Kisah Pembangkangan Iblis Kepada Allah Saat Diminta Sujud Kepada Adam

AKURAT.CO, Kisah pembangkangan Iblis kepada Allah saat diminta sujud kepada Adam adalah salah satu cerita yang terdapat dalam agama Islam. Kisah ini ditemukan dalam Al-Quran, kitab suci umat Islam, dalam Surah Al-A'raf (7:11-18) dan Surah Al-Hijr (15:28-31). Berikut adalah ringkasan kisah tersebut:
Allah menciptakan Adam dari tanah dan memberinya kehormatan yang tinggi. Allah kemudian memerintahkan semua malaikat, termasuk Iblis yang pada waktu itu dianggap sebagai malaikat, untuk sujud kepada Adam sebagai bentuk penghormatan.
Namun, Iblis menolak untuk patuh kepada perintah Allah. Dia menolak untuk sujud kepada Adam, merasa dirinya lebih baik dan lebih mulia daripada manusia. Iblis menganggap dirinya sebagai makhluk yang lebih tinggi karena dia terbuat dari api, sementara Adam terbuat dari tanah.
Baca Juga: Inilah Nama-nama Keturunan Iblis Beserta Tugasnya, Salah Satunya Bertugas Menjadi Pelakor
Karena sikap pembangkangannya dan ketidaktaatannya terhadap perintah Allah, Iblis diusir dari surga dan diutuk. Allah memberinya waktu sampai Hari Kiamat untuk menggoda manusia dan menjauhkan mereka dari jalan yang benar. Iblis menerima tugas ini dan berjanji untuk memalingkan manusia dari Allah.
Kisah ini menggambarkan pentingnya ketaatan terhadap perintah Allah dan peringatan tentang sifat sombong dan pembangkangan yang dapat membawa seseorang menjauh dari jalan yang benar.
Setelah diusir dari surga, Iblis memutuskan untuk menjalankan tugasnya untuk menggoda manusia. Dia menggunakan tipu daya dan godaan untuk mencoba memalingkan manusia dari kepatuhan kepada Allah. Salah satu contoh paling terkenal adalah ketika Iblis menggoda Adam dan Hawa, pasangan pertama manusia, untuk memakan buah dari pohon terlarang.
Iblis berhasil mempengaruhi Adam dan Hawa sehingga mereka melanggar perintah Allah dengan memakan buah tersebut. Akibatnya, mereka diusir dari surga dan turun ke bumi. Inilah awal dari kisah manusia di dunia ini, yang diliputi oleh cobaan, pengampunan, dan usaha untuk kembali mendekatkan diri kepada Allah.
Baca Juga: 7 Tanda Salat Diganggu Setan, Salah Satunya Lupa Rakaat
Selama sepanjang sejarah, Iblis terus berusaha menggoda manusia agar mereka menjauh dari Allah. Namun, Allah juga memberikan petunjuk dan bimbingan kepada manusia melalui para nabi dan kitab suci agar mereka dapat menghindari tipu daya Iblis dan kembali kepada-Nya dengan taat.
Kisah ini mengandung pelajaran tentang pentingnya waspada terhadap godaan dan tipu daya yang dapat menjauhkan manusia dari Allah, serta pentingnya tobat dan kembali kepada-Nya jika kita melakukan kesalahan. Selain itu, juga mengajarkan bahwa Allah adalah Maha Pengampun dan selalu memberikan kesempatan kepada manusia untuk memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada-Nya.
Beberapa pelajaran dan konsep yang dapat diambil dari kisah pembangkangan Iblis kepada Allah:
1. Ketaatan Terhadap Perintah Allah
Kisah ini menekankan pentingnya ketaatan terhadap perintah Allah. Iblis memilih untuk berpaling dari perintah-Nya, sedangkan manusia diberi pilihan untuk taat atau tidak taat kepada-Nya.
2. Keangkuhan dan Sifat Sombong
Kisah ini mengingatkan kita akan bahaya sifat sombong dan keangkuhan. Iblis merasa lebih mulia daripada manusia karena asal usulnya, dan sifat ini membawanya kepada kejatuhan.
3. Ujian dan Godaan
Kisah ini menunjukkan bahwa manusia akan diuji dan dihadapkan pada godaan dalam kehidupannya. Penting untuk memiliki kesadaran akan godaan tersebut dan berusaha untuk menjauhkan diri dari yang haram.
4. Pengampunan Allah
Meskipun Adam dan Hawa melanggar perintah Allah, Allah tetap Maha Pengampun. Kisah ini mencerminkan rahmat dan pengampunan Allah yang tidak terbatas jika manusia bersungguh-sungguh bertaubat dan kembali kepada-Nya.
5. Peran Iblis
Kisah ini juga menjelaskan peran Iblis dalam menggoda manusia. Iblis bersumpah untuk memalingkan manusia dari jalan yang benar, sehingga manusia harus waspada terhadap pengaruh negatifnya.
Dalam kesimpulannya, kisah pembangkangan Iblis kepada Allah memberikan pelajaran moral yang mendalam tentang ketaatan, kepatuhan, pengampunan, dan peran setan dalam mencoba mempengaruhi manusia. Ini juga mengingatkan kita untuk selalu berusaha menjauhi sifat sombong dan berupaya mendekatkan diri kepada Allah.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









