Apakah GERD Bisa Menyebabkan Henti Jantung? Ini Penjelasan Medis Lengkapnya

AKURAT.CO Nyeri dada sering kali memicu kepanikan. Banyak orang langsung mengaitkannya dengan serangan jantung atau bahkan henti jantung mendadak. Namun, tidak sedikit juga yang ternyata mengalami GERD—kondisi pencernaan yang gejalanya bisa meniru gangguan jantung. Lantas, apakah GERD benar-benar bisa menyebabkan henti jantung?
Pertanyaan ini kerap muncul di mesin pencari dan media sosial. Artikel ini akan mengulas secara komprehensif apa itu GERD, perbedaan henti jantung dan serangan jantung, hingga bagaimana sains memandang hubungan keduanya—dengan bahasa yang mudah dipahami dan berbasis data medis.
Apa Itu GERD dan Mengapa Bisa Menyebabkan Nyeri Dada?
GERD atau Gastroesophageal Reflux Disease adalah penyakit kronis ketika asam lambung berulang kali naik ke kerongkongan (esofagus). Refluks ini memicu iritasi dinding esofagus dan menimbulkan keluhan khas seperti rasa terbakar di dada (heartburn), sensasi asam di mulut, nyeri ulu hati, hingga dada terasa tertekan.
Karena letak esofagus berada dekat dengan jantung, rasa sakit akibat GERD sering terasa di area yang sama dengan nyeri jantung. Inilah yang membuat banyak orang sulit membedakan keduanya—terutama saat gejala muncul tiba-tiba.
Henti Jantung dan Serangan Jantung: Dua Hal Berbeda
Sebelum membahas hubungannya dengan GERD, penting memahami bahwa henti jantung dan serangan jantung bukan kondisi yang sama.
Serangan jantung (heart attack atau acute myocardial infarction) terjadi ketika aliran darah ke otot jantung tersumbat, umumnya akibat plak di arteri koroner. Otot jantung kekurangan oksigen dan mulai rusak.
Henti jantung (cardiac arrest) adalah kondisi ketika jantung mendadak berhenti berdetak secara efektif, biasanya akibat gangguan irama jantung yang fatal. Seseorang bisa langsung kehilangan kesadaran dan berisiko meninggal jika tidak segera mendapat pertolongan.
Keduanya merupakan darurat medis, tetapi mekanismenya berbeda—dan inilah kunci untuk memahami posisi GERD dalam konteks kesehatan jantung.
Apakah GERD Bisa Menyebabkan Henti Jantung?
Jawaban Singkat: Tidak Secara Langsung
Mayoritas otoritas medis menyatakan bahwa GERD tidak menyebabkan serangan jantung maupun henti jantung secara langsung. Asam lambung yang naik ke kerongkongan tidak merusak otot jantung atau membuat jantung berhenti bekerja.
Dokter juga menegaskan bahwa rasa nyeri dada akibat refluks asam memang bisa menyerupai gejala gangguan jantung, tetapi itu bukan serangan jantung atau henti jantung yang sebenarnya.
Dengan kata lain, GERD bukan penyebab langsung jantung berhenti berdetak.
Baca Juga: Perbedaan GERD dan Maag Kronis yang Perlu Diketahui
Baca Juga: Pilihan Makanan Malam yang Aman untuk Penderita GERD
Studi Ilmiah: Ada Hubungan Statistik, Tapi Bukan Sebab-Akibat
Meski tidak menyebabkan secara langsung, sejumlah penelitian epidemiologis menemukan adanya hubungan antara GERD dan peningkatan risiko penyakit jantung.
Beberapa meta-analisis global melaporkan bahwa orang dengan GERD berat memiliki risiko serangan jantung sekitar 27 persen lebih tinggi dibanding mereka yang tidak mengalami GERD. Namun, para peneliti menekankan bahwa temuan ini bersifat asosiasi, bukan bukti bahwa GERD adalah pemicu utama gangguan jantung.
Sejumlah studi kohort juga menunjukkan bahwa penderita GERD sering memiliki faktor risiko kardiovaskular lain. Karena itu, hubungan yang terlihat lebih menyerupai korelasi statistik dibandingkan mekanisme sebab–akibat yang jelas.
Mengapa GERD Sering Dikaitkan dengan Masalah Jantung?
Faktor Risiko yang Sama
GERD dan penyakit jantung kerap muncul pada individu dengan pola hidup tertentu, seperti obesitas, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol berlebihan, serta pola makan tinggi lemak. Faktor-faktor ini dikenal sebagai pemicu kuat gangguan kardiovaskular, sehingga bisa menjelaskan mengapa kedua kondisi tersebut sering “datang bersamaan”.
Dugaan Peradangan Kronis
Ada hipotesis bahwa peradangan kronis akibat GERD bisa berdampak pada sistem kardiovaskular. Namun hingga kini, bukti ilmiahnya masih terbatas dan mekanismenya belum terbukti kuat.
