Berat Janin Tak Bertambah Sesuai Usia Kehamilan, Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

AKURAT.CO Setiap ibu hamil tentu berharap janin yang dikandungnya tumbuh sehat dengan berat badan yang meningkat sesuai usia kehamilan.
Namun, pada sebagian kasus, berat janin tidak bertambah sebagaimana mestinya.
Kondisi ini kerap menimbulkan kekhawatiran karena bisa menjadi tanda adanya gangguan kesehatan pada ibu maupun janin.
Dikutip dari Cleveland Clinic, kondisi ketika berat janin tidak bertambah sesuai usia kehamilan dikenal sebagai Intrauterine Growth Restriction (IUGR) atau pertumbuhan janin terhambat.
IUGR terjadi saat ukuran dan berat janin lebih kecil dibandingkan standar usia kehamilan.
Penyebabnya beragam, mulai dari gangguan aliran darah plasenta, kekurangan oksigen, hingga kurangnya asupan nutrisi selama kehamilan.
IUGR umumnya dapat terdeteksi melalui pemeriksaan rutin seperti USG. Dokter akan memantau pertumbuhan janin secara berkala menggunakan grafik pertumbuhan.
Jika janin terlihat lebih kecil atau berat badannya tidak bertambah sesuai usia kehamilan, diperlukan penanganan segera agar janin tetap berkembang optimal.
Baca Juga: Pentingnya Latar Belakang Masalah dalam Skripsi dan Cara Menyusunnya
Pasalnya, IUGR tidak hanya berdampak selama masa kehamilan, tetapi juga berisiko memengaruhi kesehatan bayi setelah lahir.
Penyebab Berat Janin Tidak Bertambah Sesuai Usia Kehamilan
-
Gangguan pada plasenta
Plasenta berperan menyalurkan oksigen dan nutrisi dari ibu ke janin. Gangguan aliran darah pada plasenta dapat menyebabkan janin kekurangan asupan penting, sehingga pertumbuhannya terhambat.
-
Kekurangan gizi selama kehamilan
Asupan nutrisi ibu sangat memengaruhi berat janin. Kekurangan protein, zat besi, asam folat, dan vitamin penting lainnya dapat membuat berat janin sulit meningkat.
-
Penyakit pada ibu hamil
Kondisi seperti hipertensi, anemia, diabetes, atau infeksi tertentu dapat mengganggu suplai nutrisi dan oksigen ke janin jika tidak ditangani dengan baik.
-
Kebiasaan tidak sehat
Merokok, mengonsumsi alkohol, serta asupan kafein berlebihan dapat menyempitkan pembuluh darah dan mengurangi aliran oksigen ke janin.
-
Faktor genetik atau kelainan kromosom
Beberapa janin memang memiliki ukuran tubuh lebih kecil secara genetik. Namun, dalam kondisi tertentu, kelainan kromosom juga dapat menyebabkan berat janin tidak bertambah normal.
Cara Mengatasi Berat Janin Tidak Bertambah
-
Memperbaiki pola makan dan asupan nutrisi
Ibu hamil disarankan mengonsumsi makanan bergizi seimbang yang kaya protein, zat besi, kalsium, dan asam folat. Sayuran hijau, ikan, telur, daging tanpa lemak, serta buah segar dapat membantu mendukung pertumbuhan janin.
-
Rutin melakukan pemeriksaan kehamilan
Kontrol kehamilan secara berkala penting untuk memantau perkembangan janin. Pemeriksaan USG dan Doppler dapat membantu mendeteksi gangguan pertumbuhan sejak dini.
-
Menghindari kebiasaan buruk
Berhenti merokok, menghindari alkohol, dan membatasi kafein sangat dianjurkan untuk melancarkan aliran oksigen dan nutrisi ke janin.
-
Mengelola stres dan istirahat cukup
Stres berlebihan dapat memengaruhi keseimbangan hormon kehamilan. Istirahat cukup dan menjaga kondisi mental yang baik membantu pertumbuhan janin tetap optimal.
-
Pemantauan medis intensif bila diperlukan
Pada kasus IUGR berat, dokter dapat menyarankan pemantauan ketat, rawat inap, atau bahkan persalinan lebih dini guna mencegah komplikasi serius.
Berat janin yang tidak bertambah sesuai usia kehamilan merupakan kondisi yang tidak boleh diabaikan.
Deteksi dini, asupan nutrisi yang tepat, serta pemantauan rutin oleh tenaga medis berperan penting dalam menjaga kesehatan janin.
Ibu hamil disarankan selalu menjaga pola hidup sehat dan rutin berkonsultasi dengan dokter agar kehamilan berjalan aman hingga persalinan.
Baca Juga: Mengenal Analisis Whale Alert untuk Memprediksi Pergerakan Harga Kripto
Laporan: Salsabilla Nur Wahdah/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










