Akurat

Calcifar Obat Apa? Ini Penjelasan Lengkap Manfaat, Dosis, dan Aturan Pakainya

Idham Nur Indrajaya | 25 Desember 2025, 10:19 WIB
Calcifar Obat Apa? Ini Penjelasan Lengkap Manfaat, Dosis, dan Aturan Pakainya

AKURAT.CO Calcifar adalah suplemen mineral yang digunakan untuk membantu memenuhi kebutuhan kalsium harian tubuh. Obat ini banyak dicari karena perannya dalam menjaga kesehatan tulang dan gigi, sekaligus membantu mencegah berbagai masalah akibat kekurangan kalsium. Calcifar dijual bebas dan tersedia dalam bentuk kaplet kunyah, sehingga relatif praktis dikonsumsi oleh berbagai kalangan.

Lalu, sebenarnya Calcifar obat apa, untuk siapa, dan kapan sebaiknya dikonsumsi? Artikel ini akan mengulasnya secara lengkap dan mudah dipahami, mulai dari kandungan, manfaat, cara kerja, hingga efek samping yang perlu diwaspadai.


Apa Itu Calcifar dan Untuk Apa Fungsinya?

Calcifar merupakan suplemen kalsium dengan bahan aktif dibasic calcium phosphate (calcium hydrogen phosphate dihydrate) 500 mg dalam setiap kaplet. Kandungan ini berfungsi sebagai sumber kalsium tambahan ketika asupan dari makanan sehari-hari belum mencukupi atau saat tubuh membutuhkan kalsium lebih banyak.

Secara umum, Calcifar digunakan untuk:

  • Mencegah dan mengatasi kadar kalsium rendah (hipokalsemia)

  • Membantu menjaga kekuatan tulang dan gigi

  • Mendukung fungsi saraf, otot, dan jantung agar tetap optimal

Dalam kondisi tertentu, seperti menopause, kehamilan, menyusui, atau penggunaan obat jangka panjang tertentu, kebutuhan kalsium tubuh bisa meningkat. Di sinilah peran Calcifar menjadi relevan.


Kenapa Kalsium Sangat Penting untuk Tubuh?

Kalsium bukan hanya soal tulang. Mineral ini memiliki peran luas dalam tubuh, mulai dari membantu kontraksi otot, transmisi sinyal saraf, menjaga irama jantung, hingga proses pembekuan darah. Kalsium juga berperan sebagai ko-faktor enzim, yaitu molekul pendukung yang membantu berbagai reaksi kimia dalam tubuh berjalan normal.

Jika tubuh kekurangan kalsium dalam jangka panjang, risiko yang bisa muncul antara lain tulang keropos (osteoporosis), tulang lunak (osteomalasia), gangguan otot, hingga masalah pada kelenjar paratiroid. Karena itu, suplemen kalsium seperti Calcifar sering direkomendasikan sebagai langkah pencegahan maupun terapi pendukung.


Manfaat Calcifar untuk Kesehatan

Calcifar memiliki manfaat utama sebagai suplemen kalsium, tetapi penggunaannya cukup luas dalam praktik medis. Beberapa kondisi yang sering memerlukan Calcifar antara lain:

  • Osteoporosis, yaitu pengeroposan tulang akibat defisiensi kalsium

  • Osteomalasia dan rickets, kondisi tulang lunak atau rapuh

  • Hipoparatiroidisme, saat kelenjar paratiroid tidak bekerja optimal

  • Hipokalsemia akut maupun kronis

  • Kondisi khusus seperti osteodistrofi ginjal, gagal ginjal kronis, dan pseudohipoparatiroidisme

Selain itu, Calcifar juga kerap digunakan untuk mencukupi kebutuhan kalsium pada ibu hamil, ibu menyusui, wanita pasca-menopause, serta pasien yang menjalani pengobatan tertentu seperti fenitoin, fenobarbital, atau prednison.


Siapa yang Boleh Mengonsumsi Calcifar?

