Timwas Haji DPR: Jemaah Lansia Terlantar di Mina, Sistem Pemondokan Kacau dan Tidak Adil

AKURAT.CO Pelayanan jemaah haji Indonesia tahun ini kembali disorot. Anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI, Muslim Ayub, menyesalkan buruknya penanganan jemaah di Mina, terutama jemaah lansia asal Aceh yang hingga Jumat malam (6/6/2025) dilaporkan belum mendapatkan tenda untuk bermalam.
Dari 12 kloter jemaah asal Aceh, sebanyak 7 kloter disebut sempat belum memperoleh tempat di tenda Mina. Bahkan sekitar 150 jemaah terpaksa akan dipindahkan ke rumah sakit karena tidak mendapatkan tempat bermalam.
“Bayangkan tiga hari mereka tidak mendapatkan tempat. Kalau hanya tidak dapat tempat duduk dan tidur, itu pun sebenarnya sudah tidak layak. Tapi ini 150 orang bahkan tidak kebagian tenda,” ujar Muslim Ayub kepada Parlementaria di Pemondokan Jemaah Indonesia di Mina, Makkah, Arab Saudi.
Baca Juga: 15 Ucapan Semoga Menjadi Haji Mabrur bagi Orang yang Pulang dari Tanah Suci
Ia menegaskan bahwa pemindahan ke rumah sakit yang berjarak 16 kilometer dari Mina bukanlah solusi yang manusiawi, terutama bagi jemaah lanjut usia.
“Di situ orang tua yang sudah umur di atas 70 tahun. Tidak mungkin mereka jalan kaki pulang balik. Ini bukan soal teknis semata, tapi soal nyawa dan keselamatan,” tegasnya.
Selain persoalan pemondokan, Muslim juga menyoroti kekacauan sistem penempatan tenda yang menurutnya berlangsung tanpa koordinasi yang jelas dan bersifat tidak adil antarprovinsi.
“Penempatannya tidak beraturan. Jemaah Jawa Barat bisa masuk ke tenda wilayah Maluku, dan sebaliknya. Jemaah Aceh pun tersebar ke mana-mana. Ini mengacaukan logistik, layanan, dan pendampingan,” jelasnya.
Tak hanya itu, ia juga mengkritik sikap perusahaan penyedia layanan haji (syarikat) asal Arab Saudi yang dinilai lepas tangan atas persoalan ini.
“Syarikat tidak bertanggung jawab. Bahkan ada yang mogok tidak mengangkut jemaah. Ini harus ada kejelasan siapa yang bertanggung jawab,” kata Muslim.
Sistem konsumsi pun menjadi sorotan tajam. Muslim menyebutkan distribusi makanan tidak jelas dan berantakan.
Baca Juga: Kisah Ustaz Yahya Waloni: Masuk Islam hingga Meninggal saat Khutbah
“Makan juga tidak jelas. Sistemnya amburadul. Ini harus menjadi bahan evaluasi besar bagi pelaksanaan haji tahun depan,” jelasnya.
Muslim Ayub mendesak Kementerian Agama untuk segera mengambil langkah konkret dan menyelamatkan jemaah yang terlantar, terutama dari Aceh.
“Kalau ini terus dibiarkan, siapa yang bertanggung jawab jika ada jemaah yang jatuh sakit atau lebih parah? Ini tidak bisa didiamkan. Harus ada evaluasi menyeluruh agar tidak terulang di tahun 2026,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Amanda Rigby Umur Berapa? Ini Profil, Pendidikan dan Kariernya
- 2Kalender Jawa 18 September 2026: Watak Weton Jumat Pon, Bijak dan Mudah Bergaul
- 3Persija Banding Sanksi Komdis PSSI, 2 Larangan Laga Kandang Jadi Sorotan
- 4Prediksi Skor Brentford vs Chelsea 19 September 2026: Duel Ketat, Apakah Akan Berakhir Imbang?
- 5Gara-gara Kembang Api di Hotel Pemain Persib, Persija Disanksi Tak Gelar 2 Laga di Kandang
- 6Kenapa Thailand Ingin Berantas Ikan Nila Hitam? Ini 5 Alasannya
- 7FIFA ASEAN Cup: PSSI Rilis 23 Pemain Timnas Indonesia, Jay Idzes dan Beckham Putra Absen
- 8Prediksi Skor Juventus vs NEC Nijmegen 18 September 2026: Siapa yang Akan Menang?
- 9Dana Reses dari Fee Percepatan Haji, BAP Gus Alex Ungkap Permintaan Pimpinan Komisi VIII
- 10PAN Potong Gaji Anggota Dewan, Rp8 Miliar Terkumpul untuk Bantu Korban Bencana









