Mengenal Penanganan Penyakit Autoimun: Dari Diagnosis hingga Pola Hidup Sehat

AKURAT.CO Penyakit autoimun merupakan kondisi ketika sistem kekebalan tubuh yang seharusnya melindungi dari virus dan bakteri justru menyerang jaringan tubuh sendiri.
Akibatnya, terjadi peradangan kronis yang dapat menyerang berbagai organ, tergantung jenis penyakitnya.
Beberapa penyakit autoimun yang umum ditemui antara lain lupus, rheumatoid arthritis, multiple sclerosis, dan psoriasis. Hingga kini, belum ada terapi yang dapat menyembuhkan autoimun secara total.
Namun, dengan penanganan yang tepat, penderita tetap dapat menjalani kehidupan yang aktif dan produktif.
Pentingnya Diagnosis Dini
Langkah awal penanganan autoimun adalah diagnosis yang akurat dan sedini mungkin. Gejala autoimun kerap menyerupai penyakit lain sehingga sering terlambat terdeteksi.
Untuk memastikan diagnosis, dokter biasanya melakukan pemeriksaan fisik, wawancara medis, serta tes penunjang seperti antibodi antinuklear (ANA), faktor reumatoid, dan penanda peradangan.
Diagnosis dini berperan penting untuk mencegah kerusakan organ yang lebih berat dan mempercepat dimulainya terapi.
Terapi Obat Sesuai Jenis Autoimun
Setelah diagnosis ditegakkan, dokter akan menyesuaikan pengobatan berdasarkan jenis dan tingkat keparahan penyakit.
Terapi yang umum diberikan meliputi kortikosteroid untuk menekan peradangan, obat imunosupresan seperti methotrexate atau azathioprine, terapi biologis yang menargetkan sistem imun tertentu, serta obat pereda nyeri dan antiinflamasi nonsteroid (NSAID).
Seluruh pengobatan harus dilakukan di bawah pengawasan dokter karena berpotensi menimbulkan efek samping jangka panjang.
Peran Pola Hidup Sehat
Selain pengobatan medis, perubahan gaya hidup berperan besar dalam mengendalikan gejala autoimun.
Penderita dianjurkan menerapkan pola makan seimbang, memperbanyak konsumsi buah dan sayur, protein tanpa lemak, serta lemak sehat.
Makanan tinggi gula, olahan, dan lemak trans sebaiknya dibatasi karena dapat memicu peradangan.
Aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki, berenang, atau yoga juga dianjurkan untuk menjaga kebugaran.
Di sisi lain, istirahat cukup dan pengelolaan stres menjadi faktor penting karena stres dapat memperburuk kekambuhan gejala.
Dukungan Psikologis Tak Kalah Penting
Autoimun merupakan penyakit kronis yang kerap berdampak pada kondisi mental penderita. Rasa lelah berkepanjangan, kecemasan, dan tekanan emosional sering kali muncul.
Dukungan keluarga, lingkungan sosial, serta konseling psikologis dapat membantu penderita menjaga kesehatan mental dan menerima kondisi yang dijalani.
Pemantauan Berkala untuk Cegah Kekambuhan
Penyakit autoimun memiliki fase remisi dan kambuh. Oleh karena itu, kontrol rutin ke dokter diperlukan untuk memantau perkembangan penyakit, menyesuaikan terapi, serta mendeteksi efek samping obat sejak dini.
Meski belum dapat disembuhkan sepenuhnya, penyakit autoimun dapat dikelola dengan baik melalui diagnosis dini, pengobatan konsisten, gaya hidup sehat, dan dukungan psikologis.
Dengan penanganan yang tepat dan kerja sama antara pasien, keluarga, serta tenaga medis, kualitas hidup penderita tetap dapat terjaga.
Laporan: Bunga Adinda/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.