Calcifar dapat dikonsumsi oleh dewasa dan anak-anak, dengan catatan dosis disesuaikan. Namun, suplemen ini tidak dianjurkan untuk anak usia di bawah 1 tahun kecuali atas rekomendasi dokter.

Untuk ibu hamil dan menyusui, Calcifar tergolong aman selama digunakan sesuai anjuran tenaga medis. Meski begitu, konsultasi tetap diperlukan untuk menyesuaikan dosis dengan kondisi tubuh dan kebutuhan kalsium harian.


Dosis dan Aturan Pakai Calcifar

Dosis Calcifar bisa bervariasi tergantung usia dan kondisi kesehatan. Secara umum:

  • Dewasa: 2–4 kaplet, 2 kali sehari

  • Anak-anak: 1–2 kaplet, 2 kali sehari

Pada kondisi tertentu, seperti osteoporosis atau hipokalsemia, dosis bisa berbeda dan biasanya ditentukan oleh dokter. Karena Calcifar tersedia dalam bentuk kaplet kunyah, tablet sebaiknya dikunyah terlebih dahulu sebelum ditelan agar penyerapannya lebih optimal.


Cara Mengonsumsi Calcifar agar Manfaatnya Maksimal

Agar kalsium dapat diserap dengan baik oleh tubuh, Calcifar sebaiknya diminum setelah makan. Konsumsi bersama vitamin D juga dianjurkan karena vitamin ini membantu proses penyerapan kalsium di usus.

Perlu diperhatikan, hindari mengonsumsi Calcifar bersamaan dengan makanan tinggi zat besi atau suplemen zat besi. Jika harus mengonsumsi keduanya, beri jeda setidaknya 2 jam agar tidak saling menghambat penyerapan.


Interaksi Calcifar dengan Obat Lain

Sebagai suplemen kalsium, Calcifar dapat berinteraksi dengan beberapa jenis obat. Penggunaan bersamaan dengan diuretik thiazide dapat meningkatkan risiko hiperkalsemia. Kalsium juga diketahui dapat menurunkan penyerapan antibiotik tertentu, seperti tetrasiklin dan quinolon, serta obat osteoporosis seperti alendronate.

Karena itu, penting untuk memberi tahu dokter jika sedang mengonsumsi obat lain, suplemen, atau produk herbal sebelum rutin menggunakan Calcifar.


Efek Samping yang Perlu Diwaspadai

Sebagian besar pengguna dapat mentoleransi Calcifar dengan baik. Namun, beberapa efek samping ringan bisa muncul, seperti perut kembung, mual, sembelit, atau berkurangnya nafsu makan. Pada kondisi tertentu, konsumsi berlebihan dapat memicu hiperkalsemia, yang ditandai dengan sering buang air kecil, rasa haus berlebihan, nyeri tulang, hingga gangguan irama jantung.

Jika muncul reaksi alergi atau keluhan berat, segera hentikan penggunaan dan cari pertolongan medis.


Siapa yang Tidak Dianjurkan Menggunakan Calcifar?

Calcifar tidak boleh digunakan oleh orang dengan riwayat alergi terhadap kandungan kalsium fosfat, penderita hiperkalsemia, atau pasien batu ginjal tertentu. Pasien dengan gangguan ginjal berat, sarkoidosis, atau kelainan kelenjar paratiroid juga perlu konsultasi medis sebelum mengonsumsinya.


Kesimpulan

Jadi, Calcifar adalah suplemen kalsium yang digunakan untuk membantu memenuhi kebutuhan kalsium harian, menjaga kesehatan tulang dan gigi, serta mencegah berbagai masalah akibat defisiensi kalsium. Meski tergolong obat bebas, penggunaannya tetap perlu disesuaikan dengan kondisi tubuh dan anjuran yang tepat agar manfaatnya optimal dan aman.

