Apakah Orang Tua Bisa Disebut Durhaka kepada Anaknya? Ini Perspektif Islam

AKURAT.CO Dalam Islam, hubungan antara orang tua dan anak tidak hanya didasarkan pada kewajiban anak untuk menghormati orang tua, tetapi juga tanggung jawab orang tua terhadap anak-anaknya.
Meski istilah "durhaka" sering dilekatkan pada perilaku anak yang tidak berbakti kepada orang tua, pertanyaan tentang apakah orang tua juga dapat disebut durhaka kepada anak menjadi relevan ketika kita menelaah tanggung jawab yang diamanatkan Allah SWT kepada mereka.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا
“Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.”
(QS. At-Tahrim: 6)
Ayat ini menunjukkan bahwa tanggung jawab orang tua tidak hanya sebatas mencukupi kebutuhan duniawi anak-anaknya, tetapi juga mencakup upaya menjaga mereka dari kebinasaan akhirat.
Orang tua memiliki amanah besar untuk mendidik anak-anaknya agar menjadi insan bertakwa. Jika orang tua lalai dalam mendidik, melalaikan, atau bahkan menjerumuskan anak dalam keburukan, maka mereka bisa dianggap melakukan pengkhianatan terhadap amanah Allah SWT.
Rasulullah SAW bersabda:
كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْؤُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ
“Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dipimpinnya.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Baca Juga: Klaim Saldo Dana Gratis, Apakah Uangnya Halal dalam Pandangan Islam?
Hadis ini mempertegas bahwa orang tua akan dimintai pertanggungjawaban atas bagaimana mereka mendidik dan memperlakukan anak-anaknya.
Kelalaian orang tua dalam menjalankan tugas ini dapat menjadi bentuk "kedurhakaan" kepada anak.
Salah satu bentuk kedurhakaan orang tua kepada anak adalah mengabaikan pendidikan agama dan akhlak. Rasulullah SAW bersabda:
مَا نَحَلَ وَالِدٌ وَلَدَهُ أَفْضَلَ مِنْ أَدَبٍ حَسَنٍ
“Tidak ada pemberian orang tua kepada anaknya yang lebih baik daripada akhlak yang baik.” (HR. Tirmidzi)
Hadis ini menegaskan bahwa memberikan pendidikan akhlak yang baik adalah salah satu bentuk kasih sayang tertinggi dari orang tua kepada anak.
Jika orang tua hanya berfokus pada memenuhi kebutuhan materi tanpa memberikan pendidikan akhlak dan agama, mereka telah gagal memberikan bekal terbaik kepada anak-anaknya.
Selain itu, berlaku tidak adil kepada anak-anak juga dapat dianggap sebagai bentuk kedurhakaan. Ketidakadilan dalam memberikan perhatian, kasih sayang, atau materi dapat menimbulkan rasa sakit hati dan kebencian di antara anak-anak. Rasulullah SAW bersabda:
اعْدِلُوا بَيْنَ أَوْلَادِكُمْ فِي الْعَطِيَّةِ
“Berlaku adillah terhadap anak-anakmu dalam pemberian.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Ketidakadilan ini tidak hanya melukai hati anak-anak, tetapi juga dapat menciptakan ketidakharmonisan dalam keluarga.
Islam mengajarkan bahwa keadilan adalah prinsip utama dalam segala aspek kehidupan, termasuk hubungan antara orang tua dan anak.
Kekerasan fisik atau verbal juga termasuk dalam bentuk kedurhakaan orang tua terhadap anak. Rasulullah SAW menegaskan pentingnya kasih sayang kepada anak dalam sabdanya:
لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَمْ يَرْحَمْ صَغِيرَنَا
“Bukan termasuk golongan kami orang yang tidak menyayangi anak-anak kami.”
(HR. Ahmad dan Abu Dawud)
Orang tua yang sering berkata kasar atau melakukan kekerasan fisik kepada anak akan merusak hubungan emosional mereka dan bisa menyebabkan trauma psikologis. Hal ini bertentangan dengan ajaran Islam yang menjunjung tinggi kasih sayang dalam keluarga.
Baca Juga: Live Draw Toto Macau 4D, Kenapa Dinilai Haram dalam Islam?
Dengan demikian, kedurhakaan dalam Islam tidak hanya berlaku dari anak kepada orang tua, tetapi juga sebaliknya.
Orang tua yang tidak memenuhi tanggung jawabnya, baik dalam hal pendidikan agama, keadilan, maupun kasih sayang, dapat dianggap melakukan kedurhakaan kepada anak.
Islam mengajarkan bahwa hubungan antara orang tua dan anak harus didasarkan pada saling memenuhi hak dan kewajiban, sehingga tercipta keluarga yang harmonis dan diridhai Allah SWT. Wallahu a‘lam bishawab.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 2Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 3Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 6Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 7Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 8Kalender Jawa 23 September 2026: Watak Weton Rabu Pon Dikenal Cerdas dan Mudah Bergaul
- 9Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla
- 10Aliran Dana Rp3,5 Miliar Waskita Karya ke Mantan Ketum Hipmi Akbar Himawan Sudah Masuk Gelar Perkara KPK






