Akurat

Apa Itu Impostor Syndrome? Kenali Gejala, Penyebab, hingga Cara Mengatasinya

Eko Krisyanto | 3 Februari 2026, 19:29 WIB
Apa Itu Impostor Syndrome? Kenali Gejala, Penyebab, hingga Cara Mengatasinya

AKURAT.CO Apakah kamu pernah merasa tidak pantas mendapatkan kesuksesan yang sudah diraih, padahal orang lain menganggap kamu sangat kompeten? Jika iya, mungkin kamu mengalami Impostor Syndrome, fenomena psikologis yang membuat seseorang meragukan kemampuan pribadi dan merasa semua pencapaian hanyalah keberuntungan semata.

Impostor Syndrome merupakan kondisi psikologis di mana seseorang merasa tidak layak atas pencapaian dan keberhasilannya sendiri meskipun ada bukti kuat yang menunjukkan kemampuan mereka.

Individu yang mengalami kondisi ini cenderung menganggap kesuksesan mereka sebagai hasil kebetulan atau keberuntungan, bukan hasil kerja keras atau kompetensi.

 Baca Juga: Kenali Apa Itu Impostor Sindrom Dan Cara Menghilangkannya!

Gejala Impostor Syndrome

  1. Sering meragukan kemampuan diri sendiri.
  2. Mengaitkan pencapaian dengan faktor luar seperti keberuntungan atau bantuan orang lain.
  3. Kesulitan menerima pujian atau mengakui keberhasilan.
  4. Perfeksionisme yang berlebihan.
  5. Takut gagal atau takut “ketahuan” sebagai penipu.

Penyebab Impostor Syndrome

  1. Lingkungan yang kompetitif, terutama di pendidikan atau pekerjaan baru.
  2. Perfeksionisme dan standar sangat tinggi terhadap diri sendiri.
  3. Pola asuh yang sangat menekankan prestasi, tetapi kurang memberi apresiasi pada proses.
  4. Perasaan berbeda atau tersaing, misalnya karena latar belakang sosial yang berbeda atau menjadi minoritas di lingkungan kerja.
  5. Dampak media sosial, di mana perbandingan terus menerus memperkuat perasaan tidak cukup baik.

Baca Juga: Ada 3 Jenis Perfeksionisme, Kamu yang Mana?

Cara Mengatasi Impostor Syndrome

1. Akui dan Pahami Perasaan Diri Sendiri

Sadari bahwa perasaan ini nyata terjadi, tetapi tidak selalu mencerminkan kenyataan. Menulis jurnal atau berbicara dengan orang terpercaya dapat membantu memahami asal perasaan ini.

2. Lawan Pikiran Negatif

Gunakan positive self-talk dan tantang pikiran tidak rasional dengan fakta, misalnya prestasi atau feedback positif yang pernah diterima.

3. Evaluasi Keberhasilan

Buat daftar pencapaian dan bukti konkret kemampuan diri untuk menjadi pengingat bahwa pencapaian tersebut bukan sekadar kebetulan.

4. Kurangi Perbandingan Diri dengan Orang Lain

Setiap orang memiliki perjalanan dan kekuatan yang berbeda. Fokus pada pertumbuhan diri sendiri.

5. Bicarakan Perasaan Diri

Membuka diri kepada sahabat, keluarga,atau profesional bisa mengurangi beban pikiran dan menunjukkan bahwa perasaan ini tidak hanya dialami sendirian.

6. Terima Umpan Balik dan Pujian

Belajar menerima pujian tanpa menyangkalnya bisa membantu melatih kepercayaan diri yang lebih sehat.

Pentingnya Mengatasi Impostor Syndrome

Impostor Syndrome dapat menghambat potensi seseorang, menimbulkan kecemasan, hingga menurunkan kualitas hidup dan produktivitas kerja jika dibiarkan terus-menerus.

Dengan menerapkan langkah-langkah di atas secara konsisten, individu dapat membangun kembali rasa percaya diri dan melihat keberhasilan sebagai hasil kemampuannya sendiri.

Impostor Syndrome bukan hanya sebuah perasaan biasa. Kondisi ini merupakan pola psikologis yang dialami banyak orang, terutama dalam lingkungan yang kompetitif dan bertekanan tinggi.

Namun dengan pemahaman, dukungan, dan strategi yang tepat, kamu dapat mulai mengubah narasi internal dari meragukan diri menjadi menghargai kemampuan kamu sendiri.

Marina Yeremin Sindika Sari (Magang

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
R