Akurat

Apa Itu Child Grooming? Ini Pengertian dan Dampaknya Bagi Anak

Kosim Rahman | 12 Januari 2026, 14:15 WIB
Apa Itu Child Grooming? Ini Pengertian dan Dampaknya Bagi Anak

AKURAT.CO Isu apa itu child grooming kembali menjadi sorotan publik setelah kisah dalam buku Broken Strings karya Aurelie Moeremans ramai diperbincangkan.

Fenomena ini membuka mata banyak orang tentang bahaya manipulasi yang kerap terjadi secara halus, bertahap, dan sering kali tidak disadari oleh korban, terutama anak dan remaja.

Child grooming bukan sekadar persoalan hubungan personal, melainkan bentuk kekerasan psikologis yang berdampak panjang terhadap tumbuh kembang anak. Memahami pengertian dan dampaknya menjadi langkah penting untuk pencegahan sejak dini.

Apa Itu Child Grooming?

Dikutip dari berbagai sumber, child grooming adalah proses pendekatan yang dilakukan oleh pelaku untuk membangun kepercayaan anak secara perlahan dengan tujuan eksploitasi, baik secara emosional, psikologis, maupun seksual.

Baca Juga: Siapa Aurelie Moeremans? Ini Profil Penulis Buku Broken Strings dan Artis yang Lagi Trending

Proses ini biasanya berlangsung dalam jangka waktu lama dan dilakukan dengan cara yang terlihat “baik” atau “peduli”.

Pelaku grooming sering memanfaatkan posisi kuasa, usia, pengalaman, atau kondisi emosional korban. Mereka bisa hadir sebagai sosok pelindung, teman, atau orang yang memberi perhatian lebih, sehingga anak merasa aman dan bergantung secara emosional.

Ciri-ciri Child Grooming yang Perlu Diwaspadai

Beberapa tanda umum child grooming yang sering luput disadari antara lain:

  • Pelaku memberi perhatian berlebihan atau hadiah secara terus-menerus
  • Mengisolasi anak dari keluarga atau lingkungan pertemanan
  • Mengontrol cara berpakaian, aktivitas, hingga komunikasi korban
  • Membuat korban merasa “spesial” atau satu-satunya yang dipahami
  • Mengaburkan batas antara kasih sayang dan kontrol

Dalam banyak kasus, korban tidak menyadari bahwa dirinya sedang dimanipulasi karena prosesnya berlangsung sangat halus.

Child Grooming dalam Buku Broken Strings

Dalam buku Broken Strings, Aurelie Moeremans menceritakan pengalaman pribadinya yang memperlihatkan pola child grooming. Ia mengalami pendekatan manipulatif sejak usia belia oleh sosok yang jauh lebih dewasa dan memiliki kendali emosional atas dirinya.

Baca Juga: Apa Itu Inner Child? Kenali, Rawat, dan Sembuhkan Luka Masa Kecil Anda

Kisah tersebut menggambarkan bagaimana grooming dapat berkembang menjadi hubungan toksik, di mana korban merasa terjebak, bersalah, dan sulit melepaskan diri. Buku ini menjadi contoh nyata bahwa child grooming bisa terjadi di sekitar kita tanpa disadari.

Dampak Child Grooming bagi Anak

Child grooming meninggalkan dampak serius, baik jangka pendek maupun panjang, antara lain:

1. Trauma Psikologis

Korban dapat mengalami kecemasan, depresi, gangguan kepercayaan, hingga PTSD.

2. Kesulitan Membangun Hubungan Sehat

Anak yang menjadi korban grooming sering kesulitan membedakan hubungan sehat dan manipulatif di masa dewasa.

3. Rasa Bersalah dan Harga Diri Rendah

Pelaku kerap memutarbalikkan keadaan hingga korban merasa bertanggung jawab atas apa yang terjadi.

4. Gangguan Perkembangan Emosional

Anak kehilangan fase tumbuh kembang yang aman dan stabil secara emosional.

Baca Juga: 7 Faktor Psikologis yang Membuat Anak Sulit Fokus Belajar

Pentingnya Edukasi dan Pencegahan

Meningkatkan kesadaran tentang apa itu child grooming sangat penting, baik bagi orang tua, pendidik, maupun anak itu sendiri.

Edukasi sejak dini dapat membantu anak mengenali batasan, memahami relasi sehat, dan berani berbicara ketika merasa tidak aman.

Lingkungan yang suportif dan komunikasi terbuka menjadi kunci utama untuk mencegah terjadinya grooming.

Itulah penjelasan mengenai apa itu child grooming, mulai dari pengertian, ciri-ciri, hingga dampaknya bagi anak, yang menjadi pengingat penting akan perlunya kewaspadaan dan edukasi demi melindungi generasi muda.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.