Begini Cara Tubuh Memperbaiki Sel yang Rusak secara Alami

AKURAT.CO Pernah merasa tubuh bisa pulih sendiri setelah terluka atau kelelahan? Hal itu terjadi karena tubuh memiliki kemampuan luar biasa untuk memperbaiki sel yang rusak.
Setiap hari, miliaran sel dalam tubuh mengalami kerusakan akibat stres, pola makan, paparan polusi atau penuaan.
Untungnya, tubuh punya sistem alami yang bekerja tanpa henti untuk memperbaikinya.
Kemampuan regeneratif ini sangat penting agar organ tetap berfungsi normal dan kita bisa tetap sehat dari waktu ke waktu.
Lantas, bagaimana sebenarnya tubuh memperbaiki sel yang rusak secara alami? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.
Tubuh Langsung Bereaksi Saat Ada Sel yang Rusak
Begitu sel mengalami kerusakan, tubuh akan menyadarinya dan segera melakukan perbaikan. Sistem kekebalan tubuh memanggil sel imun seperti makrofag untuk membersihkan jaringan mati atau sel yang tidak lagi berfungsi.
Proses ini disebut pembersihan sel, dan menjadi langkah awal agar area yang rusak siap diperbaiki.
Jika sisa sel rusak tidak segera dibersihkan, proses penyembuhan bisa melambat dan bahkan memicu peradangan yang lebih parah.
Memperbaiki Struktur dan Fungsi Sel dari Dalam
Setelah area yang rusak dibersihkan, tubuh mulai memperbaiki sel yang masih bisa diselamatkan.
Salah satu yang paling penting adalah memperbaiki bagian luar sel atau membran.
Protein tertentu membantu menutup bagian sel yang rusak supaya tidak bocor dan tetap bisa menjalankan fungsinya.
Selain itu, tubuh juga memperbaiki DNA yang rusak di dalam inti sel. Enzim khusus bertugas memperbaiki potongan gen yang bermasalah agar tidak terjadi kesalahan fungsi.
Kalau kerusakannya terlalu parah, sel akan dihentikan melalui proses alami supaya tidak berubah menjadi sel abnormal.
Membentuk Jaringan Baru Melalui Regenerasi
Setelah proses perbaikan di tingkat sel selesai, tubuh melanjutkan ke tahap pembentukan jaringan baru. Di sinilah peran sel punca atau stem cell sangat penting.
Sel ini bisa berubah menjadi berbagai jenis sel baru yang dibutuhkan tubuh, misalnya untuk kulit, otot atau organ dalam.
Contohnya, ketika kulit terluka, tubuh segera membentuk jaringan baru di sekitar luka.
Dalam beberapa hari, sel-sel kulit baru akan tumbuh menutup luka hingga pulih sepenuhnya.
Faktor yang Menentukan Cepat atau Lambatnya Perbaikan Sel
Tidak semua orang memiliki kemampuan regenerasi yang sama. Ada beberapa faktor yang memengaruhi cepat atau lambatnya proses perbaikan, seperti:
1. Usia: Semakin tua, kemampuan tubuh memperbaiki sel menurun karena jumlah sel punca berkurang.
2. Asupan gizi: Nutrisi seperti vitamin C, E, zinc, dan protein membantu mempercepat penyembuhan jaringan.
3. Tidur cukup: Saat tidur, tubuh memproduksi hormon pertumbuhan yang mempercepat perbaikan sel.
4. Aktivitas fisik: Olahraga ringan membantu memperlancar sirkulasi darah dan pengiriman oksigen ke jaringan tubuh.
5. Kebiasaan sehat: Menghindari rokok, alkohol, serta stres berlebihan menjaga sistem tubuh tetap seimbang.
Menjaga Kemampuan Tubuh untuk Memperbaiki Diri
Tubuh manusia sebenarnya punya sistem pemulihan yang sangat canggih. Namun, kemampuan itu bisa menurun jika gaya hidup tidak sehat.
Untuk menjaga proses perbaikan sel tetap optimal, penting untuk makan bergizi seimbang, cukup tidur, berolahraga, dan menjaga kebersihan tubuh.
Dengan gaya hidup yang baik, tubuh akan memiliki energi dan daya tahan yang cukup untuk memperbaiki sel-sel yang rusak sehingga kita tetap sehat dan bugar setiap hari.
Laporan: Nadira Maia Arziki/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









