Akurat

Mengenal Pilihan Obat Diet dalam Proses Penurunan Berat Badan

Leo Farhan | 3 Februari 2026, 17:58 WIB
Mengenal Pilihan Obat Diet dalam Proses Penurunan Berat Badan

AKURAT.CO Sudah mencoba berbagai cara untuk menurunkan berat badan, mulai dari mengurangi porsi makan, mengikuti kelas olahraga, hingga mencoba tren diet yang sedang populer?

Namun, setelah dijalani beberapa waktu, hasil yang diperoleh sering kali tidak sebanding dengan usaha yang sudah dikeluarkan. Berat badan cenderung stagnan, tubuh terasa lebih cepat lelah, atau justru muncul keluhan lain yang membuat proses diet sulit dilanjutkan.

Kondisi ini menunjukkan bahwa penurunan berat badan bukan hanya soal asupan makanan, tetapi juga dipengaruhi oleh hormon, metabolisme, serta kebiasaan hidup jangka panjang.

Tanpa memahami faktor-faktor tersebut, cara menurunkan berat badan bisa terasa melelahkan dan tidak konsisten. Karena itu, diperlukan pendekatan yang lebih menyeluruh dan terarah, termasuk memahami peran obat diet dalam proses penurunan berat badan.

Obat diet umumnya bekerja dengan mekanisme yang berbeda-beda, tergantung tujuan dan kondisi tubuh penggunanya. Secara umum, terdapat obat yang berfungsi menekan nafsu makan, mengurangi penyerapan lemak atau kalori, serta membantu pengaturan metabolisme agar tubuh lebih efisien dalam menggunakan energi.

Efektivitas obat diet tidak bisa disamaratakan. Faktor usia, tingkat aktivitas, hingga kondisi kesehatan tertentu sangat memengaruhi respons tubuh terhadap suatu obat. Oleh karena itu, penggunaan obat diet tidak dianjurkan dilakukan secara sembarangan atau sekadar mengikuti tren.

Program Diet Halofit dengan Terapi Injeksi GLP-1

Seiring berkembangnya layanan kesehatan digital, program diet kini semakin mengedepankan pendekatan medis yang terstruktur. Salah satunya adalah Halofit, program manajemen berat badan di ekosistem Halodoc yang dirancang dengan pengawasan dokter dan ahli gizi klinis.

Dalam program Halofit, terapi injeksi GLP-1 dengan kandungan semaglutide dapat direkomendasikan dokter untuk kondisi tertentu. Semaglutide bekerja dengan membantu mengontrol nafsu makan, memperlambat pengosongan lambung, serta mendukung pengaturan metabolisme tubuh.

Terapi ini diberikan berdasarkan asesmen kesehatan awal dan pemantauan medis berkala. Selain terapi GLP-1, pengguna juga mendapatkan konsultasi dokter, meal plan personal dari ahli gizi, serta pendampingan selama program berlangsung.

Pendekatan terpadu ini menjadikan proses penurunan berat badan lebih terukur, aman, dan disesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing individu, sehingga tidak hanya berfokus pada hasil instan, tetapi juga keberlanjutan jangka panjang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.