Akurat

Bau Badan Tak Kunjung Hilang? Coba Cara Alami Ini Tanpa Deodoran

Eko Krisyanto | 15 Januari 2026, 07:50 WIB
Bau Badan Tak Kunjung Hilang? Coba Cara Alami Ini Tanpa Deodoran

AKURAT.CO Bau badan kerap menjadi persoalan sensitif yang memengaruhi rasa percaya diri seseorang.

Masalah bau badan bisa muncul kapan saja, baik saat beraktivitas padat, berada di ruang panas, atau ketika tubuh mengalami perubahan hormon.

Selama ini, deodoran menjadi solusi paling praktis. Namun, semakin banyak orang mulai mempertanyakan, apakah penggunaan deodoran kimia aman untuk jangka panjang?

Pertanyaan itu tidak muncul tanpa alasan. Seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat dan alami, pencarian tentang cara menghilangkan bau badan tanpa deodoran kimia juga semakin tinggi.

Banyak orang ingin tetap segar, tetapi tidak bergantung pada produk yang dikhawatirkan dapat menimbulkan efek samping jika digunakan terus-menerus.

Bau Badan Datang dari Mana?

Bau badan sebenarnya bukan berasal dari keringat itu sendiri. Keringat pada dasarnya tidak berbau.

Aroma tidak sedap muncul ketika keringat bercampur dengan bakteri yang hidup di permukaan kulit, terutama di area lipatan seperti ketiak, selangkangan, dan belakang lutut.

Bakteri memecah protein dalam keringat dan menghasilkan senyawa yang beraroma tajam.

Produksi keringat bisa meningkat akibat cuaca panas, aktivitas fisik, stres, konsumsi makanan tertentu, hingga perubahan hormon.

Jika kondisi ini tidak diimbangi dengan kebersihan dan perawatan yang tepat, bau badan pun sulit dihindari.

Apakah Deodoran Kimia Berbahaya untuk Jangka Panjang?

Sebagian deodoran bekerja dengan dua cara: menekan produksi keringat dan menutupi bau dengan wewangian.

Beberapa produk mengandung zat yang berfungsi menyumbat pori-pori keringat agar area ketiak tetap kering. Pada penggunaan jangka pendek, cara ini memang efektif.

Namun, pada penggunaan jangka panjang, ada kekhawatiran bahwa kulit menjadi lebih sensitif, mudah iritasi, atau justru mengganggu keseimbangan alami bakteri kulit.

Selain itu, penggunaan deodoran sering kali hanya menyamarkan bau, bukan mengatasi penyebabnya.

Inilah yang mendorong sebagian orang beralih ke cara yang lebih alami, dengan fokus pada kebersihan tubuh dan keseimbangan kulit.

Cara Menghilangkan Bau Badan Tanpa Deodoran Kimia

Mengatasi bau badan tanpa deodoran kimia bukan hal mustahil. Kuncinya terletak pada kebiasaan sehari-hari dan pemanfaatan bahan alami yang mudah ditemukan.

1. Menjaga kebersihan tubuh secara konsisten

Mandi secara teratur, terutama setelah berkeringat, membantu mengurangi bakteri penyebab bau.

Membersihkan lipatan tubuh dengan saksama penting untuk mencegah penumpukan keringat dan sel kulit mati.

2. Menggunakan sabun yang lembut dan tepat

Sabun dengan kandungan antibakteri alami dapat membantu mengontrol pertumbuhan bakteri tanpa membuat kulit kering berlebihan.

Kulit yang terlalu kering justru bisa memicu iritasi dan masalah baru.

3. Memanfaatkan bahan alami sebagai pengganti deodoran

Beberapa bahan rumahan dikenal mampu membantu menekan bau badan. Cuka apel, misalnya, dapat membantu menyeimbangkan pH kulit sehingga bakteri sulit berkembang.

Baking soda dapat menyerap kelembapan, sementara air lemon memberi efek segar sekaligus menghambat pertumbuhan bakteri.

Minyak kelapa dan lidah buaya juga sering digunakan karena sifat antimikrobanya sekaligus menenangkan kulit.

Penggunaannya cukup tipis dan tidak perlu berlebihan agar kulit tetap bernapas.

4. Mengatur pola makan

Apa yang dikonsumsi berpengaruh besar terhadap aroma tubuh. Makanan berlemak, terlalu pedas, atau beraroma tajam dapat memperkuat bau badan.

Sebaliknya, konsumsi sayur, buah, dan air putih yang cukup membantu proses detoksifikasi alami tubuh.

5. Mengelola stres dan istirahat cukup

Stres dapat memicu keringat berlebih yang berbeda jenisnya dengan keringat akibat panas. Keringat karena stres cenderung lebih mudah berbau.

Mengelola stres dan tidur cukup membantu menstabilkan kondisi tubuh secara keseluruhan.

6. Memilih pakaian yang tepat

Bahan pakaian juga berperan besar. Kain yang tidak menyerap keringat membuat bakteri lebih cepat berkembang.

Menggunakan pakaian berbahan katun atau serat alami membantu kulit tetap kering dan bernapas.

Kapan Bau Badan Perlu Diwaspadai?

Dalam sebagian besar kasus, bau badan dapat diatasi dengan perubahan gaya hidup dan perawatan alami.

Namun, jika bau badan sangat menyengat, muncul tiba-tiba, atau tidak membaik meski kebersihan sudah dijaga, kondisi ini bisa menjadi tanda gangguan kesehatan tertentu.

Pada situasi seperti itu, pemeriksaan medis tetap diperlukan.

Menghilangkan bau badan tanpa deodoran kimia bukan hanya soal aroma, tetapi juga soal memahami tubuh sendiri. Pendekatan alami mendorong seseorang untuk lebih peka terhadap kebiasaan sehari-hari, pola makan, dan kesehatan kulit.

Laporan: Mutiara MY/magang

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
W
Editor
Wahyu SK