Akurat

Intip Serunya Grebeg Maulud di Keraton Yogyakarta

| 21 November 2018, 14:37 WIB
Intip Serunya Grebeg Maulud di Keraton Yogyakarta

AKURAT.CO, Peringati Maulud Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada 20 November 2018 kemarin, Keraton Yogyakarta adakan Grebeg Maulud dengan tujuh gunungan.

Puncak perayaan yang jatuh pada hari Rabu (21/11) hari ini dilakukan dengan mengarak tujuh gunungan dari dalam Keraton Yogyakarta dikawal oleh 10 Prajurit Bregada Kraton, di mana lima gunungan dibawa ke Masjid Gedhe Kauman dan dua gunungan lainnya dibawa ke Kepatihan. Acara Grebeg Maulud ini sekaligus menutup runtutan perayaan Sekaten 2018.

Grebeg Maulud 2018 di Keraton Yogyakarta, warga antusias ikuti acara dan berebut gunungan. AKURAT.CO/ Rizzaq Nugroho

Tujuh gunungan ini terdiri dari Gunungan Dharat, Gunungan Pawuhan, Gunungan Estri, Gunungan Gepak, tiga Gunungan Kakung.

Tujuh gunungan yang dibawa ke halaman Masjid Gedhe Kauman dan kepatihan ini sebelumnya didoakan terlebih dahulu, kemudian diarak dari Keraton dengan dikawal oleh prajurit-prajurit Keraton yang beragam, salah satunya ada prajurit Gajah.

Masyarakat tampak sangat antusias menyaksikan pelaksanaan Grebeg Maulud ini. Ribuan orang tampak sudah memenuhi Alun-alun Kidul dan Masjid Gedhe Kauman untuk mengikuti kegiatan ini.

Dengan diiringi musik gamelan, gunungan tersebut dibawa ke halaman Masjid Gedhe Kauman dan seketika langsung di grebeg atau diperebutkan warga sekitar yang sudah bersiap-siap di halaman Masjid Gedhe Kauman.

Isi dari gunungan-gunungan ini antara lain terdiri dari hasil bumi yang ada di Yogyakarta, seperti kacang panjang, ketela, dan buah-buahan. Adapula gunungan yang berisi makanan-makanan ringan tradisional seperti jadah yang terbuat dari ketan.

Warga yang sudah siap sebelumnya, langsung berebutan gunungan tersebut secara beramai-ramai.

Grebeg Maulud 2018 di Keraton Yogyakarta, warga antusias ikuti acara dan berebut gunungan. AKURAT.CO/ Rizzaq Nugroho

Salah satu warga, Suyitno (38) yang berasal dari Wonosari, jauh-jauh datang ke Yogyakarta untuk mengikuti Grebeg Maulud tersebut untuk mendapatkan hasil dari gunungan tersebut. 

"Kalau udah percaya ya udah ambil aja, itu kepercayaan aja, saya setiap ada kesempatan kebanyakan kesini, tadi dapat jadah, kayu, bambu, ya untuk rejeki lancar dan tidak ada gangguan, pencegah tolak balak," jelasnya.

Berebut gunungan ini dinamakan ngalap berkah, dimana diartikan bahwa ngalap berkah adalah mencari berkah dengan mengambil bagian atau hasil bumi, makanan, hingga sayur-sayuran yang ada pada gunungan tersebut.

Sebagai kepercayaan yang telah berlangsung lama di masyarakat bahwa bagian dari gunungan itu membawa berkah dan menolak bala atau menolak sial.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.