Bagaimana TBC Masuk dan Merusak Paru-paru? Begini Mekanismenya

AKURAT.CO Bakteri TBC bisa masuk ke paru-paru lewat proses yang kelihatannya simpel, tapi mekanismenya cukup kompleks di dalam tubuh.
Begitu terhirup, bakteri mulai bergerak melalui saluran napas dan memicu reaksi berantai yang akhirnya merusak jaringan paru. Berikut mekanisme lengkapnya.
Baca Juga: Rano Karno Beberkan Strategi Pemprov Wujudkan Jakarta Bebas TBC di 2030
Proses Masuknya Bakteri TBC ke Paru-paru
1. Inhalasi droplet yang mengandung bakteri
Infeksi dimulai saat seseorang menghirup droplet kecil berisi Mycobacterium tuberculosis yang dikeluarkan penderita TBC paru aktif. Droplet ini masuk bersama udara ke saluran napas.
2. Perjalanan hingga alveoli
Setelah terhirup, bakteri bergerak melewati saluran pernapasan dan mencapai alveoli, kantung udara tempat pertukaran oksigen berlangsung yang menjadi lokasi awal interaksi antara bakteri dan sistem imun.
3. Kontak dan fagositosis oleh makrofag
Di alveoli, makrofag paru menelan (fagositosis) bakteri sebagai respons pertahana pertama. Normalnya makrofag mencerna mikroba, tetapi M. tuberculosis memiliki mekanisme untuk bertahan hidup di dalam sel ini.
4. Kelangsungan hidup dan replikasi intraseluler
Jika bakteri berhasil menghindari penghancuran oleh makrofag, mereka berkembang biak di dalam sel imun tersebut. Replikasi intraseluler ini memungkinkan bakteri bertahan dan memperluas infeksi lokal.
5. Pembentukan granuloma (kompleks ghon)
Tubuh merespons dengan membentuk granuloma kumpulan sel imun yang “membungkus” infeksi untuk mencegah penyebaran. Lesi khas ini, yang dikenal sebagai kompleks Ghon, sering menunjukkan nekrosis kaseosa di tengahnya sebagai tanda kerusakan jaringan.
6. Dua jalan kelanjutan, laten atau aktif
Jika sistem imun efektif, bakteri tetap terkurung dalam keadaan laten tanpa gejala klinis, namun bisa reaktif saat daya tahan tubuh menurun.
Jika sistem imun gagal menahan, bakteri menyebar di paru dan menimbulkan TBC aktif dengan gejala khas.
Baca Juga: Mendagri Minta Kepala Daerah Lebih Serius Atasi Persoalan TBC
7. Potensi diseminasi ke organ lain
Dari fokus primernya di paru, bakteri dapat memasuki aliran darah atau limfe dan menyebar ke organ lain, seperti ginjal, tulang, atau otak yang menyebabkan bentuk TBC diseminata yang lebih berat.
Kerusakan Paru yang Terjadi
1. Terbentuknya granuloma dan nekrosis kaseosa
Infeksi yang memicu peradangan menyebabkan kerusakan jaringan paru berupa granuloma dengan pusat nekrosis kaseosa. Lesi ini membuat sebagian jaringan kehilangan fungsinya.
2. Batuk berdarah akibatnya pecahnya pembuluh darah
Kerusakan jaringan dapat merusak pembuluh darah di paru. Ketika pembuluh pecah, penderita bisa mengalami batuk berdarah atau hemoptisis.
3. Gangguan fungsi pernapasan
Penumpukan sel mati dan peradangan membuat paru sulit mengembang dan mengempis secara optimal yang memicu sesak napas dan penurun kapasitas paru.
4. Efusi pleura
Infeksi yang menyebar ke pleura dapat menyebabkan penumpukan cairan di rongga pleura (efusi pleura) yang memunculkan nyeri dada dan sesak nafas yang semakin berat.
5. Bronkiektasis
Kerusakan paru yang kronis dapat mengakibatkan pelebaran abnormal saluran napas (bronkiektasis) yang menimbulkan masalah pernapasan jangka panjang dan infeksi berulang.
6. Kerusakan permanen jika tidak diobati
Tanpa terapi yang tepat, TBC dapat menyebabkan kerusakan paru permanen dan gangguan pernapasan kronis.
7. Penyebaran ke organ lain
Jika infeksi tidak terkendali, bakteri dapat menyebar melalui aliran darah ke organ lain memicu bentuk TBC yang lebih berat.
Faktor yang Memengaruhi Tingkat Keparahan Infeksi
1. Lemahnya sistem imun
Saat daya tahan tubuh turun, misalnya karena HIV/AIDS, diabetes, atau penyakit lain, bakteri TBC lebih mudah berkembang dan infeksinya jadi lebih berat.
2. Gizi yang tidak optimal
Kurang nutrisi bikin tubuh sulit melawan infeksi sehingga gejala TBC makin parah.
3. Kontak dengan dengan pasien TBC aktif
Sering terpapar bakteri dari penderita TBC, apalagi satu rumah, meningkatkan risiko infeksi yang lebih berat.
4. Lingkungan tidak sehat
Hunian padat, ventilasi buruk, udara lembap, dan minim cahaya bikin bakteri lebih mudah menyebar dan memperburuk kondisi.
5. Kebiasaan merokok dan alkohol
Dua hal ini melemahkan paru dan imun yang membuat tubuh makin rentan terhadap infeksi berat.
6. Usia rentan
Bayi, anak kecil, lansia punya pertahanan tubuh yang lebih lemah sehingga lebih mudah mengalami TBC berat.
Pada akhirnya, paham soal faktor-faktor yang bikin infeksi TBC makin berat itu penting banget biar kita bisa lebih waspada.
Dengan menjaga imun, pola hidup sehat, dan lingkungan yang bersih, risiko komplikasi bisa ditekan.
Jangan lupa rutin kontrol ke tenaga kesehatan supaya pengobatan tetap terarah dan peluang sembuh makin besar.
Aqila Shafiqa Aryaputri (Magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








