Kenapa Perut Terasa Perih Saat Telat Makan? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya
AKURAT.CO Perut terasa perih saat telat makan adalah keluhan yang sering dianggap sepele, padahal bisa menjadi sinyal bahwa sistem pencernaan sedang tidak baik-baik saja. Rasa perih ini biasanya muncul di bagian ulu hati, disertai sensasi panas, nyeri, atau tidak nyaman, terutama ketika waktu makan tertunda terlalu lama.
Banyak orang mengalaminya saat sibuk bekerja, lupa makan, atau sengaja menunda makan karena aktivitas padat.
Jika dibiarkan terus-menerus, kebiasaan telat makan bukan hanya memicu rasa perih sesaat, tetapi juga dapat berdampak buruk bagi kesehatan lambung dalam jangka panjang.
Untuk memahami kondisi ini, penting mengetahui apa yang sebenarnya terjadi di dalam tubuh ketika perut dibiarkan kosong terlalu lama. Berikut penyebab kenapa perut terasa perih saat telat makan.
Baca Juga: Menyusui Anak, Tata Janeeta Ngeluh Perih
Produksi Asam Lambung Tetap Berjalan Meski Tidak Makan
Salah satu penyebab utama perut terasa perih saat telat makan adalah karena asam lambung tetap diproduksi meskipun tidak ada makanan yang masuk.
Secara alami, lambung memproduksi asam untuk membantu proses pencernaan. Namun ketika perut kosong, asam lambung tidak memiliki makanan untuk dicerna sehingga dapat mengiritasi dinding lambung.
Iritasi inilah yang menimbulkan rasa perih, nyeri, atau seperti terbakar di perut.
Lambung Berkontraksi Lebih Kuat Saat Kosong
Saat tidak mendapat asupan makanan dalam waktu lama, lambung akan melakukan kontraksi lebih kuat sebagai sinyal lapar. Kontraksi ini bisa terasa seperti kram atau nyeri di ulu hati.
Pada sebagian orang, kontraksi lambung yang berlebihan dapat memicu rasa perih yang cukup mengganggu, terutama jika pola makan sehari-hari tidak teratur.
Telat Makan Bisa Memicu Maag dan Gangguan Pencernaan
Kebiasaan telat makan dapat meningkatkan risiko maag, gastritis, dan gangguan pencernaan lainnya. Pola makan yang tidak teratur membuat kerja lambung menjadi tidak stabil, sehingga produksi asam lambung sulit dikontrol.
Akibatnya, dinding lambung lebih mudah mengalami peradangan. Jika kondisi ini sering terjadi, rasa perih tidak hanya muncul saat perut kosong, tetapi juga setelah makan.
Kadar Gula Darah Menurun
Selain berpengaruh pada lambung, telat makan juga dapat menyebabkan penurunan kadar gula darah. Kondisi ini membuat tubuh terasa lemas, pusing, dan dapat memicu stres pada sistem tubuh, termasuk sistem pencernaan. Respons stres tersebut bisa memperparah produksi asam lambung dan memperkuat rasa perih di perut.
Perbedaan Perut Perih karena Lapar dan Penyakit Lambung
Perut perih karena telat makan umumnya akan mereda setelah makan atau mengonsumsi camilan ringan. Namun, jika rasa perih sering muncul, berlangsung lama, atau disertai gejala lain seperti mual berlebihan, muntah, atau nyeri hebat, kondisi ini bisa mengarah pada gangguan lambung yang lebih serius dan tidak boleh diabaikan.
Baca Juga: Sering Telat Makan ya? Itu Tidak Baik Bagi Kesehatan
Cara Mencegah Perut Perih Akibat Telat Makan
Untuk menghindari perut perih karena telat makan, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan, seperti:
- Makan secara teratur setiap 3–4 jam
- Mengonsumsi porsi kecil namun sering
- Menghindari makanan terlalu pedas, asam, dan berlemak saat perut kosong
- Menyediakan camilan sehat sebagai pengganjal saat belum sempat makan
- Mengelola stres dan istirahat yang cukup
Perut terasa perih saat telat makan terjadi karena penumpukan asam lambung, kontraksi lambung yang meningkat, serta gangguan keseimbangan sistem pencernaan. Meski sering dianggap ringan, kebiasaan telat makan dapat berdampak buruk jika dilakukan terus-menerus.
Oleh karena itu, menjaga pola makan teratur adalah kunci utama untuk melindungi kesehatan lambung dan mencegah rasa perih yang mengganggu.
Vania Tri Yuniar (Magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









