Kenapa Gigi Berlubang Terasa Sakit? Ini Penjelasan Lengkap yang Didukung Bukti Ilmiah

AKURAT.CO Pernah merasakan nyeri tajam saat minum air dingin atau ngilu berdenyut di malam hari karena gigi berlubang? Sensasi itu bukan sekadar rasa “tidak nyaman”—ada proses biologis kompleks di baliknya. Nyeri akibat karies gigi terjadi karena lapisan keras gigi rusak dan membuka akses ke jaringan sensitif di dalam gigi yang penuh dengan saraf.
Menurut Mayo Clinic, gigi berlubang (karies) terbentuk saat asam hasil metabolisme bakteri plak melarutkan mineral pada lapisan enamel, menciptakan lubang yang akhirnya menembus lapisan lebih dalam. Begitu dentin dan pulpa terpapar, sinyal nyeri mulai aktif dan terasa menusuk.
Anatomi Gigi: Mengapa Gigi Sehat Tidak Sakit
Untuk memahami kenapa gigi berlubang bisa menyebabkan rasa sakit hebat, kita perlu tahu dulu struktur gigi:
-
Enamel, lapisan paling luar, adalah jaringan paling keras dalam tubuh manusia. Ia melindungi bagian dalam gigi dari rangsangan luar dan tidak mengandung saraf.
-
Dentin, lapisan di bawah enamel, memiliki ribuan saluran mikroskopis (tubuli dentin) yang berisi cairan dan menjadi jalur langsung menuju ruang pulpa.
-
Pulpa, lapisan terdalam, adalah jaringan lunak berisi saraf sensorik dan pembuluh darah. Inilah pusat dari sensasi nyeri gigi.
Selama enamel masih utuh, saraf di pulpa tetap “terlindungi”. Tapi ketika enamel rusak akibat karies, dentin terbuka dan menjadi “jalan raya” bagi rangsangan suhu, tekanan, atau bahan kimia yang akhirnya memicu rasa sakit (Mayo Clinic).
Dari Plak ke Nyeri: Proses Terjadinya Rasa Sakit
Perjalanan dari plak hingga rasa sakit berdenyut di gigi terjadi dalam beberapa tahap yang saling berhubungan:
-
Pembentukan plak dan produksi asam.
Bakteri di rongga mulut memetabolisme gula dari makanan menjadi asam. Asam ini melarutkan mineral enamel secara perlahan, membentuk kavitasi kecil (PubMed Central / PMC). -
Enamel rusak, dentin terbuka.
Setelah enamel terkikis, dentin yang penuh tubuli menjadi terbuka. Setiap perubahan suhu, tekanan, atau paparan kimia dapat memicu gerakan cairan di dalam tubuli tersebut. -
Mekanisme hidrodinamik: awal mula nyeri tajam.
Teori hidrodinamik Brännström menjelaskan bahwa pergerakan cairan dalam tubuli dentin merangsang reseptor mekanik dan ujung saraf intradental, menyebabkan sensasi nyeri cepat dan tajam (PubMed). -
Paparan bakteri dan inflamasi pulpa (pulpitis).
Ketika bakteri dan toksinnya mencapai ruang pulpa, tubuh bereaksi dengan inflamasi. Karena ruang pulpa sangat sempit dan kaku, peningkatan tekanan akibat peradangan menekan saraf, memunculkan nyeri berdenyut yang sering terasa makin parah di malam hari (Medical News Today). -
Infeksi berat dan abses.
Bila tidak ditangani, infeksi bisa menyebar ke akar gigi dan membentuk abses (kantung nanah). Kondisi ini menyebabkan nyeri hebat, pembengkakan, dan bahkan risiko komplikasi sistemik seperti penyebaran ke jaringan leher atau sinus (Cleveland Clinic).
