Akurat

5 Cara agar Anak Sukses dalam Pendidikan dalam Perspektif Islam

Fajar Rizky Ramadhan | 25 Juli 2025, 11:23 WIB
5 Cara agar Anak Sukses dalam Pendidikan dalam Perspektif Islam

AKURAT.CO Setiap orang tua pasti menginginkan anaknya sukses dalam pendidikan. Bukan hanya cerdas secara akademik, tetapi juga matang secara akhlak, spiritual, dan tanggung jawab sosial.

Dalam Islam, pendidikan bukan sekadar soal nilai atau ijazah, melainkan proses pembentukan karakter dan keimanan sejak dini. Maka kesuksesan pendidikan dalam Islam tak bisa dilepaskan dari nilai-nilai ruhiyah, adab, dan tauhid.

Berikut lima cara agar anak sukses dalam pendidikan menurut pandangan Islam:

1. Mulai dengan Niat yang Lurus dan Doa yang Tulus

Segala amal dalam Islam dimulai dari niat. Pendidikan anak harus diniatkan sebagai jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah, bukan sekadar mengejar dunia. Tanamkan pula pada anak bahwa belajar adalah bentuk ibadah.

Orang tua dianjurkan untuk terus mendoakan anak, karena doa orang tua sangat mustajab. Nabi Ibrahim pun berdoa, “رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ” (Ya Rabb, anugerahkanlah kepadaku keturunan yang saleh). (QS. Ash-Shaffat: 100)

2. Ajarkan Tauhid Sejak Dini sebagai Fondasi Ilmu

Tauhid adalah dasar utama pendidikan Islam. Anak yang mengenal Allah sejak kecil akan tumbuh dengan hati yang tunduk dan akhlak yang lurus. Pendidikan yang hebat tanpa mengenal Allah bisa kehilangan arah.

Dalam QS. Luqman: 13, Luqman menasihati anaknya, “يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ” (Wahai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah. Sesungguhnya mempersekutukan Allah adalah kezaliman yang besar). Inilah pelajaran dasar yang harus melekat sebelum pelajaran lainnya.

Baca Juga: 5 Tips Efektif agar Anak Tidak Kecanduan Gadget dalam Perspektif Islam

3. Bangun Kebiasaan Belajar dan Disiplin Sejak Kecil

Islam sangat menghargai ilmu dan usaha. Rasulullah ﷺ bersabda, “طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ” (Menuntut ilmu itu wajib atas setiap Muslim). Maka, biasakan anak untuk disiplin belajar, membaca, dan mencari ilmu, baik formal maupun nonformal. Sediakan waktu belajar yang teratur di rumah dan beri contoh dari kebiasaan orang tua yang juga mencintai ilmu.

4. Dekatkan Anak dengan Al-Qur’an dan Ilmu Agama

Ilmu dunia penting, tapi ilmu agama adalah kompas hidup. Anak yang sejak kecil akrab dengan Al-Qur’an, shalat, doa, dan kisah para nabi, akan memiliki nilai-nilai moral yang kuat. Rasulullah bersabda, “خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ” (Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya). Al-Qur’an tidak hanya membentuk keimanan, tetapi juga kecerdasan emosi, logika, dan akhlak.

5. Bangun Lingkungan Rumah yang Mendukung dan Penuh Cinta

Rumah adalah madrasah pertama bagi anak. Suasana rumah yang kondusif, saling menghargai, dan jauh dari konflik akan memberi anak ketenangan dalam belajar. Orang tua perlu menciptakan budaya dialog, saling mendengar, dan memberikan pujian yang membangun.

Rasulullah sendiri dikenal sangat lembut kepada anak-anak dan selalu memuliakan mereka dengan kata-kata yang baik. Anak yang tumbuh dalam cinta dan pengertian akan memiliki kepercayaan diri yang tinggi dalam mengejar ilmu.

Baca Juga: Apa itu Ormas PWI LS, yang Bentrok dengan FPI?

Pendidikan dalam Islam adalah proses panjang yang dimulai dari rumah, dilandasi dengan tauhid, dibangun dengan disiplin, dan dipelihara dengan cinta. Orang tua adalah kunci utama dalam membuka pintu keberhasilan anak. Dengan menerapkan nilai-nilai Islam dalam pendidikan, anak tidak hanya sukses di dunia, tapi juga siap menjadi insan mulia di akhirat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.