Akurat

Waspada Rabies! Ini Tanda-Tanda Anjing Terinfeksi dan Cara Mengatasinya

Redaksi Akurat | 9 Februari 2026, 15:22 WIB
Waspada Rabies! Ini Tanda-Tanda Anjing Terinfeksi dan Cara Mengatasinya

AKURAT.CO Penyakit rabies adalah musuh tersembunyi bagi hewan peliharaan dan manusia. Jika Anjing kesayangan Anda menunjukkan perubahan perilaku yang tiba-tiba, produksi air liur berlebih, atau bahkan kejang, kemungkinan itu adalah gejala rabies. Artikel ini membahas ciri-ciri anjing terkena rabies, bagaimana penularannya, serta langkah pencegahan yang perlu dilakukan.

Rabies merupakan penyakit akut yang disebabkan oleh virus rabies yang menyerang sistem saraf pusat pada hewan berdarah panas dan manusia. Virus ini biasanya menular melalui gigitan, cakaran, atau air liur hewan yang sudah terinfeksi.

 Baca Juga: Anjing yang Gigit Bocah 7 Tahun di Jaksel Dikarantina untuk Observasi Rabies

Ciri-ciri Anjing yang Terkena Rabies

Berikut ini merupakan ciri-ciri anjing yang terkena rabies:

  1. Perubahan Perilaku
  • Anjing menjadi gelisah, takut, sulit dikendalikan, atau bahkan sangat agresif terhadap manusia atau hewan lain.
  • Sebaliknya, ada juga anjing yang justru menjadi sangat pendiam, menyendiri, atau tampak lemas.
  • Contohnya anjing yang biasanya jinak tiba-tiba menggonggong parau, atau tidak menurut perintah majikan.
  1. Produksi Air Liur Berlebih & Mulut Berbusa
  • Kelumpuhan otot di sekitar rahang dan tenggorokan membuat anjing sulit menelan sehingga air liur banyak keluar.
  • Mulutnya bisa terlihat berbusa atau liurnya menetes terus menerus.
  1. Kesulitan Makan & Minum
  • Anjing mungkin enggan makan/minum, atau kesulitan melakukan aktivitas karena gangguan saraf.
  • Terkadang muncul gejala muntah atau tidak mau menyentuh makanan/minuman.
  1. Susah Berjalan/Kelumpuhan
  • Saat virus sudah menyerang saraf motorik, anjing bisa mengalami kelumpuhan mulai dari rahang hingga kaki belakang.
  • Kesulitan berjalan, tubuh tampak kaku atau menyeret kaki adalah tanda yang jelas.
  1. Sensitivitas Terhadap Cahaya dan Suara
  • Anjing bisa menjadi sangat sensitif terhadap suara keras dan cahaya terang.
  • Beberapa anjing memilih bersembunyi di tempat gelap dan sepi.
  1. Demam, Kejang, Perubahan Suara
  • Demam sering muncul sebagai respons tubuh terhadap infeksi.
  • Suara gonggongan bisa berubah menjadi parau atau bahkan tidak ada suara karena kelumpuhan otot tenggorokan.
  • Kejang-kejang dan tremor dapat terjadi saat penyakit sudah lebih lanjut.

 Baca Juga: 7 Tips Merawat Kucing Agar Terhindar Dari Rabies

Penularan & Risiko

Berikut ini merupakan tanda penularan dan risiko rabies:

  1. Virus rabies menular melalui gigitan, cakaran, air liur hewan yang sudah terinfeksi.
  2. Gejala rabies bisa muncul dalam rentang waktu yang cukup lama, yakni sekitar 30-90 hari setelah gigitan pada manusia, dan pada hewan bisa lebih cepat terutama jika gigitan dekat kepala atau leher.
  3. Anjing merupakan salah satu pembawa utama virus rabies, penting bagi pemilik hewan untuk waspada dan melakukan pencegahan.

Pencegahan & Apa yang Harus Dilakukan

  1. Pencegahan
  • Pastikan anjing peliharaan mendapatkan vaksin rabies secara rutin sesuai jadwal.
  • Hindari kontak dengan hewan liar atau anjing/kelompok hewan yang tidak diketahui status vaksinasinya.
  • Jangan biarkan anjing peliharaan berkeliaran bebas jika status vaksinasinya belum diketahui.
  1. Pertolongan Pertama Jika Terkena Gigitan
  • Cuci luka gigitan atau cakaran dengan air bersih mengalir+sabun selama 10-15 menit.
  • Setelah dibersihkan, oleskan antiseptik.
  • Segera ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan vaksin pasca pajanan atau serum jika diperlukan.

Mengenali ciri-ciri anjing yang terinfeksi rabies sejak dini bisa menyelamatkan nyawa hewan peliharaan maupun manusia di sekitarnya.

Jika infeksi sudah menyentuh otak atau saraf pusat, maka akan sulit disembuhkan.

Jadi, perubahan perilaku, air liur berlebih, kesulitan menelan atau berjalan, hingga kejang harus segera dianggap serius.

Pastikan hewan peliharaan Anda telah divaksinasi dan selalu awasi interaksinya dengan hewan lain.

Marina Yeremin Sindika Sari (Magang)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.