Kalau kamu tertarik membaca ulasan kesehatan lainnya atau ingin tahu lebih banyak soal suplemen dan obat yang sering digunakan sehari-hari, pantau terus update artikel kesehatan terbaru di AKURAT.CO.

Baca Juga: Omeprazole: Obat Efektif untuk Masalah Asam Lambung

Baca Juga: Bahan Makanan dan Obat Diblokir, Kenapa Israel Izinkan Puluhan Ribu iPhone 17 Masuk Gaza?

FAQ

1. Calcifar obat apa?

Calcifar adalah suplemen mineral yang mengandung kalsium fosfat. Obat ini digunakan untuk membantu memenuhi kebutuhan kalsium harian serta menjaga kesehatan tulang dan gigi, terutama saat asupan kalsium dari makanan belum mencukupi.

2. Calcifar digunakan untuk penyakit apa?

Calcifar digunakan untuk mencegah dan membantu mengobati kekurangan kalsium (hipokalsemia). Suplemen ini juga sering digunakan pada kondisi seperti osteoporosis, osteomalasia, hipoparatiroidisme, serta pada orang dengan kebutuhan kalsium meningkat.

3. Apakah Calcifar termasuk obat keras?

Tidak. Calcifar termasuk obat bebas atau suplemen makanan yang dapat dibeli tanpa resep dokter. Meski demikian, penggunaannya tetap perlu memperhatikan dosis dan kondisi kesehatan masing-masing.

4. Apakah Calcifar aman dikonsumsi setiap hari?

Calcifar umumnya aman dikonsumsi setiap hari selama sesuai dosis anjuran. Konsumsi berlebihan dapat meningkatkan risiko hiperkalsemia, sehingga sebaiknya tidak melebihi dosis yang dianjurkan pada kemasan atau oleh dokter.

5. Calcifar diminum sebelum atau sesudah makan?

Calcifar dianjurkan diminum setelah makan agar penyerapan kalsium lebih optimal dan mengurangi risiko gangguan pencernaan.

6. Apakah Calcifar boleh dikonsumsi ibu hamil dan menyusui?

Calcifar boleh dikonsumsi oleh ibu hamil dan ibu menyusui untuk membantu mencukupi kebutuhan kalsium. Namun, dosis sebaiknya disesuaikan dan dikonsultasikan dengan dokter.

7. Apakah anak-anak boleh minum Calcifar?

Calcifar dapat dikonsumsi oleh anak-anak dengan dosis yang disesuaikan. Namun, suplemen ini tidak dianjurkan untuk anak usia di bawah 1 tahun kecuali atas saran dokter.

8. Apa efek samping Calcifar yang mungkin terjadi?

Efek samping yang dapat muncul antara lain mual, perut kembung, sembelit, berkurangnya nafsu makan, sering buang air kecil, dan rasa haus. Jika muncul keluhan berat atau reaksi alergi, segera hentikan penggunaan dan konsultasikan ke dokter.

9. Apakah Calcifar boleh diminum bersamaan dengan vitamin D?

Ya. Calcifar justru dianjurkan dikonsumsi bersama vitamin D karena vitamin D membantu meningkatkan penyerapan kalsium dalam tubuh.

10. Bolehkah Calcifar diminum bersamaan dengan suplemen zat besi?

Tidak dianjurkan diminum bersamaan. Kalsium dapat menghambat penyerapan zat besi. Jika perlu mengonsumsi keduanya, beri jeda minimal 2 jam.

11. Siapa yang tidak boleh mengonsumsi Calcifar?

Calcifar tidak dianjurkan bagi penderita hiperkalsemia, batu ginjal tertentu, hipersensitivitas terhadap kalsium fosfat, atau gangguan ginjal berat tanpa pengawasan dokter.

12. Apa perbedaan Calcifar dan Calcifar Plus?

Calcifar hanya mengandung kalsium, sedangkan Calcifar Plus merupakan kombinasi kalsium dan vitamin D yang membantu penyerapan kalsium lebih optimal.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.