringatan Maulid Nabi Di Indonesia

Thony H | 28 September 2023, 16:59 WIB
Ini Berbagai Tradisi Unik Peringatan Maulid Nabi Di Indonesia

AKURAT.CO, Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan kegiatan rutin tahunan yang diperingati oleh umat Islam di seluruh dunia. Peringatan lahirnya manusia suci ini dilakukan dengan berbagai macam kegiatan.

Khusus di Indonesia, ada berbagai kegiatan unik dalam rangka memperingati lahirnya Rasulullah SAW. AKURAT.CO telah merangkum 4 diantaranya sebagai berikut:

Grebeg Maulud

Andreasadalah upacara puncak dari perayaan Sekaten, yang digelar oleh Keraton Yogyakarta, untuk memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Acara tersebut ditandai dengan keluarnya beberapa gunungan.

Muludhen

Muludhen merupakan tradisi yang digelar masyarakat Madura, Jawa Timur,untuk memperingati hari lahirnya Nabi Muhammad SAW. Biasanya, dalam acara ini diisi dengan pembacaan riwayat hidup Nabi, dan ceramah keagamaan.

Baca Juga: Sering Bingung Membedakan Antara Maulid Dan Maulud? Ini Penjelasan Quraish Shihab

Selain itu, ada juga tumpengan yang berisi beragam buah-buahan, yang ditusuk dan dilekatkan pada tumpengan. Buah yang digunakan disini sepertirambutan, pisang, salak, apel, jeruk, dan masih banyak lagi. Namun, kini tumpengan tak lagi berisi buah-buahan. Mereka sudah menggantinya dengan makanan instan dan uang.

Keresen

Tradisi tahunan ini digelar oleh masyarakat Dusun Mengelo, Mojokerto, Jawa Timur. Dimanawarga akan berebut berbagai hasil bumi, dan pakaian yang digantung pada pohon keres. Pohon keres yang berbuah’ aneka hasil bumi ini melambangkan kelahiran Nabi Muhammad, yang membawa berkah bagiseluruh umat Islam di dunia.

Maudu Lompoa

Tradisi Maudu Lompoa adalah acara yang digelar oleh masyarakat Cikoang, Takalar, Sulawesi Selatan, untuk memperingati hari raya Maulid Nabi. Dalam tradisi ini terdapat banyak perpaduan atraksi budaya, dengan ritual keagamaan yang digelar tiap bulan Rabiul Awal, berdasarkan kalender Hijriyah.

Baca Juga: Intip Serunya Grebeg Maulud di Keraton Yogyakarta

Menariknya, dalam acara ini masyarakat Cikoang akan menggunakan pakaian adat dan berjalan beriringan sambil memukul julung-julung. Dan nantinya, julung-julung ini akan diperebutkan oleh warga. Mereka akan memperebutkan julung-julung yang berisikan beras ketan, mukena, telur hias, beras dimasak setengah matang, hingga kain khas Sulawesi Selatan.[]

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

T
Reporter
Thony H
Lufaefi
Editor
Lufaefi