Jenis Nyeri dan Mekanisme Saraf di Baliknya
Rasa sakit akibat gigi berlubang bukan hanya satu jenis. Menurut kajian PMC, ada dua tipe utama serabut saraf yang terlibat:
-
Serabut A-delta (Aδ) — bermielin, menghantarkan sinyal nyeri dengan cepat. Nyeri yang ditimbulkan terasa tajam, singkat, dan mudah dilokalisasi, misalnya saat gigi terkena air dingin.
-
Serabut C — tidak bermielin, menghantarkan sinyal lebih lambat. Nyeri terasa tumpul, berdenyut, dan menyebar, sering muncul saat malam hari atau pada pulpitis berat.
Inflamasi juga memperburuk sensitivitas saraf. Mediator seperti prostaglandin dan bradykinin menurunkan ambang rangsang saraf, membuat stimulus ringan terasa sangat menyakitkan (PMC, 2024).
Bahaya Jika Gigi Berlubang Dibiarkan
Mengabaikan gigi berlubang bisa memicu masalah lebih serius daripada sekadar nyeri:
-
Abses periapikal atau periodontal. Terjadi ketika infeksi menyebar ke jaringan sekitar akar gigi, menyebabkan pembengkakan, nyeri hebat, dan demam.
-
Penyebaran infeksi ke organ lain. Dalam kasus jarang, infeksi gigi bisa menjalar ke leher, sinus, hingga menyebabkan komplikasi seperti brain abscess atau sepsis (Cleveland Clinic; PMC).
-
Penurunan kualitas hidup. Nyeri gigi kronis berdampak pada pola makan, tidur, dan konsentrasi, yang pada akhirnya memengaruhi produktivitas dan kesehatan mental.
Fakta dan Data Global: Karies Masih Jadi Masalah Dunia
Menurut data World Health Organization (WHO) dan laporan Global Burden of Disease, karies gigi yang tidak diobati merupakan penyakit non-menular paling umum di dunia, dialami oleh lebih dari 2,3 miliar orang dengan karies gigi permanen yang belum ditangani (WHO; PMC, 2024).
Meski teknologi kedokteran gigi berkembang pesat, tren global menunjukkan peningkatan jumlah kasus, terutama di negara berpenghasilan rendah dan komunitas dengan akses layanan terbatas.
Isu dan Perdebatan Terkini
Perawatan gigi berlubang tidak hanya soal tambal atau cabut. Ada beberapa isu penting yang masih terus dibahas di dunia kedokteran gigi:
-
Kesenjangan akses layanan. Fluoride terbukti efektif mencegah karies, tapi ketimpangan ekonomi membuat masyarakat di banyak negara masih kesulitan mendapatkan perawatan dasar (WHO).
-
Penggunaan antibiotik. Pedoman American Dental Association (ADA) menegaskan antibiotik tidak diperlukan untuk nyeri pulpa tanpa tanda infeksi sistemik. Perawatan definitif seperti tambal atau root canal lebih dianjurkan — bagian dari gerakan antibiotic stewardship.
-
Penggunaan opioid. Panduan CDC menunjukkan bahwa NSAID (seperti ibuprofen) dan parasetamol sering lebih efektif dibanding opioid dalam mengatasi nyeri gigi akut, sehingga penggunaan opioid kini dibatasi (CDC, 2024).
Penanganan dan Rekomendasi
Jika nyeri akibat gigi berlubang muncul, perawatan terbaik tetap dilakukan oleh dokter gigi. Beberapa tindakan yang umum dilakukan antara lain:
-
Tambal gigi (filling) untuk menutup kavitasi kecil.
-
Perawatan saluran akar (root canal) bila infeksi sudah mencapai pulpa.
-
Ekstraksi jika gigi sudah tidak bisa diselamatkan.
-
Drainase abses bila terjadi pembengkakan bernanah.
Untuk meredakan nyeri sementara, kombinasi ibuprofen dan acetaminophen terbukti efektif, sesuai rekomendasi ADA. Namun, penggunaan obat ini hanya bersifat sementara dan tidak menggantikan perawatan profesional. Menunda pengobatan justru bisa memperburuk kondisi.
