Akurat

Etoricoxib Obat Apa? Ini Manfaat, Dosis, dan Efek Samping yang Perlu Kamu Tahu

Naufal Lanten | 8 November 2025, 13:30 WIB
Etoricoxib Obat Apa? Ini Manfaat, Dosis, dan Efek Samping yang Perlu Kamu Tahu

AKURAT.CO Etoricoxib adalah salah satu obat yang sering diresepkan dokter untuk mengatasi nyeri dan peradangan, terutama pada sendi dan otot. Obat ini banyak digunakan untuk kondisi seperti osteoarthritis, rheumatoid arthritis, ankylosing spondylitis, hingga nyeri akibat asam urat atau pascaoperasi. Karena termasuk golongan obat keras, penggunaannya tidak boleh sembarangan dan wajib sesuai anjuran dokter.


Apa Itu Etoricoxib dan Bagaimana Cara Kerjanya

Etoricoxib termasuk dalam golongan Non-Steroidal Anti-Inflammatory Drugs (NSAID) jenis COX-2 inhibitor. Cara kerja obat ini adalah dengan menghambat enzim cyclo-oxygenase-2 (COX-2), enzim yang berperan dalam pembentukan prostaglandin — zat kimia yang memicu rasa nyeri dan peradangan di tubuh. Dengan menghambat produksi prostaglandin, gejala seperti bengkak, nyeri, dan kemerahan dapat berkurang.

Beberapa merek dagang etoricoxib yang beredar di Indonesia antara lain Arcoxia, Coxiloid, Coxiron, Coxtor, Ecoroxib, Ecoxi, Etorix, Etorvel, Lacosib, Orinox, Simcox, Soricox, dan Sikstop.


Manfaat Etoricoxib

Etoricoxib digunakan untuk meredakan nyeri dan peradangan pada berbagai kondisi, di antaranya:

  • Osteoarthritis, yaitu peradangan pada sendi akibat kerusakan tulang rawan.

  • Rheumatoid arthritis, penyakit autoimun yang menyebabkan nyeri dan pembengkakan sendi.

  • Ankylosing spondylitis, peradangan kronis pada tulang belakang dan sendi panggul.

  • Asam urat (gout arthritis), yaitu radang sendi akibat penumpukan kristal asam urat.

  • Nyeri akut, misalnya nyeri pascaoperasi atau setelah cedera.

  • Dismenore, atau nyeri haid yang cukup parah.

Selain itu, etoricoxib juga sering diresepkan untuk mengatasi nyeri setelah operasi gigi. Namun, penggunaan obat ini harus berdasarkan resep dokter karena dosis dan durasinya perlu disesuaikan dengan kondisi pasien.


Dosis dan Aturan Pakai Etoricoxib

Dosis etoricoxib berbeda tergantung pada jenis penyakit dan tingkat keparahan gejalanya. Berikut kisaran dosis yang umumnya diberikan:

  • Osteoarthritis: 30 mg sekali sehari, bisa ditingkatkan hingga 60 mg jika diperlukan.

  • Rheumatoid arthritis dan ankylosing spondylitis: 60 mg sekali sehari, dapat ditingkatkan hingga 90 mg bila gejala belum membaik.

  • Asam urat dan dismenore: 120 mg sekali sehari, dengan durasi maksimal 8 hari.

  • Nyeri akut (misalnya pascaoperasi): 90 mg sekali sehari, dengan durasi maksimal 3 hari.

Obat ini dikonsumsi secara oral (melalui mulut) dan bisa diminum sebelum atau sesudah makan. Namun, agar efeknya lebih cepat terasa, disarankan diminum sebelum makan. Telan tablet secara utuh dengan air putih tanpa dikunyah atau dihancurkan.

Jika kamu lupa minum obat, segera konsumsi begitu teringat. Tetapi bila sudah mendekati jadwal berikutnya, abaikan dosis yang terlewat dan jangan menggandakan dosis.


Peringatan Sebelum Mengonsumsi Etoricoxib

Etoricoxib termasuk obat resep yang penggunaannya memerlukan pengawasan dokter. Beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum mengonsumsinya:

  • Hindari penggunaan jika kamu alergi terhadap etoricoxib atau obat NSAID lain.

  • Anak di bawah 16 tahun tidak dianjurkan menggunakan obat ini.

  • Jangan gunakan obat ini jika kamu baru menjalani operasi bypass jantung.

