Akurat

5 Tips Islami Mengelola Investasi Emas saat Harga Emas Antam Ambruk

Fajar Rizky Ramadhan | 5 November 2025, 14:42 WIB
5 Tips Islami Mengelola Investasi Emas saat Harga Emas Antam Ambruk

AKURAT.CO Harga emas Antam tengah mengalami penurunan signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Banyak investor yang panik, sementara sebagian lainnya justru melihatnya sebagai peluang.

Dalam perspektif Islam, kondisi seperti ini bukan sekadar urusan ekonomi, tetapi juga ujian kesabaran dan kebijaksanaan dalam mengelola harta.

Islam menempatkan investasi bukan semata soal keuntungan, melainkan juga tentang keberkahan dan keadilan dalam pengelolaan rezeki.

Rasulullah SAW bersabda:

مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ، وَمَا زَادَ اللَّهُ عَبْدًا بِعَفْوٍ إِلَّا عِزًّا، وَمَا تَوَاضَعَ أَحَدٌ لِلَّهِ إِلَّا رَفَعَهُ اللَّهُ

“Tidaklah harta berkurang karena sedekah. Tidaklah Allah menambah kepada seorang hamba karena memberi maaf kecuali kemuliaan, dan tidaklah seseorang merendahkan diri karena Allah kecuali Allah akan meninggikannya.” (HR. Muslim)

Hadis ini menegaskan bahwa keberkahan harta tidak hanya datang dari strategi investasi, tetapi dari cara seseorang menjaga niat, kesabaran, dan etika dalam mengelolanya. Berikut lima tips Islami dalam mengelola investasi emas saat harga emas Antam ambruk:

1. Tetap Tenang dan Hindari Panik Jual

Dalam Islam, prinsip utama dalam muamalah adalah at-tatsabbur (bersikap tenang dan sabar). Ketika harga emas turun, bukan berarti nilai investasi Anda hilang. Fluktuasi adalah bagian alami dari pasar. Allah SWT berfirman:

وَلَنَبْلُوَنَّكُم بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ

“Dan sungguh Kami akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah: 155)

Menjual emas dalam kondisi panik justru dapat menimbulkan kerugian besar. Investor Muslim diajarkan untuk menahan diri, menimbang manfaat jangka panjang, dan tidak terjebak dalam emosi pasar.

2. Niatkan Investasi sebagai Upaya Menjaga Nilai Harta, Bukan Murni Spekulasi

Islam mengajarkan agar setiap transaksi dilakukan dengan niat yang benar dan tidak mengandung unsur gharar (ketidakjelasan) atau spekulasi berlebihan. Emas dalam Islam dianggap sebagai salah satu alat menjaga nilai (store of value), bukan instrumen untuk berjudi dengan harga pasar.

Rasulullah SAW bersabda:


الذَّهَبُ بِالذَّهَبِ، وَالْفِضَّةُ بِالْفِضَّةِ، مِثْلًا بِمِثْلٍ، يَدًا بِيَدٍ

“Emas dengan emas, perak dengan perak, harus seimbang dan tunai.” (HR. Muslim)

Hadis ini menegaskan prinsip keadilan dalam transaksi emas. Jangan jadikan investasi emas seperti permainan cepat untung, tetapi sebagai upaya menjaga stabilitas finansial dengan cara yang halal dan proporsional.

Baca Juga: Jenazah Raja Pakubuwono XIII Disemayamkan Selama Tiga Hari, Apa Hukum Menginapkan Jenazah dalam Islam?

3. Diversifikasi dengan Prinsip Syariah

Ketika harga emas sedang turun, jangan panik dengan menjual seluruh aset. Alihkan sebagian dana ke instrumen lain yang sesuai syariah seperti sukuk, reksa dana syariah, atau bisnis riil yang produktif. Prinsip tawazun (keseimbangan) penting agar risiko tidak tertumpu pada satu aset.

Allah SWT berfirman:


وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآخِرَةَ وَلَا تَنسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا

“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu kebahagiaan negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu di dunia.” (QS. Al-Qashash: 77)

Ayat ini menegaskan keseimbangan antara urusan dunia dan akhirat, termasuk dalam mengelola investasi dan kekayaan.

4. Gunakan Momentum untuk Sedekah dan Zakat Emas

Ketika harga emas turun, ini bisa menjadi momentum untuk menunaikan zakat emas atau sedekah sebagian dari hasil investasi. Dalam logika spiritual Islam, zakat bukan mengurangi harta, tetapi membersihkannya dari potensi dosa dan menarik keberkahan.

Allah SWT berfirman:


خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِم بِهَا

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka.” (QS. At-Taubah: 103)

Zakat emas dikeluarkan jika telah mencapai nisab (85 gram emas) dan disimpan selama setahun. Dengan berzakat, Allah menjanjikan keberkahan yang menggantikan setiap pengurangan harta secara material.

5. Lihat Investasi sebagai Jalan Ibadah, Bukan Sekadar Profit

Islam menuntun umatnya untuk menjadikan segala aktivitas ekonomi sebagai bentuk ibadah. Saat harga emas turun, ini menjadi ujian iman dan manajemen hati. Seorang Muslim idealnya memandang investasi sebagai bagian dari amanah dan sarana mendukung kemaslahatan.

Baca Juga: Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional, Ini Pesan Islam untuk Menjaga Kekayaan Hayati

Nabi SAW bersabda:


إِنَّمَا الدُّنْيَا مَتَاعٌ، وَخَيْرُ مَتَاعِ الدُّنْيَا الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ

“Sesungguhnya dunia itu hanyalah kesenangan sementara, dan sebaik-baik kesenangan dunia adalah istri yang salehah.” (HR. Muslim)

Hadis ini mengingatkan bahwa kekayaan dunia hanyalah sarana, bukan tujuan akhir. Maka, kelola emas dengan hati yang lapang, niat yang lurus, dan strategi yang matang.

Pada akhirnya, investasi dalam perspektif Islam bukan tentang menaklukkan pasar, tapi tentang bagaimana seseorang menjaga keseimbangan antara hikmah finansial dan kesadaran spiritual.

Saat harga emas Antam turun, inilah waktunya menguji kesabaran, memperkuat niat, dan mengelola rezeki dengan cara yang sesuai dengan nilai-nilai Islam: tenang, bijak, dan penuh keberkahan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.