Akurat

Sering Terbangun Saat Hujan Deras di Malam Hari? Ini Penyebab yang Jarang Disadari

Redaksi Akurat | 11 Februari 2026, 14:37 WIB
Sering Terbangun Saat Hujan Deras di Malam Hari? Ini Penyebab yang Jarang Disadari

AKURAT.CO Hujan deras sering kali identik dengan suasana sejuk dan tenang yang dianggap cocok untuk tidur. Namun, pada sebagian orang, hujan justru membuat tidur menjadi tidak nyenyak dan menyebabkan sering terbangun di tengah malam. Kondisi ini kerap dialami tanpa disadari penyebab pastinya, sehingga dianggap sebagai hal yang wajar.

Padahal, sering terbangun saat hujan deras bukan sekadar kebetulan.

Ada berbagai faktor yang memengaruhinya, mulai dari perubahan cuaca, respons tubuh terhadap suara, hingga kondisi psikologis seperti stres dan kecemasan.

Jika terjadi berulang, gangguan tidur ini bisa berdampak pada kualitas istirahat dan kesehatan secara keseluruhan.

 Baca Juga: Jakarta Berpotensi Hujan Deras hingga 26 Mei, Pramono Pastikan Infrastruktur Banjir Siap Tempur

Perubahan Tekanan Udara dan Cuaca

Saat hujan deras, biasanya terjadi penurunan tekanan udara dan perubahan suhu lingkungan. Tubuh manusia cukup sensitif terhadap perubahan ini, terutama saat sedang tidur.

Penurunan tekanan udara dapat memengaruhi sistem saraf dan pernapasan, sehingga membuat tidur menjadi lebih ringan dan mudah terbangun.

Selain itu, suhu yang mendadak lebih dingin atau kelembapan yang meningkat saat hujan juga bisa membuat tubuh tidak berada pada kondisi ideal untuk tidur nyenyak. Akibatnya, otak lebih mudah terangsang dan seseorang pun terbangun di tengah malam.

Suara Hujan, Petir, dan Angin yang Mengganggu

Hujan deras sering disertai suara keras, seperti air hujan yang menghantam atap, angin kencang, hingga petir. Suara-suara ini dapat memicu respons siaga pada otak, terutama bagi orang yang sensitif terhadap suara.

Meskipun terdengar sepele, suara mendadak dan berulang bisa membuat otak tetap waspada dan mengganggu fase tidur dalam.

Pada beberapa orang, suara hujan justru terasa menenangkan. Namun bagi yang memiliki ambang sensitivitas tinggi, suara tersebut dapat menjadi pemicu terbangun secara refleks, bahkan berkali-kali dalam satu malam.

Faktor Psikologis: Cemas, Takut, dan Trauma

Rasa cemas juga berperan besar dalam gangguan tidur saat hujan deras. Ada orang yang merasa tidak aman ketika hujan turun, terutama jika hujan dikaitkan dengan risiko banjir, petir, atau pengalaman buruk di masa lalu. Perasaan ini membuat pikiran sulit rileks meski tubuh sedang lelah.

Pada kondisi tertentu, ketakutan berlebihan terhadap hujan bisa memicu kecemasan yang terus aktif selama tidur.

Otak menjadi lebih siaga terhadap suara dan perubahan sekitar, sehingga tidur menjadi dangkal dan mudah terbangun.

Stres dan Kondisi Emosional yang Tidak Stabil

Stres yang menumpuk juga dapat memperburuk kualitas tidur, termasuk saat hujan deras. Ketika seseorang sedang mengalami tekanan mental, tubuh cenderung berada dalam mode siaga.

Hujan dengan segala perubahan dan suaranya bisa menjadi pemicu tambahan yang membuat otak sulit mempertahankan tidur nyenyak.

Kondisi emosional yang tidak stabil sering membuat seseorang lebih sensitif terhadap rangsangan dari luar, termasuk cuaca.

Inilah sebabnya orang yang sedang stres cenderung lebih sering terbangun di malam hari.

Pengaruh Ritme Tidur dan Hormon

Hujan deras biasanya membuat lingkungan menjadi lebih gelap dan lembap. Kondisi ini memengaruhi produksi hormon tidur seperti melatonin. Meski melatonin membantu tubuh mengantuk, perubahan yang terlalu cepat bisa mengganggu ritme tidur alami.

Ketika ritme tidur terganggu, tubuh lebih mudah terbangun meski sebelumnya sudah tertidur lelap. Apalagi jika gangguan tersebut disertai suara keras atau perubahan suhu secara tiba-tiba.

Baca Juga: Cuaca Seminggu ke Depan Diprediksi Hujan Deras, Ini Doa Selamat dari Musibah dan Berbagai Penyakit

Lingkungan Tidur yang Kurang Mendukung

Faktor terakhir yang sering diabaikan adalah kondisi kamar tidur. Ventilasi yang buruk, kelembapan berlebih, suhu terlalu dingin, atau suara hujan yang masuk tanpa peredam dapat memperburuk kualitas tidur.

Lingkungan yang tidak nyaman membuat tubuh sulit mempertahankan tidur dalam jangka waktu lama.

Sering terbangun saat hujan deras bisa disebabkan oleh kombinasi faktor fisik, psikologis, dan lingkungan.

Perubahan cuaca, suara hujan, kecemasan, stres, hingga kondisi kamar tidur berperan dalam mengganggu kualitas tidur.

Jika hal ini sering terjadi dan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, penting untuk memperbaiki pola tidur dan mengelola stres agar tubuh bisa beristirahat dengan optimal.

Vania Tri Yuniar (Magang)

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.