Akurat

Khutbah Salat Istisqa Boleh Dilakukan Sebelum Salat, Ini Hadisnya

Thony H | 13 September 2023, 09:50 WIB
Khutbah Salat Istisqa Boleh Dilakukan Sebelum Salat, Ini Hadisnya

P, Salat istisqa adalah salat sunah yang dikerjakan untuk memohon diturunkannya hujan oleh Allah. Biasanya salat ini disertai dengan khutbah yang dilakukan setelah selesai salat.

Namun demikian, sejatinya khutbah salat istisqa boleh juga dilaksanakan setelah salat. Meski kemudian ini tidak disarankan. Sebagaimana satu riwayat sebagai berikut,

شكا الناس إلى رسول الله صلى الله عليه وسلم قحوط المطر فأمر بمنبر فوضع له في المصلى ووعد الناس يوما يخرجون فيه قالت عائشة فخرج رسول الله صلى الله عليه وسلم حين بدا حاجب الشمس فقعد على المنبر فكبر صلى الله عليه وسلم وحمد الله عز وجل ثم قال إنكم شكوتم جدب دياركم واستئخار المطر عن إبان زمانه عنكم وقد أمركم الله عز وجل أن تدعوه ووعدكم أن يستجيب لكم ثم قال ( الحمد لله رب العالمين الرحمن الرحيم ملك يوم الدين ) لا إله إلا الله يفعل ما يريد اللهم أنت الله لا إله إلا أنت الغني ونحن الفقراء أنزل علينا الغيث واجعل ما أنزلت لنا قوة وبلاغا إلى حين ثم رفع يديه فلم يزل في الرفع حتى بدا بياض إبطيه ثم حول إلى الناس ظهره وقلب أو حول رداءه وهو رافع يديه ثم أقبل على الناس ونزل فصلى ركعتين فأنشأ الله سحابة فرعدت وبرقت ثم أمطرت بإذن الله فلم يأت مسجده حتى سالت السيول فلما رأى سرعتهم إلى الكن ضحك صلى الله عليه وسلم حتى بدت نواجذه فقال أشهد أن الله على كل شيء قدير وأني عبد الله ورسوله

Baca Juga: Tata Cara Salat Istisqa, Salat Meminta Hujan Lengkap dengan Doanya

Artinya, "Orang-orang mengadu kepada Rasulullah Saw atas musim kemarau yang panjang. Lalu ia memerintahkan sahabat untuk meletakkan mimbar di tanah lapang, lalu ia membuat kesepakatan dengan masyarakat untuk berkumpul pada suatu hari yang telah ditentukan. Aisyah lalu berkata, ‘Rasulullah Saw keluar dari rumah ketika matahari mulai terlihat, lalu duduk di mimbar. Ia bertakbir dan memuji Allah, lalu bersabda, ‘Sungguh kalian mengadu kepadaku atas kegersangan negeri kalian dan hujan yang tidak turun. Padahal Allah telah memerintahkan kalian untuk berdoa kepada-Nya dan Dia berjanji akan mengabulkan doa kalian.’ Kemudian ia mengucapkan, ‘Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam, Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Yang menguasai hari Pembalasan. (Surat Al-Fatihah ayat 2-4).

Anzil alainal ghaitsa waj’al ma anzalta lana quwwatan wa balaghan ila hin (Tidak ada sembahan yang berhak disembah kecuali Dia. Dia melakukan apa saja yang dikehendaki. Ya Allah, Engkau adalah Allah, tidak ada sembahan yang layak disembah kecuali Engkau Yang Maha Kaya. Sementara kami membutuhkan-Mu. Maka turunkanlah hujan kepada kami dan jadikanlah apa yang telah Kauturunkan sebagai kekuatan bagi kami dan sebagai bekal di hari yang ditetapkan).’ Kemudian Rasulullah Saw mengangkat kedua tangannya hingga terlihat putih ketiaknya. Ia membalikkan punggungnya, membelakangi orang-orang dan membalik posisi selendangnya saat ia masih mengangkat kedua tangannya.

Baca Juga: Soal Karhutla, PKS Serukan Mobilisasi Bantuan dan Salat Istisqa Nasional

Ia lalu menghadap ke jamaah, lalu turun dari mimbar dan shalat dua rakaat. Lalu Allah mendatangkan awan yang disertai guruh dan petir. Hujan pun turun dengan izin Allah. Ia tidak kembali menuju masjid sampai air bah mengalir di sekitarnya. Ketika melihat orang-orang berdesak-desakan mencari tempat berteduh, Rasulullah SAW tertawa hingga tsmpsk gigi gerahamnya, lalu bersabda, ‘Aku bersaksi bahwa Allah adalah Maha kuasa atas segala sesuatu dan aku adalah hamba dan rasul-Nya,"" (HR Abu Dawud).

Dari keterangan di atas telah jelas bahwa khutbah salat istisqa pernah dilakukan oleh Nabi setelah salat istisqa selesai. Namun hal ini tidak disarankan. Baiknya, sebagaimana riwayat yang masyhur, khutbah istisqa dilaksanakan sebelum salat istisqa berlangsung. Wallahu A'lam.[]

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

T
Reporter
Thony H
Lufaefi
Editor
Lufaefi