Akurat

Sejarah Rebo Wekasan, Awal Mula Nabi Muhammad SAW Sakit Parah

Thony H | 12 September 2023, 08:30 WIB
Sejarah Rebo Wekasan, Awal Mula Nabi Muhammad SAW Sakit Parah

AKURAT.CO, Salah satu fenomena yang ada di tengah masyarakat muslim Indonesia adalah keyakinan adanya Rebo Wekasan. Melalui literatur keislaman, orang Islam meyakini bahwa Rebo Wekasan adalah hari di mana Allah menurunkan banyak musibah.

Secara definitif, Rebo Wekasan adalah hari Rabu terakhir yang ada pada bulan Shofar dalam hitungan kalender Jawa. Rebo Wekasan dikenal sebagian orang sebagai hari sial, bahkan akan diturunkan musibah/bala sebanyak 3200 macam. Untuk menolak musibah itu di sebagian masyarakat Jawa melakukan tradisi untuk menolaknya, baik dengan melakukan amalan-amalan, salat, atau dengan doa-doa.

Disebutkan dalam NU Online, sebagaimana juga mengutip pendapat Syech Kamil Fariduddin as-Syukarjanji dalam Al-Jawahir al-Khoms, Rebo Wekasan dikatakan hari musibah (bala) merujuk pada peristiwa di mana pada hari itu Nabi Muhammad mulai sakit-sakitan sehingga kemudian beliau wafat.

Baca Juga: Amalan Doa Pada Hari Rabu Wekasan, Supaya Bebas Dari Musibah

As-Syukarjanji meyakini bahwa hari sebelum datangnya bulan Rabiul Awal itu dengan wafatnya Rasulullah merupakan hari yang akan diturunkan musibah ke muka bumi dalam jumlah yang tidak sedikit, sehingga manusia diminta melakukan amalan-amalan.

Sebagian amalan yang dilakukan adalah salat. Salat yang dilakukan tersebut diniati dengan salat mutlak sebanyak 4 rakaat di mana pada setiap rakaat dalam salat tersebut membaca Al-Fatihah sekali, surah Al-Kautsar sebanyak 17 kali, surah Al-Ikhlas lima kali, Al-Falaq sekali dan An-Nas masing-masing satu kali.

Kemudian setelah salam membaca doa dan shalatnya tidak berjamaah. Tapi dilakukan bersama-sama di lokasi yang sama pula. Itulah sebagian amalan yang dilakukan pada Rabu Wekasan.

Baca Juga: Mengapa Hari Jumat Istimewa? 7 Amalan Sunah Untuk Tingkatkan Keberkahan

Konon, Rebo Wekasan menjadi tradisi yang turun temurun ke ma masyarakat, bukan hanya di Jawa, tetapi juga di Sunda dan di suku-suku lainnya. Selain salat, tradisi Rebo wekasan juga dilakukan dengan mengamalkan sedekah, berbuat baik, bersilaturahmi, dan lain sebagainnya.

Itulah sekelumit sejarah awal adanya Rebo wekasan dalam tradisi Islam yang berasal dari pandangan seorang ulama.

Tentu saja jika ada pendapat lain dari ulama yang lain tentang Rebo Wekasan kita tidak bisa menafikan, termasuk misalnya jika ada pandangan yang tidak menganggap adanya tradisi tersebut.

Semoga sejarah singkat ini mengandung nilai hikmah sehingga berguna bagi kehidupan dan masa depan kita. Aamiin.[]

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

T
Reporter
Thony H
Lufaefi
Editor
Lufaefi