AKURAT.CO Diare menyebabkan tubuh kehilangan banyak cairan dan elektrolit dalam waktu singkat.
Jika tidak segera diimbangi dengan langkah tepat, dehidrasi dapat terjadi dan memperlambat proses pemulihan, bahkan bisa menimbulkan komplikasi serius.
Maka dari itu, mengetahui cara yang benar untuk mengganti cairan dan elektrolit menjadi bagian penting dari pemulihan diare.
Lantas Bagaimana cara tubuh bisa pulih dari kehilangan cairan dan elektrolit saat diare?
Baca Juga: 7 Obat Terbaik untuk Mengatasi Diare pada Anak-anak yang Wajib Kamu Ketahui!
Simak langkah-langkah berikut agar proses pemulihan lebih efektif.
Kenapa Cairan Tubuh Harus Cepat Diganti?
Saat diare, selain kehilangan air dalam jumlah besar, tubuh juga kehilangan elektrolit penting seperti natrium, kalium, dan klorida.
Kekurangan cairan dapat menimbulkan gejala serius seperti detak jantung cepat, tekanan darah rendah, lemas ekstrem, mulut dan kulit kering, pusing, hingga gangguan kesadaran.
Dehidrasi berat bahkan bisa berujung pada kerusakan organ atau kondisi medis yang mengancam nyawa.
Menurut panduan dari World Health Organization (WHO), terapi rehidrasi oral (oral rehydration therapy/ORT) merupakan intervensi utama untuk mencegah dehidrasi berat.
Langkah-Langkah Mengembalikan Cairan Tubuh
1. Mulai dengan Larutan Rehidrasi Oral (LRO)
Larutan rehidrasi oral atau oralit mengandung keseimbangan air, garam, dan gula yang dirancang untuk menggantikan cairan yang hilang. Disarankan mengonsumsi larutan ini setiap kali terjadi diare dan setelah muntah.
Di Indonesia, produk oralit bisa diperoleh di apotek dan sudah sesuai rekomendasi WHO.
2. Minum Air Putih Hangat Secara Teratur
Selain LRO, air putih hangat sangat penting untuk mengganti cairan tubuh. Minumlah secara perlahan namun sering, misalnya setengah gelas setiap 20-30 menit agar tubuh dapat menyerapnya dengan efektif tanpa memicu muntah.
3. Konsumsi Minuman Rich Elektrolit Alami
Anda dapat memilih minuman alami yang mengandung elektrolit seperti air kelapa muda atau jus buah tanpa gula tambahan. Minuman ini membantu menggantikan kalium yang hilang dan memberikan rasa yang lebih mudah diterima ketika Anda belum kuat menelan larutan rehidrasi komersial.
4. Hindari Minuman Pemicu Dehidrasi
Saat fase pemulihan diare, hindari minuman berkafein seperti kopi dan teh hitam, alkohol, serta minuman berkarbonasi.
Kafein dan alkohol bersifat diuretik yang dapat menyebabkan tubuh kehilangan lebih banyak cairan.
5. Makan Makanan Ringan dan Mudah Dicerna
Walaupun fokus utama adalah rehidrasi, tubuh juga membutuhkan energi dan nutrisi.
Konsumsi makanan ringan seperti bubur, nasi tawar, atau pisang yang kaya kalium membantu pemulihan.
Hindari makanan berlemak, pedas, atau berserat tinggi pada awal fase pemulihan karena bisa memperparah diare.
Baca Juga: Ampuh! Inilah 7 Obat Diare Dari Bahan Alami Untuk Anak
Kapan Harus Menghubungi Dokter?
Jika diare berlangsung lebih dari dua hari pada anak atau lebih dari tiga hari pada orang dewasa, atau disertai gejala seperti darah dalam tinja, demam tinggi, lemas ekstrem, atau kegagalan minum, segera hubungi dokter. Kondisi ini bisa menandakan dehidrasi berat atau komplikasi lain yang membutuhkan penanganan medis.
Mengembalikan cairan tubuh setelah diare bukan hanya soal banyak minum, tetapi juga soal memilih cairan dan makanan yang tepat agar tubuh dapat pulih dengan cepat dan aman.
Itulah langkah-langkah yang bisa Anda lakukan untuk mengganti cairan tubuh setelah diare.
Semoga cepat pulih dan kembali beraktivitas dengan kondisi lebih sehat.
Nadira Maia Arziki (Magang)