Akurat

Kenapa Payudara Terasa Nyeri? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Naufal Lanten | 25 November 2025, 00:36 WIB
Kenapa Payudara Terasa Nyeri? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

AKURAT.CO Kenapa payudara terasa nyeri? Nyeri pada payudara adalah keluhan yang sangat umum dialami perempuan. Rasa tidak nyaman ini bisa muncul secara tiba-tiba, terasa menusuk, kencang, atau bahkan menjalar hingga ke ketiak dan lengan. Banyak orang mengaitkannya dengan masa menstruasi, padahal pemicu nyeri payudara bisa jauh lebih beragam. Kondisi ini sering kali tidak berbahaya, namun tetap perlu dipahami penyebab dan cara menanganinya agar tidak mengganggu aktivitas harian.

Rasa nyeri pada payudara—atau dikenal sebagai mastalgia—umumnya muncul di area luar bagian atas payudara. Ada yang mengalami selama beberapa hari sebelum haid, ada juga yang merasakannya muncul jauh sebelum jadwal menstruasi. Karena penyebabnya bisa berbeda-beda, mengenali pola dan gejalanya menjadi langkah penting untuk menentukan tindakan yang tepat.


Apa Saja Penyebab Payudara Terasa Nyeri?

Keluhan nyeri payudara bisa muncul karena perubahan alami dalam tubuh, pengaruh hormon, kondisi medis tertentu, hingga efek samping obat. Berikut rangkuman penyebab yang paling sering terjadi.

1. Fluktuasi hormon

Perubahan hormon adalah faktor nomor satu yang menyebabkan payudara terasa sakit. Biasanya terjadi 3–5 hari sebelum menstruasi dimulai, ketika hormon estrogen dan progesteron meningkat. Keduanya memicu payudara membengkak sehingga terasa lebih sensitif dan nyeri saat disentuh.

Nyeri serupa juga sering dialami saat hamil muda. “Kelembutan dan payudara sakit adalah salah satu tanda awal kehamilan,” terutama pada trimester pertama. Selain itu, masa pubertas dan menopause juga dapat memicu kondisi yang sama karena perubahan hormonal yang tidak stabil.

2. Siklus menstruasi

Nyeri payudara yang berhubungan dengan siklus haid biasanya muncul sekitar tiga hari sebelum menstruasi dan mereda setelahnya. Intensitasnya tidak selalu sama setiap bulan—kadang ringan, kadang terasa lebih menusuk.

3. Perubahan payudara fibrokistik

Kondisi ini bersifat jinak dan umum terjadi. Payudara terasa lebih kencang, tebal, atau menggumpal karena dipengaruhi fluktuasi hormon. Gejalanya meliputi:

  • Payudara terasa lebih padat

  • Kelembutan atau rasa nyeri

  • Adanya benjolan atau kista

  • Gatal dan sensasi tidak nyaman

  • Peningkatan sensitivitas puting

Keluhan ini biasanya memburuk sebelum haid dan mereda setelah menopause.

4. Ukuran payudara

Payudara berukuran besar dapat memberi tekanan lebih pada otot dada, leher, dan punggung. Kondisi ini membuat area payudara lebih mudah terasa nyeri atau tegang, apalagi jika bra tidak menopang dengan baik.

5. Mastitis

Mastitis adalah peradangan pada jaringan payudara yang sering terjadi pada ibu menyusui. Payudara bisa tampak bengkak, panas, dan terasa sangat nyeri. Jika tidak ditangani, kondisi ini bisa berkembang menjadi abses yang membutuhkan perawatan medis.

6. Iritasi otot

Tidak semua nyeri payudara berasal dari jaringan payudara itu sendiri. Cedera otot di area dada, bahu, atau punggung—misalnya akibat aktivitas mendayung, menyekop, atau olahraga intens—bisa memicu nyeri yang menjalar ke payudara.

7. Efek samping obat

Beberapa obat dapat memicu nyeri payudara, seperti:

  • Oxymetholone

  • Chlorpromazine

  • Obat diuretik

  • Terapi hormon (pil KB, pengganti hormon, obat infertilitas)

  • Digitalis

  • Methyldopa

Jika kamu curiga obat tertentu menjadi penyebab keluhan, konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan alternatif yang lebih nyaman.

8. Fibroadenoma

Fibroadenoma adalah tumor jinak yang umum ditemukan pada payudara. Benjolannya berbentuk bulat, kenyal, dan memiliki batas tegas. Meskipun tidak bersifat kanker, ukuran fibroadenoma bisa membesar saat hamil dan memicu nyeri atau rasa tidak nyaman.