  • Informasikan kepada dokter jika memiliki riwayat penyakit jantung, hipertensi, stroke, gangguan liver, ginjal, diabetes, atau tukak lambung.

  • Penggunaan pada lansia di atas 65 tahun perlu pengawasan ketat.

  • Hindari mengemudi atau menjalankan mesin berat setelah mengonsumsi obat ini karena bisa menyebabkan pusing atau kantuk.

  • Jika terjadi reaksi alergi seperti sesak napas, ruam, atau bengkak di wajah, segera cari bantuan medis.


Etoricoxib untuk Ibu Hamil dan Menyusui

Penggunaan etoricoxib pada ibu hamil perlu perhatian khusus:

  • Usia kehamilan ≤ 20 minggu: termasuk Kategori C, artinya ada efek samping pada hewan percobaan tetapi belum ada penelitian terkontrol pada manusia.

  • Usia kehamilan > 20 minggu: termasuk Kategori D, yang berarti ada bukti risiko terhadap janin, namun masih bisa digunakan jika manfaatnya lebih besar dari risikonya.

Untuk ibu menyusui, etoricoxib umumnya aman digunakan sesuai anjuran dokter. Meski begitu, tetap konsultasikan dengan dokter untuk mempertimbangkan alternatif yang lebih aman bagi bayi.


Interaksi Etoricoxib dengan Obat Lain

Etoricoxib dapat berinteraksi dengan beberapa obat lain dan memengaruhi efektivitas atau meningkatkan risiko efek samping. Beberapa interaksi yang perlu diwaspadai:

  • Antikoagulan (seperti warfarin): meningkatkan risiko perdarahan.

  • Obat diuretik dan antihipertensi: dapat menurunkan efektivitasnya.

  • Aspirin: meningkatkan risiko tukak lambung atau perdarahan saluran cerna.

  • Lithium, methotrexate, salbutamol tablet, dan minoxidil: dapat meningkatkan efek samping.

  • Rifampicin: dapat menurunkan efektivitas etoricoxib.

Selalu beri tahu dokter atau apoteker jika kamu sedang mengonsumsi obat, suplemen, atau herbal lain agar tidak terjadi interaksi yang berbahaya.


Efek Samping Etoricoxib

Sama seperti obat lainnya, etoricoxib juga bisa menimbulkan efek samping. Beberapa efek yang umum dirasakan antara lain:

  • Mual dan muntah

  • Heartburn atau rasa panas di dada

  • Sakit kepala dan pusing

  • Diare

  • Kantuk

  • Sariawan

  • Perubahan rasa di lidah

Jika efek ini tidak kunjung membaik, segera konsultasikan ke dokter. Waspadai juga efek samping serius seperti:

  • Nyeri dada atau jantung berdebar tidak teratur

  • Sesak napas

  • Muntah darah atau feses berwarna hitam

  • Pembengkakan pada tungkai

  • Kulit dan mata menguning (tanda gangguan hati)

  • Kelelahan ekstrem meski tidak banyak beraktivitas

Jika salah satu gejala di atas muncul, hentikan penggunaan obat dan segera cari pertolongan medis.


Cara Penyimpanan dan Tips Aman

Simpan etoricoxib di tempat sejuk, kering, dan terhindar dari sinar matahari langsung. Pastikan obat ini jauh dari jangkauan anak-anak. Jangan gunakan obat yang sudah kedaluwarsa atau tablet yang berubah warna dan bentuknya.


Kesimpulan

Etoricoxib adalah obat antiinflamasi yang efektif meredakan nyeri dan peradangan pada berbagai kondisi, terutama nyeri sendi dan otot. Namun, karena termasuk obat keras, penggunaannya harus di bawah pengawasan dokter untuk menghindari risiko efek samping dan interaksi obat.

Kalau kamu sedang mengalami nyeri sendi atau peradangan yang tak kunjung membaik, sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk menentukan apakah etoricoxib merupakan pilihan yang tepat.

Pantau terus informasi seputar kesehatan, pengobatan, dan gaya hidup sehat lainnya hanya di AKURAT.CO agar kamu tidak ketinggalan update terbaru.

Baca Juga: Farsifen Obat Apa? Simak Manfaat dan Efek Sampingnya!

Baca Juga: Obat Mefenamic Acid Untuk Apa? Simak Manfaat, Efek Samping, dan Cara Kerja

FAQ

1. Etoricoxib obat untuk apa?
Etoricoxib digunakan untuk meredakan nyeri dan peradangan pada berbagai kondisi seperti osteoarthritis, rheumatoid arthritis, ankylosing spondylitis, dan asam urat. Obat ini juga bisa diberikan untuk nyeri akut seperti pascaoperasi atau nyeri haid.

