Akurat

Kenapa Nyamuk Menggigit Orang Tertentu? Ini Penjelasannya

Eko Krisyanto | 24 Januari 2026, 10:14 WIB
Kenapa Nyamuk Menggigit Orang Tertentu? Ini Penjelasannya

AKURAT.CO Pernah merasa nyamuk lebih sering menggigit temanmu dibanding kamu sendiri? Atau kamu sendiri yang menjadi “magnet nyamuk”?

Nyamuk tidak menggigit secara acak, terutama nyamuk betina yang memerlukan darah untuk menghasilkan telur.

Mereka menggunakan kombinasi sinyal seperti emisi karbon dioksida (CO₂), aroma tubuh unik, panas tubuh, warna pakaian, bahkan mikroba kulit untuk memilih targetnya.

Baca Juga: Cara Mengusir Nyamuk di Kamar Tidur Tanpa Obat Bakar, Aman dan Ampuh

Proses Gigitan Nyamuk & Reaksi Tubuh

Saat nyamuk menggigit, mereka menusukkan proboscis/alat mulutnya ke kulit dan menghisap darah sembari menyuntikkan sedikit air liur.

Air liur ini mengandung protein dan enzim yang memicu reaksi sistem kekebalan tubuh manusia, mengakibatkan tubuh bereaksi dengan melepaskan histamin.

Histamin adalah zat yang menyebabkan gatal, pembengkakan ringan, dan kemerahan di area gigitan.

Penyebab Nyamuk Tidak Menggigit Semua Orang

Emisi Karbon Dioksida (CO₂)

Nyamuk Mengendus CO₂ dari napas manusia sebagai petunjuk bahwa ada hewan hidup yang bisa dijadikan sumber darah.

Orang yang mengeluarkan lebih banyak CO₂, seperti perokok, orang yang berolahraga, atau ibu hamil, cenderung lebih sering digigit.

Aroma Tubuh dan Senyawa pada Kulit

Tubuh manusia memiliki komposisi bau unik yang berbeda-beda. Senyawa seperti lactic acid, amonia, atau zat yang diproduksi bakteri kulit dapat menarik nyamuk lebih kuat pada sebagian orang.

Heat/Panas Tubuh dan Uap Air

Nyamuk sensitif terhadap panas dan kelembapan. Orang dengan suhu tubuh lebih tinggi atau lebih banyak berkeringat, seringkali menjadi target utama gigitan nyamuk.

Warna Pakaian

Nyamuk lebih tertarik pada warna gelap seperti hitam, merah, atau hijau tua dibandingkan warna terang, yang membuatnya lebih cepat melihat target.

Genetik & Mikroba Kulit

Struktur genetik dan komunitas mikroba di kulit seseorang turut mempengaruhi bau tubuh yang membuat beberapa orang menjadi target gigitan nyamuk.

Baca Juga: 230 Daerah Bakal Jadi Tempat Uji Coba Nyamuk Wolbachia

Gejala Setelah Digigit Nyamuk

- Benjolan merah yang gatal
- Pembengkakan ringan di area gigitan
- Rasa gatal dan iritasi terhadap reaksi tubuh terhadap air liur nyamuk
- Bengkak besar atau gatal berkepanjangan, terutama pada anak kecil atau orang yang sensitif

Cara Mengurangi Gigitan Nyamuk

1. Gunakan Repelen Nyamuk

Gunakan produk dengan DEET, picaridin, atau minyak sereh untuk membantu mengurangi daya tarik tubuh terhadap nyamuk.

2. Pilih Pakaian Terang

Nyamuk lebih tertarik pada warna gelap dibandingkan warna terang.

3. Kurangi Bau Tubuh yang Kuat.

Mandi rutin, ganti pakaian bersih, dan hindari parfum kuat bercampur keringat untuk menekan daya tarik aroma tubuh.

4. Bersihkan Tempat Berkembangbiak Nyamuk

Buang air tergenang di sekitar rumah untuk mencegah nyamuk berkembang biak.

Nyamuk memilih target gigitan berdasarkan kombinasi faktor biologis dan lingkungan, seperti CO₂, aroma tubuh unik, suhu tubuh, warna pakaian, dan mikroba kulit.

Tidak semua orang yang digigit sama karena sinyal-sinyal ini berbeda di setiap individu.

Dengan memahami penyebabnya dapat membantu untuk mengurangi frekuensi gigitan nyamuk dan mencegah gatal yang membuat tak nyaman.

Nyamuk memilih target gigitan berdasarkan kombinasi faktor biologis dan lingkungan, seperti CO₂, aroma tubuh unik, suhu tubuh, warna pakaian, dan mikroba kulit.

Tidak semua orang yang digigit sama karena sinyal-sinyal ini berbeda di setiap individu.

Dengan memahami penyebabnya dapat membantu untuk mengurangi frekuensi gigitan nyamuk dan mencegah gatal yang membuat tak nyaman.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
R