9. Kista payudara

Benjolan yang berisi cairan ini biasanya berbentuk bulat atau lonjong dan terasa seperti balon kecil ketika ditekan. Kista payudara umumnya jinak, namun pada beberapa kasus bisa menyebabkan rasa nyeri.

10. Kanker payudara

Tidak semua nyeri payudara menandakan kanker, tetapi tetap perlu waspada bila muncul benjolan yang tidak biasa. Sensasi nyeri biasanya digambarkan sebagai rasa menusuk atau kencang. Jika kamu menemukan benjolan yang tidak berubah-ubah atau justru membesar, segera lakukan pemeriksaan.

11. Operasi dan terapi radiasi

Prosedur pembedahan payudara, termasuk terapi radiasi, dapat menimbulkan jaringan parut. Jaringan ini bisa menekan saraf dan menyebabkan payudara terasa nyeri atau mati rasa.

12. Cedera atau trauma

Benturan fisik, tekanan berlebihan, atau kecelakaan ringan dapat merusak jaringan di sekitar payudara. Kondisi tersebut bisa memicu peradangan yang menimbulkan rasa nyeri.

13. Ketidakseimbangan asam lemak

Saat kadar asam lemak dalam tubuh tidak stabil, jaringan payudara dapat menjadi lebih sensitif terhadap hormon. Ini bisa menyebabkan nyeri, terutama jika haid masih lama namun payudara sudah terasa sakit.

14. Konsumsi kafein berlebihan

Beberapa orang mengalami perbaikan setelah mengurangi asupan kafein. Meski penelitian lebih lanjut masih diperlukan, kafein diduga dapat memengaruhi sensitivitas jaringan payudara.


Kenapa Payudara Nyeri Padahal Haid Masih Lama?

Keluhan ini biasanya masih berhubungan dengan ketidakseimbangan hormon. Fluktuasi estrogen dan progesteron bisa terjadi lebih awal dari perkiraan, sehingga payudara terasa lebih sensitif. Faktor lain seperti stres, pola makan yang buruk, kafein berlebih, hingga penggunaan kontrasepsi hormonal juga dapat memperburuk gejala.

Jika nyeri berlangsung dalam waktu lama atau terasa sangat mengganggu, konsultasikan dengan dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.


Cara Mengatasi Nyeri pada Payudara

Nyeri payudara ringan umumnya dapat membaik dengan perawatan sederhana di rumah. Beberapa langkah berikut bisa membantu meredakan keluhan:

  • Menggunakan bra yang benar-benar sesuai ukuran dan memberikan penyangga ekstra.

  • Mengurangi konsumsi makanan berlemak dan menghindari lemak jenuh.

  • Mengurangi asupan kafein.

  • Mengelola stres dengan bijak.

  • Menghentikan kebiasaan merokok.

  • Menggunakan kompres hangat atau dingin di area payudara.

  • Menggunakan obat antiinflamasi topikal bila disarankan dokter.

  • Mengganti metode kontrasepsi yang memicu nyeri.

  • Mengurangi dosis terapi hormon menopause bila diperlukan.

  • Mengonsumsi vitamin E untuk membantu meredakan gejala tertentu.

  • Aktif bergerak dan berolahraga secara teratur untuk melancarkan sirkulasi darah.

  • Istirahat cukup agar tubuh lebih seimbang.

Jika nyeri tidak mereda, terutama bila disertai bengkak, demam, atau perubahan mencolok pada payudara, segera periksakan diri ke dokter.


Kapan Nyeri Payudara Perlu Diwaspadai?

Segera periksakan diri ke tenaga medis bila kamu mengalami:

  • Perubahan bentuk, ukuran, atau warna payudara

  • Cairan dari puting yang disertai darah

  • Puting berubah bentuk atau muncul ruam

  • Benjolan yang disertai nyeri di ketiak

  • Permukaan payudara tampak tertarik ke dalam

  • Gejala infeksi seperti bengkak, kemerahan, panas, dan demam

Nyeri payudara memang sering kali wajar, terutama menjelang menstruasi. Namun, bila berlangsung lebih dari dua minggu atau datang dengan gejala mencurigakan, penting untuk mendapatkan evaluasi dari dokter.


