AKURAT.CO Sebagian besar kasus hipertensi berkaitan erat dengan pola makan yang kurang sehat.
Konsumsi makanan tinggi garam, lemak jenuh, dan kolesterol menjadi faktor utama yang dapat memicu peningkatan tekanan darah.
Oleh karena itu, pengaturan pola makan yang seimbang menjadi langkah penting dalam mencegah maupun mengendalikan hipertensi.
Jika tidak ditangani dengan baik, tekanan darah tinggi dapat menimbulkan berbagai komplikasi serius, seperti kerusakan pada jantung, pembuluh darah, ginjal, bahkan gangguan fungsi otak yang berujung pada penurunan daya ingat dan kesulitan berkonsentrasi.
Menurut data dari World Health Organization (WHO) pada tahun 2015, terdapat sekitar 1,13 miliar orang di seluruh dunia yang menderita hipertensi. Angka ini menunjukkan bahwa 1 dari setiap 3 orang di dunia terdiagnosa mengalami tekanan darah tinggi.
Kondisi tersebut menjadikan hipertensi sebagai salah satu penyakit kronis yang paling banyak dialami masyarakat global.
WHO juga mencatat bahwa sebagian besar penderita hipertensi tinggal di negara berkembang, di mana kesadaran akan gaya hidup sehat dan akses terhadap layanan kesehatan masih terbatas.
Data tersebut memperlihatkan bahwa hipertensi bukan hanya persoalan individu, tetapi juga masalah kesehatan masyarakat yang perlu ditangani secara serius melalui edukasi, perubahan gaya hidup, serta kebiasaan makan yang lebih sehat untuk menekan risiko komplikasi di masa depan.
Baca Juga: Hipertensi Masih Menjadi Momok Memprihatinkan Masyarakat Dunia dan Indonesia
Makanan untuk Penderita Hipertensi
Menjaga pola makan merupakan langkah penting bagi penderita hipertensi untuk mengontrol tekanan darah.
Beberapa jenis makanan berikut dapat membantu menurunkan tekanan darah sekaligus menjaga kesehatan jantung:
1. Pisang
Buah pisang dikenal sebagai salah satu makanan penurun tekanan darah alami karena kandungan kalium yang tinggi.
Kalium membantu mengurangi kekakuan dinding pembuluh darah serta mempercepat proses pengeluaran natrium (garam) dari tubuh, sehingga tekanan darah lebih stabil.
2. Kacang Almond
Penderita hipertensi tetap bisa menikmati camilan sehat seperti kacang almond.
Kandungan serat dan arginine dalam almond mampu meningkatkan produksi nitrogen oksida yang membantu melebarkan pembuluh darah.
Selain almond, kacang pistachio, mede, dan kacang arab juga dapat memberikan manfaat serupa.
3. Buah Bit
Meskipun kurang populer di Indonesia, buah bit sangat efektif untuk menurunkan tekanan darah.
Kandungan nitrat alaminya akan diubah tubuh menjadi senyawa yang membantu melebarkan pembuluh darah, sehingga aliran darah lebih lancar dan tekanan darah menurun.
4. Ubi
Ubi mengandung kalium dan magnesium yang membantu menyeimbangkan kadar natrium dalam tubuh. Dua mineral ini berperan penting dalam menjaga kestabilan tekanan darah.
Pastikan ubi diolah dengan cara sehat, seperti direbus atau dikukus, agar manfaatnya maksimal.
5. Yoghurt
Yogurt merupakan sumber kalsium dan kalium yang baik untuk menjaga tekanan darah.
Pilihlah yoghurt rendah lemak dan tanpa pemanis tambahan agar hasilnya optimal. Kandungan nutrisinya juga mendukung kesehatan jantung dan pembuluh darah.
Baca Juga: Siapkah Kita Melaksanakan Pencegahan Hipertensi Yang Optimal Dan Tatalaksana Di Indonesia?
Makanan yang Sebaiknya Dihindari oleh Penderita Hipertensi
Beberapa jenis makanan berikut sebaiknya dibatasi atau dihindari karena dapat memicu peningkatan tekanan darah:
1. Makanan Asin
Garam merupakan salah satu faktor utama penyebab tekanan darah tinggi. Batasi konsumsi garam hingga maksimal 1.500 mg per hari (setara dengan 1 sendok teh) untuk menjaga tekanan darah tetap normal.
2. Makanan dan Minuman Berkafein
Kafein dapat meningkatkan tekanan darah sementara, terutama pada penderita hipertensi. Sebaiknya batasi konsumsi kopi, teh, atau minuman energi.
3. Makanan dan Minuman Beralkohol
Alkohol dalam jumlah berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah dan melemahkan otot jantung. Konsumsi berlebihan juga meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular lainnya.
4. Makanan Olahan
Produk olahan seperti makanan beku, kalengan, dan bumbu instan biasanya mengandung natrium tinggi. Sebaiknya kurangi konsumsi jenis makanan ini dan pilih makanan segar sebagai alternatif.
5. Makanan yang Digoreng dan Tinggi Lemak
Lemak jenuh dan trans yang terdapat pada makanan gorengan dapat memperburuk tekanan darah dan meningkatkan kadar kolesterol. Sebagai gantinya, pilih metode memasak yang lebih sehat seperti dikukus, direbus, atau dipanggang.
Nadia Nur Anggraini (Magang)