Akurat Logo

Tata Cara Sholat Istisqa, Ibadah Meminta Hujan yang Manjur dan Mustajab

Lufaefi | 19 September 2026, 06:51 WIB
Tata Cara Sholat Istisqa, Ibadah Meminta Hujan yang Manjur dan Mustajab
Tata Cara Shalat Istisqa - Pixabay

AKURAT.CO Ketika hujan tak kunjung turun dan kekeringan berlangsung cukup lama, umat Islam memiliki ibadah khusus untuk memohon pertolongan Allah SWT, yakni salat istisqa.

Salat istisqa merupakan salat yang dikerjakan untuk memohon kepada Allah SWT agar menurunkan hujan yang bermanfaat. Ibadah ini menjadi salah satu bentuk ikhtiar spiritual ketika masyarakat menghadapi kekeringan dan membutuhkan air.

Dalam Al-Qur'an, hujan disebut sebagai salah satu bentuk rahmat Allah SWT. Allah berfirman:

وَهُوَ الَّذِي يُنَزِّلُ الْغَيْثَ مِنْ بَعْدِ مَا قَنَطُوا وَيَنْشُرُ رَحْمَتَهُ

“Dan Dialah yang menurunkan hujan setelah mereka berputus asa dan menyebarkan rahmat-Nya.” (QS. Asy-Syura: 28).

Lantas, bagaimana tata cara salat istisqa?

Secara umum, salat istisqa dilakukan sebanyak dua rakaat dan dilaksanakan secara berjamaah. Pelaksanaannya memiliki sejumlah kesamaan dengan salat Id, meskipun terdapat beberapa perbedaan dalam teknis dan khutbahnya.

Baca Juga: Doa Meminta Hujan, agar Terhindar dari Kekeringan Panjang

Berikut tata cara salat istisqa secara umum.

  1. Memperbanyak istigfar dan amal kebaikan

Sebelum melaksanakan salat istisqa, umat Islam dianjurkan memperbanyak istigfar, doa, sedekah, dan amal kebajikan.

Hal ini berkaitan dengan anjuran Al-Qur'an mengenai istigfar yang dikaitkan dengan turunnya hujan dan bertambahnya karunia Allah.

Allah SWT berfirman:

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا ۝ يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا

“Maka aku berkata kepada mereka, ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sungguh, Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu.’” (QS. Nuh: 10–11).

  1. Melaksanakan salat dua rakaat

Salat istisqa dilaksanakan dua rakaat secara berjamaah.

Pada rakaat pertama, imam melakukan takbiratul ihram, kemudian dilanjutkan dengan beberapa takbir sebagaimana yang dikenal dalam pelaksanaan salat Id menurut tata cara yang diikuti.

Setelah membaca Al-Fatihah dan surah, imam melanjutkan dengan rukuk, iktidal, sujud, duduk di antara dua sujud, kemudian berdiri untuk rakaat kedua.

Pada rakaat kedua, dilakukan takbir sebagaimana ketentuan yang digunakan dalam salat istisqa menurut mazhab atau tuntunan fikih yang diikuti, kemudian membaca Al-Fatihah dan surah, dilanjutkan dengan rukuk hingga salam.

Terdapat perbedaan pendapat ulama mengenai jumlah dan posisi takbir tambahan dalam salat istisqa. Karena itu, pelaksanaannya dapat mengikuti tata cara yang ditetapkan oleh imam atau ulama setempat.

  1. Membaca khutbah setelah salat

Salah satu ciri salat istisqa adalah adanya khutbah yang berisi nasihat dan doa memohon hujan.

Dalam sejumlah tuntunan fikih, khutbah istisqa dilakukan setelah salat, meskipun terdapat perbedaan pendapat ulama mengenai posisi khutbah.

Isi khutbah dapat mengingatkan jamaah untuk memperbanyak istigfar, bertobat, memperbaiki hubungan dengan Allah, serta memperbaiki hubungan dengan sesama manusia.

  1. Memperbanyak doa meminta hujan

Setelah atau dalam rangkaian khutbah, imam dan jamaah memperbanyak doa agar Allah SWT menurunkan hujan yang membawa manfaat.

Salah satu doa yang dapat dibaca:

اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا

“Ya Allah, berilah kami pertolongan dengan menurunkan hujan. Ya Allah, berilah kami pertolongan dengan menurunkan hujan. Ya Allah, berilah kami pertolongan dengan menurunkan hujan.”

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi