Akurat

Strategi Menghilangkan Malas di Pagi Hari

Eko Krisyanto | 16 Januari 2026, 17:57 WIB
Strategi Menghilangkan Malas di Pagi Hari

AKURAT.CO Rasa malas di pagi hari kerap menjadi musuh bersama banyak orang. Alarm berbunyi, mata terbuka, tetapi tubuh terasa berat untuk beranjak dari tempat tidur. Fenomena ini tidak hanya dialami oleh pelajar atau mahasiswa, tetapi juga pekerja kantoran hingga pekerja lepas yang jam kerjanya lebih fleksibel.

Pertanyaannya, mengapa pagi hari sering menjadi momen paling sulit untuk memulai aktivitas, dan bagaimana cara mengatasinya agar konsisten, bukan hanya semangat sesaat?

Pagi adalah waktu krusial yang menentukan ritme satu hari penuh. Cara seseorang memulai paginya sering kali berpengaruh pada produktivitas, suasana hati, bahkan kualitas keputusan yang diambil sepanjang hari.

Namun dalam praktiknya, tidak sedikit orang yang terjebak dalam siklus bangun kesiangan, terburu-buru, lalu menghabiskan hari dengan rasa lelah dan tidak fokus.

Baca Juga: Kerap Menjadi Pembicaraan di Media Sosial, Benarkah Gen Z Malas Bekerja?

Rasa Malas di Pagi Hari, Bukan Sekadar Soal Bangun Tidur

Banyak orang mengira rasa malas di pagi hari semata-mata disebabkan oleh kurang tidur. Padahal, penyebabnya jauh lebih kompleks. Pola hidup, kebiasaan malam hari, beban pikiran, hingga tidak adanya tujuan yang jelas sering menjadi pemicu utama.

Ketika malam dihabiskan dengan layar ponsel, pekerjaan yang menumpuk, atau aktivitas tanpa batas waktu, tubuh memang bisa tertidur, tetapi kualitas istirahatnya tidak optimal. Akibatnya, pagi hari terasa seperti kelanjutan dari kelelahan semalam, bukan awal yang segar.

Selain itu, rasa malas juga sering muncul karena pagi tidak menawarkan sesuatu yang “ditunggu”. Tidak adanya agenda yang jelas, target kecil, atau aktivitas yang memberi makna membuat tubuh dan pikiran enggan bergerak. Dalam kondisi ini, konsistensi bangun pagi menjadi tantangan tersendiri.

Mengapa Menghilangkan Rasa Malas Pagi Itu Penting?

Mengusir rasa malas di pagi hari bukan sekadar soal disiplin waktu. Lebih dari itu, pagi yang tertata memberi ruang bagi seseorang untuk mengendalikan harinya, bukan sekadar bereaksi terhadap keadaan.

Bangun pagi dengan kondisi mental yang lebih siap memungkinkan seseorang menyiapkan diri secara fisik dan emosional. Ada waktu untuk bernapas, merencanakan, dan memulai aktivitas tanpa tekanan berlebihan. Inilah yang sering membedakan hari produktif dengan hari yang terasa berantakan sejak awal.

Cara Menghilangkan Rasa Malas di Pagi Hari Secara Bertahap

Menghilangkan rasa malas di pagi hari tidak harus dilakukan dengan perubahan drastis. Justru, langkah kecil yang konsisten lebih efektif dibandingkan niat besar yang hanya bertahan beberapa hari.

1. Pertama, atur ulang malam sebelumnya.

Pagi yang baik hampir selalu diawali oleh malam yang terkelola. Mengurangi aktivitas tidak penting menjelang tidur, seperti menggulir media sosial tanpa tujuan atau menonton berlebihan, membantu tubuh memasuki fase istirahat yang lebih berkualitas.

Tidur tepat waktu memberi sinyal alami pada tubuh untuk bangun lebih segar.

2. Kedua, bangun dengan alasan yang jelas.

Rasa malas sering muncul ketika pagi terasa hampa. Menyiapkan satu tujuan sederhana, seperti membaca beberapa halaman buku, menulis catatan singkat, atau sekadar menikmati sarapan tanpa tergesa, bisa menjadi “pemantik” agar pagi terasa lebih bermakna.

3. Ketiga, bergerak sebelum berpikir terlalu lama.

Semakin lama seseorang berdiam di tempat tidur, semakin besar peluang rasa malas mengambil alih. Bangun, duduk, lalu berdiri sering kali lebih efektif daripada menunggu rasa semangat datang dengan sendirinya.

4. Keempat, paparkan tubuh pada cahaya dan air.

Membuka jendela, menghirup udara pagi, atau membasuh wajah dengan air membantu tubuh mengenali bahwa hari telah dimulai. Respons fisik sederhana ini sering kali lebih ampuh dibandingkan motivasi verbal.

5. Kelima, hindari kebiasaan menunda alarm.

Menekan tombol tunda berulang kali justru membuat tubuh kembali masuk ke fase tidur ringan yang tidak menyegarkan. Alih-alih memberi tambahan energi, kebiasaan ini memperkuat rasa malas dan membuat bangun terasa semakin berat.

6. Keenam, isi pagi dengan rutinitas ringan namun konsisten.

Tidak perlu langsung berolahraga berat atau bekerja keras. Aktivitas ringan seperti peregangan, merapikan tempat tidur, atau menyiapkan minuman hangat bisa menjadi transisi yang halus dari tidur ke aktivitas penuh.

Baca Juga: Penyebab Serangan Jantung di Pagi Hari dan Cara Menghindarinya

Banyak orang sebenarnya tahu cara menghilangkan rasa malas di pagi hari, tetapi gagal menjalaninya secara konsisten.

Salah satu penyebabnya adalah ekspektasi yang terlalu tinggi. Ingin langsung berubah total sering kali berujung pada kelelahan mental.

Konsistensi justru lahir dari rutinitas yang realistis dan dapat dijalani setiap hari, termasuk saat motivasi sedang rendah.

Ketika tubuh dan pikiran mulai terbiasa, bangun pagi tidak lagi terasa sebagai paksaan, melainkan kebutuhan alami.

Menghilangkan rasa malas di pagi hari bukan proses instan. Dia dibentuk dari kebiasaan kecil yang diulang, disadari, dan disesuaikan dengan kondisi masing-masing individu.

Yang terpenting, pagi tidak lagi diperlakukan sebagai waktu yang harus “dilawan,” melainkan sebagai ruang untuk menata diri sebelum menghadapi kesibukan.

Mutiara MY (Magang)

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
R