Seberapa Berbahaya TB Ginjal? Penyakit yang Menyebabkan Lucky Widja Element Meninggal Dunia

AKURAT..CO Meninggalnya Lucky Widja, vokalis band Element, pada 25 Januari 2026 mengguncang dunia musik Indonesia. Di balik kabar duka tersebut, perhatian publik tertuju pada penyakit yang dideritanya selama bertahun-tahun: TB ginjal—sebuah bentuk tuberkulosis yang jarang dibahas, tetapi memiliki risiko komplikasi berat hingga berujung kematian.
Dalam kasus Lucky, infeksi tidak hanya menyerang ginjal, tetapi juga saluran kemih lain, memicu penurunan fungsi organ vital, membuatnya harus menjalani cuci darah rutin, hingga akhirnya dirawat intensif di ICU sebelum berpulang.
Lalu, seberapa berbahaya TB ginjal sebenarnya? Berikut penjelasan lengkapnya.
Apa Itu TB Ginjal? Definisi dan Cara Penyakit Berkembang
TB ginjal merupakan bentuk tuberkulosis ekstra paru yang terjadi ketika bakteri Mycobacterium tuberculosis menyebar melalui aliran darah dari paru-paru atau organ lain menuju ginjal, lalu menginfeksi jaringan serta sistem saluran kemih.
Dalam istilah medis, kondisi ini dikenal sebagai TB genitourinaria, karena bisa melibatkan beberapa organ sekaligus, seperti:
-
Ginjal
-
Ureter
-
Kandung kemih
-
Uretra
-
Organ reproduksi
Pada kasus Lucky Widja, infeksi dilaporkan telah meluas hampir ke seluruh saluran kemih, termasuk ureter dan kandung kemih—menandakan penyakit sudah berada pada tahap lanjut.
Bagaimana TB Bisa Menyebar ke Ginjal?
Infeksi TB umumnya dimulai di paru-paru setelah seseorang menghirup bakteri penyebabnya. Dalam beberapa kasus, bakteri dapat bertahan dalam tubuh selama bertahun-tahun sebelum aktif kembali.
Melalui aliran darah, bakteri ini bisa berpindah ke organ lain, termasuk ginjal. Proses penyebaran tersebut bahkan dapat terjadi dalam rentang waktu panjang, mulai dari lima hingga 25 tahun setelah infeksi awal.
Faktor yang meningkatkan risiko penyebaran TB ke ginjal antara lain:
-
Sistem imun yang melemah
-
Diabetes
-
HIV
-
Penggunaan obat imunosupresan
-
Penyakit ginjal kronis
Gejala TB Ginjal yang Sering Terlambat Disadari
Salah satu alasan TB ginjal sangat berbahaya adalah karena gejalanya sering tidak spesifik dan menyerupai infeksi saluran kemih biasa.
Keluhan yang umum muncul meliputi:
-
Darah dalam urin
-
Nanah pada urin
-
Nyeri pinggang atau perut bawah
-
Sering buang air kecil
-
Nyeri saat berkemih
-
Demam berkepanjangan
-
Penurunan berat badan
-
Keringat malam
Dalam beberapa kasus, gejala awal bahkan sangat samar. Pada kondisi Lucky Widja, sempat muncul keluhan ekstrem seperti lemas berat dan pingsan, yang awalnya disangka berkaitan dengan gangguan metabolik.
Keterlambatan diagnosis inilah yang membuat kerusakan ginjal sering baru terdeteksi saat sudah parah.
Seberapa Berbahaya TB Ginjal? Ini Dampak dan Komplikasi Fatalnya
TB ginjal bukan sekadar infeksi ringan. Bila tidak ditangani cepat dan tepat, penyakit ini dapat memicu komplikasi serius yang mengancam nyawa.
Kerusakan Ginjal Permanen
Peradangan kronis akibat bakteri TB dapat menghancurkan jaringan ginjal, menyebabkan pembentukan jaringan parut, fibrosis, hingga kematian jaringan (papillary necrosis). Kerusakan ini bersifat progresif dan sering kali tidak dapat dipulihkan.
Berujung pada Gagal Ginjal
Pada stadium lanjut, fungsi ginjal menurun drastis hingga masuk fase gagal ginjal terminal. Pasien dalam kondisi ini membutuhkan dialisis rutin atau transplantasi ginjal untuk bertahan hidup.
Dalam konteks Lucky Widja, kondisi ginjal yang memburuk membuatnya harus menjalani cuci darah dua kali dalam seminggu, namun jadwal tersebut sempat tertunda ketika kondisinya semakin drop.
Penyebaran Infeksi ke Organ Lain
Infeksi TB di ginjal dapat meluas ke kandung kemih, ureter, dan organ reproduksi, memperberat gangguan kesehatan secara keseluruhan.
Risiko Kematian Tanpa Terapi
Tanpa pengobatan yang memadai, TB ginjal bisa berakhir fatal. Komplikasi sistemik, kegagalan organ, hingga infeksi berat menjadi penyebab utama tingginya angka kematian pada kasus yang terlambat ditangani.
Kronologi Penyakit Lucky Widja hingga Dirawat di ICU
Beberapa hari sebelum meninggal, kondisi Lucky Widja terus menurun. Ia sempat menunda jadwal cuci darah karena tubuhnya melemah. Rencana berikutnya juga tertunda karena keterbatasan kapasitas rumah sakit.
