Akurat

Kenapa Sering Lupa Hal Kecil tapi Ingat Hal Lama?

Eko Krisyanto | 22 Januari 2026, 16:20 WIB
Kenapa Sering Lupa Hal Kecil tapi Ingat Hal Lama?

AKURAT.CO Pernah merasa sering lupa hal-hal kecil seperti menaruh kunci, lupa membalas pesan, atau lupa apa yang baru saja ingin dilakukan, tetapi justru masih mengingat kejadian lama dengan sangat jelas? Kondisi ini cukup umum dialami banyak orang dan sering menimbulkan kekhawatiran, terutama dikaitkan dengan daya ingat atau kesehatan otak.

Padahal, sering lupa hal kecil namun tetap ingat hal lama tidak selalu menandakan masalah serius. Ada penjelasan psikologis dan biologis di balik fenomena ini.

 Baca Juga: Sering Lupa Jadwal? Gunakan Aplikasi Pengingat Berikut Ini

Perbedaan Memori Jangka Pendek dan Jangka Panjang

Otak manusia memiliki beberapa jenis memori, dua di antaranya yang paling sering dibahas adalah memori jangka pendek dan memori jangka panjang.

Memori jangka pendek berfungsi menyimpan informasi sementara, seperti apa yang baru didengar atau dilakukan. Sementara itu, memori jangka panjang menyimpan informasi yang sudah lama tertanam, seperti pengalaman masa kecil, kenangan emosional, atau peristiwa penting.

Hal kecil yang sering terlupakan biasanya masuk ke memori jangka pendek. Jika informasi tersebut tidak diberi perhatian penuh atau dianggap penting oleh otak, maka ingatan itu akan mudah hilang.

Kurang Fokus dan Terlalu Banyak Distraksi

Salah satu penyebab utama sering lupa hal kecil adalah kurangnya fokus. Saat melakukan banyak hal sekaligus atau terlalu sering terpapar distraksi seperti ponsel dan notifikasi, otak tidak memproses informasi secara optimal.

Sebaliknya, hal-hal lama yang masih diingat biasanya memiliki keterkaitan emosi yang kuat atau pernah diulang berkali-kali, sehingga lebih mudah tersimpan dalam memori jangka panjang.

 Baca Juga: Sering Lupa Berdoa Sebelum Makan? Berikut Doa Pengganti Agar Makanan Tetap Penuh Berkah

Pengaruh Stres dan Kelelahan Mental

Stres, kurang tidur, dan kelelahan mental sangat berpengaruh pada kemampuan mengingat. Saat seseorang berada dalam kondisi tertekan, otak akan memprioritaskan fungsi bertahan hidup dibandingkan menyimpan detail kecil.

Akibatnya, ingatan jangka pendek menjadi lebih mudah terganggu, sementara ingatan lama relatif tetap utuh karena sudah tersimpan kuat di otak.

Faktor Emosi dalam Ingatan Lama

Ingatan lama sering kali lebih kuat karena melibatkan emosi. Peristiwa yang membekas secara emosional akan diproses lebih dalam oleh otak dan disimpan lebih lama.

Inilah sebabnya seseorang bisa dengan jelas mengingat kejadian bertahun-tahun lalu, tetapi lupa hal sepele yang terjadi hari ini.

Emosi berperan besar dalam menentukan informasi mana yang dianggap penting oleh otak.

Apakah Ini Tanda Pikun atau Gangguan Memori?

Sering lupa hal kecil tidak selalu berarti pikun atau gangguan memori serius. Pikun biasanya ditandai dengan kesulitan mengingat informasi penting secara konsisten, kebingungan waktu dan tempat, serta gangguan fungsi sehari-hari.

Jika lupa masih terbatas pada hal-hal kecil dan tidak mengganggu aktivitas utama, kondisi ini umumnya masih dalam batas wajar.

Cara Mengurangi Kebiasaan Lupa Hal Kecil

Ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk membantu meningkatkan daya ingat jangka pendek.

Menjaga kualitas tidur, mengurangi multitasking, dan melatih fokus saat melakukan suatu aktivitas dapat membantu otak memproses informasi dengan lebih baik.

Mencatat hal penting, membuat pengingat, serta menjaga kesehatan mental juga berperan besar dalam menjaga fungsi memori. 

Sering lupa hal kecil tetapi tetap mengingat hal lama adalah kondisi yang umum dan memiliki penjelasan ilmiah.

Dengan menjaga fokus, kesehatan mental, dan pola hidup seimbang, fungsi memori dapat tetap terjaga dengan baik.

Arika Yafi Fawazzain (Magang

 

 

 

 

 

 

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
R