2. Bagaimana cara kerja etoricoxib?
Etoricoxib bekerja dengan menghambat enzim cyclo-oxygenase-2 (COX-2) yang berperan dalam pembentukan prostaglandin. Prostaglandin adalah zat kimia yang menyebabkan nyeri dan peradangan. Dengan menghambat enzim ini, gejala seperti nyeri, bengkak, dan kemerahan dapat berkurang.

3. Apakah etoricoxib termasuk obat keras?
Ya, etoricoxib termasuk obat keras yang hanya bisa dibeli dengan resep dokter. Penggunaan tanpa pengawasan dokter bisa menimbulkan efek samping serius.

4. Apa saja merek dagang etoricoxib di Indonesia?
Beberapa merek etoricoxib yang beredar di Indonesia antara lain Arcoxia, Coxiron, Etorvel, Orinox, Simcox, Soricox, Lacosib, dan Ecoroxib.

5. Berapa dosis etoricoxib yang aman?
Dosis etoricoxib tergantung pada jenis penyakit dan kondisi pasien. Umumnya:

  • Osteoarthritis: 30–60 mg per hari

  • Rheumatoid arthritis dan ankylosing spondylitis: 60–90 mg per hari

  • Asam urat dan dismenore: 120 mg per hari (maksimal 8 hari)

  • Nyeri akut: 90 mg per hari (maksimal 3 hari)
    Gunakan sesuai petunjuk dokter agar hasil pengobatan optimal.

6. Apakah etoricoxib boleh diminum tanpa makan?
Boleh. Etoricoxib bisa diminum sebelum atau sesudah makan, tetapi lebih disarankan sebelum makan agar efeknya lebih cepat terasa.

7. Apakah etoricoxib aman untuk ibu hamil?
Tidak sepenuhnya. Untuk usia kehamilan ≤20 minggu, etoricoxib termasuk Kategori C, artinya hanya boleh digunakan jika manfaatnya lebih besar dari risikonya. Sementara pada kehamilan >20 minggu, masuk Kategori D, yang berarti ada risiko terhadap janin.

8. Apakah etoricoxib aman untuk ibu menyusui?
Umumnya aman jika digunakan sesuai dosis dan anjuran dokter. Namun, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu untuk memastikan tidak ada efek pada bayi yang menyusu.

9. Apa saja efek samping etoricoxib?
Efek samping yang umum antara lain mual, diare, heartburn, pusing, kantuk, dan sariawan. Efek serius yang perlu diwaspadai meliputi nyeri dada, sesak napas, muntah darah, pembengkakan kaki, dan kulit atau mata menguning.

10. Apakah etoricoxib bisa menyebabkan tekanan darah naik?
Ya, etoricoxib dapat meningkatkan tekanan darah terutama pada pengguna yang memiliki riwayat hipertensi. Disarankan untuk memantau tekanan darah secara rutin selama penggunaan.

11. Apa yang harus dilakukan jika lupa minum obat?
Jika lupa, segera minum begitu teringat. Namun bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, abaikan dosis yang terlewat dan jangan menggandakan dosis.

12. Apakah etoricoxib bisa diminum bersamaan dengan obat lain?
Tergantung jenis obatnya. Etoricoxib dapat berinteraksi dengan obat seperti warfarin, aspirin, methotrexate, lithium, atau rifampicin. Konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi bersama obat lain agar terhindar dari interaksi berbahaya.

13. Siapa saja yang tidak boleh menggunakan etoricoxib?
Etoricoxib tidak dianjurkan untuk:

  • Anak di bawah 16 tahun

  • Penderita penyakit jantung berat atau gagal jantung

  • Orang dengan riwayat stroke, tukak lambung, atau gangguan liver dan ginjal

  • Pasien yang baru menjalani operasi bypass jantung

14. Bagaimana cara menyimpan etoricoxib?
Simpan di tempat sejuk dan kering, jauh dari sinar matahari langsung. Pastikan obat disimpan jauh dari jangkauan anak-anak.

15. Kapan harus segera ke dokter setelah minum etoricoxib?
Segera hubungi dokter jika mengalami nyeri dada, sesak napas, bengkak pada kaki, muntah darah, atau muncul tanda alergi seperti ruam dan pembengkakan pada wajah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.