Ketika kondisinya memburuk, Lucky akhirnya dibawa ke IGD dan langsung dirawat di ruang ICU. Gangguan ginjal disebut telah berdampak pada jantung, menandakan komplikasi sistemik yang berat.
Pada malam hari, sekitar pukul 22.20 WIB, Lucky dinyatakan meninggal dunia setelah berjuang melawan komplikasi TB ginjal yang telah lama dideritanya.
Bagaimana TB Ginjal Diobati?
Penanganan utama TB ginjal dilakukan dengan kombinasi obat anti-TB selama enam hingga sembilan bulan, serupa dengan terapi TB paru. Obat yang umum digunakan meliputi:
-
Isoniazid
-
Rifampisin
-
Pyrazinamide
-
Ethambutol
Namun, perawatan menjadi jauh lebih kompleks jika kerusakan ginjal sudah terjadi atau pasien memiliki penyakit kronis lain.
Dalam banyak kasus, diagnosis memerlukan pemeriksaan lanjutan seperti tes PCR TB, karena bakteri sering sulit tumbuh pada kultur biasa.
TB Ginjal dalam Perspektif Global
Secara global, TB masih menjadi salah satu penyakit infeksi terbesar di dunia. Data terbaru menunjukkan jutaan orang terinfapar setiap tahunnya.
Sebagian dari kasus TB berkembang menjadi TB ekstra paru, dan TB genitourinaria menyumbang porsi signifikan dari kelompok ini. Meski TB ginjal tergolong relatif jarang dibanding TB paru, tingkat keterlambatan diagnosis membuat penyakit ini sangat berbahaya, terutama di negara dengan beban TB tinggi seperti Indonesia.
Penutup: TB Ginjal Bukan Penyakit Ringan
Kasus Lucky Widja memperlihatkan bahwa TB ginjal bukan sekadar komplikasi kecil, melainkan penyakit serius yang dapat berujung pada gagal ginjal, perawatan ICU, hingga kematian.
Deteksi dini, kepatuhan pada pengobatan, serta kewaspadaan terhadap gejala tidak biasa menjadi kunci utama untuk mencegah kerusakan organ yang lebih berat.
Kalau kamu tertarik mengikuti update kesehatan publik dan kabar terbaru dunia hiburan, pantau terus perkembangan selanjutnya di AKURAT.CO.
Baca Juga: Kronologi Meninggalnya Lucky Widja Element: Dari Cuci Darah hingga Dirawat di ICU
Baca Juga: Sahabat Ungkap Perjuangan Panjang Lucky Widja Melawan Penyakit hingga Akhir Hayat
FAQ
1. Apa itu TB ginjal?
TB ginjal adalah infeksi tuberkulosis ekstra paru yang menyerang ginjal dan saluran kemih akibat penyebaran bakteri Mycobacterium tuberculosis melalui aliran darah.
2. Mengapa TB ginjal berbahaya?
Karena penyakit ini dapat merusak jaringan ginjal secara permanen, menyebabkan gagal ginjal, menyebar ke organ lain, dan berujung kematian bila tidak diobati tepat waktu.
3. Apa hubungan TB ginjal dengan meninggalnya Lucky Widja?
Lucky Widja diketahui menderita TB ginjal selama bertahun-tahun yang menyebabkan kerusakan ginjal berat, membuatnya harus menjalani cuci darah rutin hingga akhirnya mengalami komplikasi sistemik sebelum meninggal dunia.
4. Apa saja gejala TB ginjal yang perlu diwaspadai?
Gejalanya antara lain darah dalam urin, nyeri pinggang, sering buang air kecil, demam lama, penurunan berat badan, keringat malam, serta lemas ekstrem pada kondisi tertentu.
5. Apakah TB ginjal bisa disalahartikan sebagai infeksi saluran kemih biasa?
Ya. Karena gejalanya mirip ISK, banyak kasus TB ginjal terlambat terdiagnosis hingga kerusakan ginjal sudah berat.
6. Bagaimana TB bisa menyebar dari paru-paru ke ginjal?
Bakteri TB dapat masuk ke aliran darah setelah infeksi awal di paru-paru, lalu menetap di ginjal dan aktif kembali bertahun-tahun kemudian.
7. Siapa saja yang berisiko terkena TB ginjal?
Orang dengan daya tahan tubuh rendah, penderita diabetes atau HIV, pengguna obat imunosupresan, serta pasien dengan penyakit ginjal kronis memiliki risiko lebih tinggi.
8. Bagaimana cara mengobati TB ginjal?
TB ginjal diobati dengan kombinasi obat anti-TB selama enam hingga sembilan bulan. Jika sudah terjadi gagal ginjal, pasien bisa membutuhkan dialisis atau tindakan medis lanjutan.
9. Apakah TB ginjal bisa sembuh?
Bisa, terutama jika terdeteksi sejak dini dan pengobatan dijalani secara tuntas. Namun kerusakan ginjal yang sudah terjadi sering kali bersifat permanen.
10. Mengapa diagnosis TB ginjal sering terlambat?
Karena gejalanya tidak khas, berkembang perlahan, dan membutuhkan pemeriksaan khusus seperti tes PCR TB untuk memastikan keberadaan bakteri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