Kesimpulan

Payudara terasa nyeri bisa disebabkan oleh banyak hal, mulai dari fluktuasi hormon, perubahan fibrokistik, obat-obatan, kista, hingga kondisi medis seperti mastitis atau kanker payudara. Memahami penyebabnya akan memudahkan kamu menentukan langkah perawatan yang tepat. Jika gejalanya terus berulang atau membuat cemas, pemeriksaan medis adalah pilihan terbaik.

Kalau kamu ingin mengikuti update seputar kesehatan dan isu menarik lainnya, pantau terus artikel terbaru di AKURAT.CO.

Baca Juga: 1 dari 3000 Perempuan Hamil Terkena Kanker Payudara

Baca Juga: Pentingnya Deteksi Dini Kanker Payudara bagi Perempuan

FAQ

1. Apakah nyeri pada payudara itu normal?

Ya, nyeri payudara adalah kondisi yang umum dialami banyak wanita, terutama menjelang menstruasi atau saat terjadi perubahan hormon alami di tubuh. Namun, jika nyeri berlangsung lebih dari dua minggu atau disertai gejala mencurigakan, segera periksakan ke dokter.

2. Apa penyebab paling sering dari nyeri payudara?

Penyebab paling umum adalah fluktuasi hormon menjelang menstruasi. Perubahan hormon tersebut dapat membuat jaringan payudara membengkak dan lebih sensitif.

3. Apakah nyeri payudara bisa menjadi tanda kehamilan?

Bisa. Banyak wanita merasakan payudara lebih sensitif, nyeri, atau terasa penuh pada trimester pertama kehamilan akibat meningkatnya hormon estrogen dan progesteron.

4. Kenapa payudara terasa nyeri padahal haid masih lama?

Nyeri yang muncul jauh sebelum jadwal menstruasi bisa terjadi karena ketidakseimbangan hormon, stres, konsumsi kafein berlebihan, atau penggunaan kontrasepsi hormonal.

5. Apakah nyeri payudara selalu berarti kanker?

Tidak selalu. Sebagian besar kasus nyeri payudara tidak berhubungan dengan kanker. Namun, jika nyeri muncul bersamaan dengan benjolan keras, perubahan bentuk payudara, keluarnya cairan berdarah dari puting, atau kulit tampak tertarik ke dalam, segera konsultasikan ke dokter.

6. Bagaimana cara meredakan nyeri payudara di rumah?

Beberapa cara yang dapat membantu antara lain:

  • Menggunakan bra yang menopang dengan baik

  • Mengompres hangat atau dingin

  • Mengurangi konsumsi kafein dan lemak jenuh

  • Mengelola stres

  • Berolahraga ringan

  • Menghentikan kebiasaan merokok

7. Apakah makanan tertentu bisa memicu nyeri payudara?

Ya, terutama makanan tinggi lemak dan karbohidrat karena dapat meningkatkan hormon estrogen yang menyebabkan payudara terasa lebih bengkak dan sensitif.

8. Benjolan pada payudara selalu berbahaya?

Tidak. Benjolan seperti fibroadenoma atau kista payudara biasanya bersifat jinak. Namun, pemeriksaan medis tetap dibutuhkan untuk memastikan kondisi tersebut aman.

9. Apakah obat dapat menyebabkan nyeri pada payudara?

Beberapa obat seperti pil KB, terapi hormon, antidepresan, obat jantung, atau obat tekanan darah dapat memicu nyeri sebagai efek samping.

10. Kapan harus pergi ke dokter?

Hubungi dokter jika nyeri:

  • Berlangsung lebih dari dua minggu

  • Mengganggu aktivitas sehari-hari

  • Disertai benjolan yang tidak hilang

  • Ada keluarnya cairan berdarah dari puting

  • Payudara tampak berubah bentuk, bengkak, atau kemerahan

  • Disertai demam atau tanda infeksi lainnya

11. Apakah pria juga bisa mengalami nyeri payudara?

Bisa. Meski lebih jarang, pria dapat mengalami mastalgia akibat perubahan hormon, cedera otot dada, atau kondisi medis tertentu.

12. Apakah ukuran payudara memengaruhi rasa nyeri?

Ya. Payudara berukuran besar lebih rentan mengalami ketegangan pada jaringan sekitarnya, yang dapat memicu nyeri hingga ke leher, punggung, dan bahu.

13. Apakah operasi payudara dapat menyebabkan nyeri berkepanjangan?

Bisa. Tindakan pembedahan hingga terapi radiasi dapat meninggalkan jaringan parut yang menimbulkan rasa nyeri atau mati rasa dalam jangka panjang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.