Akurat

Waspada! Gula Darah Tinggi Tak Hanya Ancam Penderita Diabetes, Ini Dampaknya bagi Tubuh

Herry Supriyatna | 26 Oktober 2025, 23:04 WIB
Waspada! Gula Darah Tinggi Tak Hanya Ancam Penderita Diabetes, Ini Dampaknya bagi Tubuh

AKURAT.CO Kadar gula darah berperan penting dalam menjaga tubuh tetap bertenaga dan berfungsi optimal.

Namun ketika kadarnya melampaui batas normal, efeknya bisa berantai, dari rasa lemas hingga kerusakan organ vital.

Masalahnya, banyak orang tak sadar bahwa lonjakan gula darah dapat terjadi bahkan pada mereka yang tidak menderita diabetes, terutama bila gaya hidupnya tidak seimbang.

Lantas, apa penyebab gula darah meningkat dan bagaimana cara mengendalikannya sebelum menimbulkan komplikasi serius?

Mengapa Gula Darah Bisa Meningkat

Kondisi kadar gula darah tinggi atau hiperglikemia muncul ketika tubuh tidak memproduksi cukup insulin, atau tidak bisa menggunakannya secara efektif.

Akibatnya, glukosa menumpuk di aliran darah dan gagal diubah menjadi energi bagi sel tubuh.

Beberapa penyebab umum yang sering luput disadari antara lain:

  • Pola makan tinggi karbohidrat dan gula. Makanan manis dan karbohidrat sederhana membuat glukosa melonjak cepat.

  • Kurang aktivitas fisik. Tubuh yang jarang bergerak tidak memanfaatkan glukosa, sehingga gula menumpuk dalam darah.

  • Stres dan kelelahan. Saat stres, hormon kortisol dan adrenalin meningkat, yang dapat memicu kenaikan gula darah.

  • Kurang tidur. Waktu tidur yang pendek menurunkan sensitivitas insulin dan membuat gula darah lebih sulit dikendalikan.

  • Efek obat atau penyakit tertentu. Steroid, infeksi, atau gangguan hormon dapat menjadi pemicu tambahan.

Gejala dan Dampak Gula Darah Tinggi

Kadar gula yang terus meningkat bisa menyebabkan gejala ringan hingga komplikasi berat. Beberapa tanda yang patut diwaspadai antara lain:

Baca Juga: Yogyakarta, Banyuwangi, atau Madiun? Berikut Panduan Cerdas Menemukan Rumah Ideal untuk Masa Pensiun

  • Sering haus dan buang air kecil. Ginjal bekerja keras mengeluarkan kelebihan glukosa, sehingga tubuh kehilangan banyak cairan.

  • Cepat lelah dan sulit fokus. Glukosa tidak terserap sel, membuat energi tubuh menurun drastis.

  • Pandangan kabur. Kelebihan glukosa menarik cairan dari jaringan mata, menyebabkan penglihatan buram.

  • Kerusakan pembuluh darah dan saraf. Dalam jangka panjang, hiperglikemia dapat memicu penyakit jantung, gangguan ginjal, dan neuropati.

  • Komplikasi akut. Pada kondisi ekstrem, kadar gula tinggi bisa menyebabkan diabetic ketoacidosis (DKA) atau hyperosmolar hyperglycemic state (HHS), yang mengancam jiwa.

Cara Efektif Menjaga Gula Darah Tetap Stabil

Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Berikut langkah-langkah sederhana yang bisa membantu menjaga kadar gula darah tetap terkendali:

  1. Perbaiki pola makan. Pilih makanan tinggi serat seperti sayur, biji-bijian utuh, dan protein tanpa lemak.

  2. Batasi konsumsi gula tambahan. Hindari minuman manis dan camilan olahan berlebih.

  3. Rutin bergerak. Lakukan aktivitas fisik minimal 30 menit setiap hari, seperti berjalan kaki atau bersepeda.

  4. Kelola stres. Coba meditasi, yoga, atau sekadar istirahat sejenak dari rutinitas padat.

  5. Tidur cukup. Tidur 7–8 jam per malam membantu menjaga keseimbangan hormon insulin.

  6. Pantau kadar gula darah. Lakukan pemeriksaan rutin sesuai anjuran dokter untuk memantau tren dan perubahan.

Gula darah tinggi bukan sekadar urusan penderita diabetes. Siapa pun bisa mengalaminya jika abai terhadap pola hidup sehat.

Dengan mengatur pola makan, rajin berolahraga, dan menjaga keseimbangan stres, kamu bisa melindungi tubuh dari dampak jangka panjang hiperglikemia dan tetap bugar hingga usia lanjut.

Baca Juga: Momogi Jadi Simbol: Camilan Kecil yang Ungkap Inflasi Bayangan di Sekitar Kita

Laporan: Nadira Maia Arziki/magang

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.