Salah Tafsir Gejala dan Efek Psikologis
Nyeri dada akibat GERD sering menimbulkan kecemasan. Rasa panik ini dapat memicu jantung berdebar atau palpitasi ringan, sehingga penderita merasa seolah-olah mengalami serangan jantung. Meski menakutkan, kondisi tersebut berbeda dari henti jantung mendadak.
GERD vs Gejala Jantung: Sekilas Mirip, Tapi Tidak Sama
Perbedaan utama biasanya terlihat dari pola keluhannya:
-
GERD sering memicu sensasi panas terbakar di dada, rasa asam di tenggorokan, dan keluhan yang memburuk setelah makan atau berbaring.
-
Serangan jantung lebih sering disertai nyeri yang menjalar ke lengan atau rahang, sesak napas, keringat dingin, dan mual.
Karena tumpang tindih gejala inilah banyak hoaks beredar bahwa GERD bisa langsung menyebabkan henti jantung. Klaim semacam ini telah dibantah oleh para pakar medis dan lembaga cek fakta.
Risiko Nyata yang Tetap Perlu Diwaspadai
Walau tidak memicu henti jantung secara langsung, GERD tetap tidak boleh dianggap sepele.
Sebagian penderita bisa mengalami kecemasan berat akibat nyeri dada, yang berujung pada palpitasi atau gangguan irama jantung ringan. Selain itu, GERD kronis yang tidak ditangani dapat menyebabkan komplikasi serius di saluran cerna, seperti esofagitis, penyempitan kerongkongan, hingga Barrett’s esophagus—kondisi prakanker.
Namun perlu ditekankan: komplikasi tersebut berkaitan dengan sistem pencernaan, bukan kerusakan jantung secara langsung.
Kesimpulan: Apakah GERD Bisa Menyebabkan Henti Jantung?
Dari sudut pandang medis saat ini, jawabannya jelas:
GERD tidak menyebabkan henti jantung atau serangan jantung secara langsung. Memang ada hubungan statistik antara GERD dan risiko penyakit jantung, tetapi kemungkinan besar dipengaruhi oleh faktor gaya hidup dan kondisi kesehatan lain yang sama-sama meningkatkan risiko.
Jika mengalami nyeri dada yang mencurigakan—terutama disertai sesak napas, keringat dingin, atau nyeri menjalar—pemeriksaan medis tetap penting untuk memastikan penyebabnya dan menyingkirkan kondisi serius.
Kalau kamu tertarik dengan pembahasan kesehatan lainnya, pantau terus update selanjutnya di AKURAT.CO untuk mendapatkan informasi tepercaya dan mudah dipahami.
Baca Juga: 5 Cara Mencegah GERD Kambuh, Penyakit Lambung yang Perlu Diwaspadai
Baca Juga: Apa Itu GERD? Ini Penjelasan Lengkap tentang Penyebab, Gejala, hingga Cara Mengatasinya
FAQ: GERD dan Henti Jantung
1. Apakah GERD bisa menyebabkan henti jantung?
Tidak. Berdasarkan penjelasan medis, GERD tidak menyebabkan henti jantung atau serangan jantung secara langsung. Nyeri dada akibat GERD sering disalahartikan sebagai gangguan jantung karena lokasinya mirip.
2. Kenapa gejala GERD sering terasa seperti sakit jantung?
Karena asam lambung mengiritasi esofagus yang letaknya dekat dengan jantung, sehingga menimbulkan sensasi nyeri atau terbakar di dada yang mirip dengan keluhan kardiovaskular.
3. Apakah penderita GERD lebih berisiko terkena serangan jantung?
Beberapa studi menemukan adanya hubungan statistik, tetapi bukan bukti sebab–akibat langsung. Risiko tersebut kemungkinan dipengaruhi faktor lain seperti obesitas, merokok, dan pola hidup tidak sehat.
4. Apa perbedaan utama GERD dengan serangan jantung?
GERD biasanya memicu rasa panas di dada dan asam di tenggorokan, terutama setelah makan atau berbaring. Serangan jantung sering disertai nyeri menjalar ke lengan atau rahang, sesak napas, dan keringat dingin.
5. Apakah GERD bisa memicu jantung berdebar?
Bisa terjadi palpitasi ringan akibat kecemasan atau stres saat nyeri dada muncul, tetapi itu berbeda dengan henti jantung yang bersifat mendadak dan mengancam nyawa.
6. Kapan nyeri dada harus segera diperiksa ke dokter?
Jika nyeri disertai sesak napas, pusing, keringat dingin, mual berat, atau menjalar ke bagian tubuh lain, sebaiknya segera mencari pertolongan medis untuk menyingkirkan kemungkinan gangguan jantung.
7. Apa komplikasi serius dari GERD yang tidak ditangani?
GERD kronis dapat menyebabkan radang esofagus, penyempitan kerongkongan, hingga Barrett’s esophagus yang berisiko berkembang menjadi kanker, meski tidak berkaitan langsung dengan henti jantung.
8. Apakah informasi bahwa GERD bisa langsung menyebabkan henti jantung itu benar?
Tidak. Klaim tersebut tergolong misinformasi dan tidak didukung bukti ilmiah kuat menurut para ahli medis.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









