Cara Menghilangkan Cegukan dengan Cepat dan Efektif, Bisa Dilakukan di Rumah

AKURAT.CO Cegukan sering dianggap sepele karena biasanya hilang dengan sendirinya. Namun, dalam kondisi tertentu, cegukan justru bisa terasa sangat mengganggu—terutama saat makan, berbicara, atau bahkan tidur. Banyak orang kemudian mencari cara menghilangkan cegukan yang ampuh, aman, dan bisa dilakukan tanpa bantuan medis.
Lalu sebenarnya apa itu cegukan, kenapa bisa terjadi, dan bagaimana cara menghentikannya dengan efektif? Artikel ini membahas secara lengkap penyebab cegukan hingga berbagai cara mengatasinya, mulai dari teknik pernapasan sederhana sampai kapan perlu ke dokter.
Apa Itu Cegukan dan Kenapa Bisa Terjadi?
Cegukan adalah kontraksi otot diafragma yang terjadi secara tiba-tiba dan tidak disadari. Diafragma sendiri merupakan otot berbentuk kubah yang berada di bawah tulang rusuk dan berperan penting dalam proses pernapasan.
Saat diafragma berkontraksi secara tidak normal, udara masuk ke paru-paru dengan sangat cepat. Kondisi ini membuat katup saluran pernapasan menutup mendadak, sehingga muncul bunyi khas “hik” yang kita kenal sebagai cegukan.
Dalam banyak kasus, cegukan berlangsung singkat. Namun, ada juga cegukan yang bertahan lama dan menimbulkan rasa tidak nyaman di dada, perut, atau tenggorokan.
Penyebab Cegukan yang Paling Sering Dialami
Tidak ada satu penyebab pasti cegukan. Namun, beberapa kebiasaan dan kondisi berikut diketahui sering memicunya.
Makan terlalu cepat atau dalam porsi besar dapat meregangkan lambung dan mengiritasi diafragma. Minuman bersoda dan alkohol juga kerap menjadi pemicu karena menyebabkan penumpukan gas serta iritasi saluran cerna.
Selain itu, perubahan suhu mendadak—misalnya minum es setelah makan makanan panas—bisa mengganggu kerja saraf yang mengendalikan diafragma. Faktor emosional seperti stres, gugup, atau kegembiraan berlebihan juga berperan karena memengaruhi sistem saraf.
Dalam kasus tertentu, cegukan berkepanjangan dapat berkaitan dengan kondisi medis, seperti gangguan asam lambung (GERD), masalah paru-paru dan jantung, gangguan saraf pusat, hingga iritasi pada saraf frenikus yang mengontrol diafragma.
Cara Menghilangkan Cegukan dengan Mudah dan Aman
Sebagian besar cegukan bisa diatasi dengan metode sederhana. Tujuannya sama, yaitu membantu diafragma kembali rileks dan menghentikan kontraksi yang tidak normal.
Teknik Pernapasan untuk Meredakan Cegukan
Salah satu cara menghilangkan cegukan yang paling sering dicoba adalah mengatur napas. Tarik napas dalam-dalam lalu tahan selama 10–20 detik, setelah itu hembuskan secara perlahan. Teknik ini membantu meningkatkan kadar karbon dioksida dalam darah, yang dapat membuat diafragma lebih rileks. Ulangi beberapa kali hingga cegukan mereda.
Alternatif lainnya adalah bernapas menggunakan kantong kertas. Dengan menghirup kembali udara yang mengandung karbon dioksida, refleks cegukan bisa berhenti. Pastikan menggunakan kantong kertas, bukan plastik, demi keamanan.
Minum Air dan Stimulasi Saraf
Minum air putih juga sering menjadi solusi cepat. Anda bisa menelan air dalam satu tegukan atau minum perlahan sambil menahan napas. Cara ini dipercaya mampu merangsang saraf vagus yang berperan dalam refleks cegukan.
Berkumur dengan air es atau mengisap es batu selama beberapa detik juga dapat membantu, karena rangsangan dingin di tenggorokan dapat mengganggu sinyal saraf penyebab cegukan.
Mengonsumsi Makanan atau Rasa Tertentu
Beberapa bahan sederhana di dapur sering digunakan untuk menghentikan cegukan. Menelan sesendok gula, madu, atau selai kacang dapat memberikan rangsangan kuat pada saraf di mulut dan tenggorokan.
Rasa asam juga cukup efektif. Mengisap potongan lemon, bahkan dengan sedikit garam, atau menaruh setetes cuka di lidah dipercaya bisa “mengalihkan” refleks cegukan sehingga kontraksi diafragma berhenti.
Mengubah Posisi Tubuh dan Menekan Titik Tertentu
Posisi tubuh ternyata ikut memengaruhi kerja diafragma. Duduk sambil menarik lutut ke dada selama beberapa menit dapat memberikan tekanan ringan pada rongga perut dan membantu meredakan cegukan.
Beberapa orang juga mencoba menarik lidah secara perlahan, memencet hidung sambil menelan air, atau meremas telapak tangan. Teknik ini bertujuan menstimulasi saraf tertentu agar refleks cegukan terhenti.
