Perbedaan Hamas Dan Fatah, Dua Kelompok Yang Sama-sama Memperjuangkan Kemerdekaan Palestina

AKURAT.CO - Perbedaan Hamas dan Fatah, yang merupakan dua kelompok pejuang Palestina sangat mencolok.
Perbedaan Antara Hamas dan Fatah, ialah dua kelompok politik yang memiliki peran penting dalam konflik Israel-Palestina.
Meskipun keduanya memiliki tujuan yang serupa untuk mendirikan negara Palestina, terdapat perbedaan signifikan dalam pendekatan, sejarah, dan strategi politik masing-masing.
Baca Juga: Profil Organisasi Politik Fatah, Gerakan Pembebasan Nasional Palestina Di Luar Hamas
Sejarah dan Asal Usul:
Hamas:
Didirikan pada tahun 1987 sebagai respons terhadap pendudukan Israel di Jalur Gaza dan Tepi Barat.
Bersumber dari gerakan atau kelompok Ikhwanul Muslimin.
Fatah:
Didirikan pada tahun 1959 oleh Yasser Arafat dan kawan-kawannya.
Merupakan organisasi pembebasan nasional dan awalnya lebih bersifat sekuler.
Pendekatan Politik:
Hamas:
Mengusung ideologi Islam yang konservatif.
Mempertahankan pendekatan perlawanan bersenjata terhadap Israel.
Memiliki dukungan kuat dari kelompok-kelompok Islam di Timur Tengah.
Fatah:
Awalnya cenderung sekuler, meskipun lebih recentralized pada identitas Islam.
Historically, menggunakan kombinasi diplomasi dan perlawanan bersenjata dalam upaya meraih kemerdekaan Palestina.
Pemerintahan Lokal:
Hamas:
Memerintah di Jalur Gaza sejak tahun 2007 setelah mengusir Fatah dalam konflik internal.
Memiliki pemerintahan yang lebih otoriter dan bersifat Islamis.
Baca Juga: 5 Perbedaan Hamas Dan ISIS, Awas Jangan Samakan Pejuang Palestina Dengan Kelompok Teroris
Fatah:
Dominan di Tepi Barat dan menguasai Otoritas Palestina.
Memegang kendali atas wilayah yang lebih moderat dan bersifat sekuler.
Hubungan dengan Israel:
Hamas:
Menolak mengakui eksistensi Israel.
Kerap terlibat dalam konflik langsung dan serangan terhadap Israel.
Fatah:
Mengakui hak eksistensi Israel dan mendukung solusi dua negara.
Lebih terbuka terhadap negosiasi diplomatik.
Dukungan Internasional:
Hamas:
Mayoritas mendapat dukungan dari Iran dan kelompok-kelompok Islam di wilayah Timur Tengah.
Fatah:
Lebih banyak mendapatkan dukungan dari negara-negara Barat dan memiliki hubungan diplomatik dengan beberapa negara.
Meskipun perbedaan ini memberikan gambaran umum, penting untuk diingat bahwa dinamika politik di wilayah tersebut terus berkembang, dan posisi keduanya dapat berubah seiring waktu.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Unggah Video Veda Ega Pratama Salip David Munoz, Akun Resmi MotoGP 'Diserbu' Netizen
- 2Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 3Komposisi Pemain Asing Persija Belum Penuh, Manajer Minta Soal Skuad Percayakan ke Shin Tae-yong
- 4Diduga Singgung Status Pendatang Shin Tae-yong, Direktur Teknik Java United Lakukan Rasisme?
- 5Kalender Jawa 21 September 2026: Watak Weton Senin Legi, Sopan dan Mudah Bergaul
- 6Bantah Tuduhan Konspirasi Wasit, Presiden La Liga Sebut Real Madrid Hidup di 'Dunia Lain'
- 7Asian Games: Pebulutangkis Juara Dunia Junior Thailand Dinyatakan Positif Doping
- 8Jose Mourinho Tunjukkan Gambar Pelanggaran, Babak Baru Perang Real Madrid dan Wasit?
- 9Prabowo Perkuat Industri Tekstil, Lindungi Jutaan Pekerja dan Produk Nasional
- 10Utang BLBI Warisan 98 Lunas, Menkeu: Presiden Prabowo Sambut Baik Penyelesaian Ini









