Turunkan Risiko Diabetes dengan Mengurangi Gula di Minuman Harian

AKURAT.CO Bagi banyak orang, secangkir kopi atau teh di pagi hari terasa belum lengkap tanpa tambahan gula.
Rasa manis dari gula memang membuat minuman terasa lebih nikmat, tapi siapa sangka, kebiasaan ini bisa menjadi pintu masuk berbagai masalah kesehatan jika dibiarkan terus-menerus.
Kelebihan gula dapat memicu kenaikan berat badan, gangguan metabolisme, bahkan meningkatkan risiko penyakit kronis seperti diabetes.
Karena itu, mengurangi gula dalam minuman harian menjadi langkah kecil yang berdampak besar untuk kesehatan jangka panjang.
Apa yang Terjadi Saat Kita Mengurangi Gula?
Saat asupan gula berkurang, tubuh akan mulai menyesuaikan diri. Dalam beberapa hari pertama, mungkin muncul rasa kurang puas atau keinginan kuat untuk menambah manis.
Namun, seiring waktu, lidah akan terbiasa dan mulai menikmati rasa alami dari kopi maupun teh.
Selain membantu menstabilkan energi, mengurangi gula juga membuat tubuh terasa lebih segar, konsentrasi meningkat, dan pola makan jadi lebih terkendali.
Bagaimana Cara Mengurangi Gula Tanpa Kehilangan Rasa?
Mengurangi gula bukan berarti harus langsung berhenti total. Ada beberapa cara mudah yang bisa dilakukan agar transisinya tetap nyaman:
1. Kurangi secara bertahap
Jika biasanya menambah dua sendok gula, turunkan menjadi satu setengah, lalu satu. Dalam dua hingga tiga minggu, lidah akan mulai beradaptasi.
2. Gunakan pemanis alami
Madu murni, atau gula kelapa bisa menjadi pilihan pengganti yang lebih ramah bagi tubuh. Rasa manisnya tetap terasa, tetapi tanpa lonjakan gula darah yang drastis.
3. Tambahkan bahan alami penambah rasa
Campurkan kayu manis, jahe, atau sedikit perasan lemon. Aroma dan rasa khas rempah akan memberi sensasi manis alami tanpa perlu gula tambahan.
4. Pilih bahan kopi dan teh berkualitas
Rasa pahit berlebih biasanya muncul dari bahan yang kurang segar atau proses penyeduhan yang salah.
Kopi arabika yang diseduh pada suhu tepat atau teh daun utuh yang direndam sebentar bisa menghasilkan rasa manis alami dari sumbernya sendiri.
Adakah Efek Samping dari Mengurangi Gula?
Tubuh manusia terbiasa dengan rasa manis, jadi wajar bila muncul efek seperti sedikit pusing atau rasa kurang puas di awal. Namun, kondisi ini bersifat sementara.
Setelah tubuh menyesuaikan diri, energi justru terasa lebih stabil dan tidak mudah lemas seperti saat kadar gula naik-turun karena konsumsi manis berlebih.
Beberapa orang bahkan merasakan tidur yang lebih nyenyak dan kulit yang lebih bersih setelah berhasil menekan konsumsi gula harian.
Apa Manfaat Nyata yang Bisa Dirasakan?
Mengurangi gula memberi banyak perubahan positif. Berat badan jadi lebih mudah dikendalikan, nafsu makan lebih teratur, dan risiko gigi berlubang menurun. Tubuh juga terasa lebih bertenaga tanpa perlu tambahan gula dari luar.
Selain itu, banyak orang mengaku rasa kopi dan teh justru lebih "jujur" setelah dikurangi gulanya aroma dan cita rasa aslinya lebih terasa, tidak tertutupi oleh manis berlebihan.
Langkah Lanjutan Setelah Berhasil
Begitu terbiasa minum kopi atau teh tanpa gula, coba terapkan prinsip yang sama pada makanan lain. Batasi gula tambahan di roti, saus, atau minuman kemasan.
Semakin sedikit gula yang dikonsumsi, semakin peka indera pengecap kita terhadap rasa alami bahan makanan.
Menikmati kopi atau teh tanpa banyak gula bukan berarti kehilangan kenikmatan, melainkan menemukan versi terbaik dari minuman itu sendiri.
Dengan sedikit penyesuaian, tubuh menjadi lebih sehat, dan kita belajar bahwa rasa manis sejati datang dari keseimbangan bukan dari sendok gula tambahan di dasar cangkir.
Laporan: Mutiara MY/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