Baca Juga: Mengenal Hipoglikemia: Penyebab, Gejala, dan Cara Mencegahnya
Baca Juga: Cara Skrining BPJS Kesehatan Gratis Secara Online, Cek Risiko Penyakit Sejak Dini
Cara Mencegah Cegukan Datang Kembali
Jika cegukan sering muncul, ada baiknya mulai memperhatikan pemicunya. Makan dengan lebih perlahan, menghindari makan berlebihan, serta membatasi minuman bersoda dan alkohol dapat membantu mencegah cegukan.
Mengelola stres dengan baik dan menghindari perubahan suhu yang terlalu ekstrem juga penting agar sistem saraf tetap stabil dan diafragma tidak mudah mengalami kejang.
Kapan Cegukan Perlu Ditangani Dokter?
Pada umumnya, cegukan tidak berbahaya. Namun, Anda sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter jika cegukan berlangsung lebih dari 48 jam atau sangat mengganggu aktivitas sehari-hari, seperti makan, berbicara, bernapas, atau tidur.
Cegukan yang berlangsung lama bisa menjadi tanda adanya penyakit tertentu. Dalam kondisi ini, dokter dapat meresepkan obat untuk menenangkan diafragma, seperti gabapentin, baclofen, atau chlorpromazine. Pada kasus yang sangat jarang, tindakan medis lanjutan seperti operasi saraf frenikus dapat dipertimbangkan.
Segera cari bantuan medis jika cegukan disertai gejala lain, seperti nyeri dada, sesak napas, sakit kepala hebat, kehilangan keseimbangan, atau mati rasa.
Kesimpulan
Cegukan memang sering dianggap remeh, tetapi bisa terasa sangat mengganggu jika berlangsung lama. Kabar baiknya, ada banyak cara menghilangkan cegukan yang bisa dilakukan sendiri di rumah, mulai dari teknik pernapasan, minum air, hingga stimulasi saraf dengan makanan tertentu.
Dengan mengenali penyebab dan pemicunya, cegukan juga bisa dicegah agar tidak sering kambuh. Jika keluhan tak kunjung reda, jangan ragu untuk memeriksakan diri ke dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat.
Kalau kamu tertarik dengan tips kesehatan praktis lainnya, pantau terus update artikel terbaru di AKURAT.CO agar tidak ketinggalan informasi penting.
Baca Juga: Apa Itu Child Grooming? Ini Pengertian dan Dampaknya Bagi Anak
Baca Juga: Apa Itu Kateterisasi Jantung? Ini Tujuan, Prosedur, dan Risikonya
FAQ
1. Apa penyebab utama seseorang mengalami cegukan?
Cegukan terjadi akibat kontraksi diafragma yang tidak disengaja. Pemicunya beragam, mulai dari makan terlalu cepat, minum bersoda atau alkohol, perubahan suhu mendadak, hingga stres dan emosi berlebihan.
2. Apakah cegukan berbahaya bagi kesehatan?
Sebagian besar cegukan tidak berbahaya dan akan hilang dengan sendirinya. Namun, cegukan yang berlangsung lebih dari 48 jam atau sering kambuh bisa menjadi tanda gangguan kesehatan tertentu dan perlu diperiksakan ke dokter.
3. Cara menghilangkan cegukan yang paling cepat dan mudah apa?
Menahan napas selama 10–20 detik, minum air putih, atau bernapas menggunakan kantong kertas adalah beberapa cara paling mudah dan sering efektif untuk menghentikan cegukan.
4. Mengapa menahan napas bisa menghentikan cegukan?
Menahan napas dapat meningkatkan kadar karbon dioksida dalam darah. Kondisi ini membantu merilekskan diafragma sehingga kontraksi penyebab cegukan dapat berhenti.
5. Apakah minum air bisa benar-benar menghentikan cegukan?
Ya, minum air putih, terutama dengan satu tegukan atau sambil menahan napas, dapat merangsang saraf vagus yang berperan dalam refleks cegukan.
6. Benarkah gula atau lemon bisa menghilangkan cegukan?
Banyak orang merasakan manfaat dari menelan gula, madu, atau mengisap lemon. Rasa manis atau asam yang kuat dipercaya dapat mengalihkan sinyal saraf penyebab cegukan.
7. Apakah cegukan bisa disebabkan oleh stres?
Bisa. Stres, gugup, atau kegembiraan berlebihan dapat memengaruhi sistem saraf dan memicu kontraksi diafragma secara tiba-tiba.
8. Kapan cegukan perlu ditangani oleh dokter?
Jika cegukan berlangsung lebih dari 48 jam, sangat mengganggu aktivitas sehari-hari, atau disertai gejala lain seperti nyeri dada, sesak napas, atau sakit kepala, sebaiknya segera konsultasi ke dokter.
9. Apakah ada obat untuk mengatasi cegukan yang berkepanjangan?
Untuk kasus tertentu, dokter dapat meresepkan obat seperti gabapentin, baclofen, atau chlorpromazine guna membantu menenangkan diafragma.
10. Bagaimana cara mencegah cegukan agar tidak sering kambuh?
Makan secara perlahan, hindari minuman bersoda dan alkohol, kelola stres dengan baik, serta hindari perubahan suhu yang terlalu mendadak dapat membantu mencegah cegukan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini







