Akurat

Udara Pagi Terasa Lebih Segar, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Ratu Tiara | 31 Oktober 2025, 11:33 WIB
Udara Pagi Terasa Lebih Segar, Ini Penjelasan Ilmiahnya

AKURAT.CO Banyak orang menyukai suasana pagi karena udaranya terasa lebih segar dan menenangkan. Kondisi ini bukan sekadar sugesti, tetapi memang ada penjelasan ilmiah di baliknya.

Udara pagi cenderung memiliki kadar oksigen yang lebih tinggi, suhu yang lebih sejuk, dan tingkat polusi yang lebih rendah dibandingkan waktu lainnya dalam sehari.

Baca Juga: Bicara Udara Dorong Kesadaran akan Udara Bersih Lewat Jakarta Running Festival 2025

Mengapa Udara Pagi Lebih Segar

Ada beberapa faktor alamiah yang membuat udara di pagi hari terasa bersih dan menyegarkan

1. Kadar Polusi Masih Rendah

Pada pagi hari, aktivitas manusia seperti lalu lintas kendaraan dan kegiatan industri belum berlangsung padat. Hal ini menyebabkan kadar polusi di udara masih relatif rendah.

Selain itu, selama malam hari atmosfer memiliki waktu untuk “memulihkan diri” dengan cara mengencerkan dan menyebarkan partikel polutan yang terakumulasi di siang hari sebelumnya.

2. Suhu Udara Lebih Sejuk

Bumi akan melepaskan panas yang diserapnya pada siang hari saat malam tiba. Proses ini membuat suhu udara mencapai titik terendah menjelang fajar.

Udara yang lebih dingin di pagi hari terasa lebih segar dan nyaman untuk dihirup.

3. Kelembapan Udara yang Lebih Tinggi

Udara dingin memiliki kemampuan lebih kecil untuk menahan uap air. Itulah sebabnya tingkat kelembapan di pagi hari cenderung meningkat. Kondisi ini berkontribusi pada sensasi udara yang lebih sejuk, bersih, dan segar.

4. Proses Fotosintesis Tumbuhan

Ketika matahari mulai terbit, tumbuhan memulai proses fotosintesis. Mereka menyerap karbon dioksida (CO₂) dan melepaskan oksigen (O₂) ke udara. Pelepasan oksigen ini berperan besar dalam meningkatkan kualitas udara dan membuatnya terasa lebih menyehatkan saat dihirup.

5. Peningkatan Kadar Oksigen di Udara

Karena kadar polusi yang lebih rendah dan aktivitas fotosintesis yang mulai berlangsung, udara pagi memiliki pasokan oksigen yang melimpah. Hal ini membantu tubuh menyerap oksigen dengan lebih baik, meningkatkan energi, serta membuat otak lebih segar dan fokus.

Baca Juga: Mengenal 2 Penghasil Oksigen Terbesar Di Bumi

Benarkah Udara Pagi Selalu Bersih dan Sehat?

Meski udara pagi dikenal lebih segar, bukan berarti selalu bebas dari polusi. Kualitas udara pagi sangat bergantung pada lingkungan dan lokasi tempat tinggal seseorang.

Mitos yang Sering Diperbincangkan

1. Udara Pagi Bebas Polusi

Tidak selalu benar. Di daerah padat penduduk atau kawasan industri, partikel polusi masih bisa bertahan di udara, bahkan hingga pagi hari.

Penelitian menunjukkan bahwa meskipun kadarnya menurun pada malam hari, polutan seperti debu halus (PM2.5) bisa tetap melayang di atmosfer hingga pagi.

2. Udara Pagi Bebas dari Radikal Bebas

Radikal bebas merupakan molekul tidak stabil yang bisa menyebabkan kerusakan sel tubuh. Tidak ada bukti ilmiah yang menyatakan bahwa udara pagi benar-benar bebas dari radikal bebas.

Fakta yang Perlu Diketahui

1. Kualitas Udara Tergantung Lingkungan

Udara di pedesaan yang banyak pepohonan tentu lebih bersih dibandingkan dengan udara di kawasan perkotaan atau industri.

Ruang terbuka hijau sangat berperan penting dalam menjaga keseimbangan kualitas udara di pagi hari.

2. Manfaat Menghirup Udara Pagi

Meski tidak sepenuhnya bebas dari polusi, udara pagi tetap memberikan manfaat bagi kesehatan fisik dan mental.

Menghirup udara segar di pagi hari dapat meningkatkan kadar oksigen dalam darah, menambah energi, membantu konsentrasi, dan memperbaiki suasana hati.

3. Waspadai Paparan Polutan Tersembunyi

Udara pagi di wilayah perkotaan bisa tetap mengandung debu, serbuk sari, atau zat kimia yang berbahaya jika kadar polusi lingkungan tinggi. Karena itu, penting untuk mengetahui indeks kualitas udara (AQI) sebelum beraktivitas di luar ruangan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yusuf
R