Kesimpulan: Gigi Berlubang Bukan Sekadar Masalah Kecil
Rasa sakit dari gigi berlubang muncul karena kombinasi dua hal utama: paparan dentin yang memicu mekanisme hidrodinamik dan peradangan pulpa yang menekan saraf di dalam gigi. Bila dibiarkan, kondisi ini bisa berujung pada abses dan komplikasi serius.
Pencegahan tetap kunci utama — rutin menyikat gigi dengan pasta berfluoride, membatasi konsumsi gula, serta melakukan pemeriksaan gigi secara berkala.
Kalau kamu mulai merasakan nyeri gigi, jangan tunda periksa. Karena semakin cepat ditangani, semakin besar peluang gigi kamu bisa diselamatkan.
Baca Juga: 9 Cara Menghilangkan Sakit Gigi dengan Bahan Alami yang Mudah Ditemukan di Rumah
Baca Juga: Cara Memutihkan Gigi dalam 7 Hari Secara Alami dan Aman
FAQ
1. Kenapa gigi berlubang bisa terasa sangat sakit?
Karena lapisan keras gigi (enamel) rusak dan membuka akses ke lapisan dentin serta pulpa yang berisi saraf dan pembuluh darah. Ketika dentin terpapar, cairan di dalam saluran mikroskopisnya (tubuli dentin) bergerak dan menstimulasi saraf. Selain itu, infeksi bakteri menyebabkan peradangan pada pulpa yang meningkatkan tekanan dan memicu nyeri berdenyut.
2. Apa penyebab utama gigi berlubang?
Gigi berlubang disebabkan oleh bakteri dalam plak yang mengubah gula dan karbohidrat menjadi asam. Asam ini melarutkan mineral pada enamel, membentuk lubang kecil yang makin membesar jika tidak dibersihkan atau diobati.
3. Mengapa rasa sakit sering muncul saat malam hari?
Pada malam hari, aliran darah ke kepala dan rahang meningkat saat posisi tubuh berbaring. Tekanan tambahan di area pulpa membuat nyeri terasa lebih kuat. Selain itu, tidak ada distraksi aktivitas lain sehingga sensasi nyeri lebih terasa intens.
4. Apa bedanya nyeri tajam dan nyeri berdenyut pada gigi?
Nyeri tajam biasanya disebabkan oleh stimulasi langsung pada serabut saraf A-delta—misalnya saat minum air dingin. Sementara nyeri berdenyut berasal dari aktivasi serabut C, yang lebih lambat dan berhubungan dengan inflamasi pulpa (pulpitis).
5. Apakah gigi berlubang bisa sembuh sendiri tanpa ditambal?
Tidak. Begitu enamel rusak dan membentuk lubang, jaringan tersebut tidak bisa memperbaiki diri. Satu-satunya cara untuk menghentikan kerusakan dan menghilangkan nyeri adalah dengan perawatan profesional, seperti tambal atau perawatan saluran akar.
6. Apa yang terjadi jika gigi berlubang tidak segera diobati?
Infeksi bisa menyebar ke akar gigi, membentuk abses, menyebabkan pembengkakan, dan bahkan menjalar ke jaringan wajah, leher, atau sinus. Dalam kasus langka, infeksi berat dapat memicu komplikasi sistemik seperti sepsis atau abses otak.
7. Bagaimana cara meredakan nyeri gigi berlubang sementara di rumah?
Kamu bisa mengonsumsi ibuprofen atau parasetamol sesuai dosis yang dianjurkan untuk meredakan nyeri. Hindari makanan atau minuman terlalu panas/dingin, serta jaga kebersihan mulut. Namun, ini hanya solusi sementara—perawatan ke dokter gigi tetap wajib.
8. Kapan antibiotik diperlukan untuk gigi berlubang?
Menurut American Dental Association (ADA), antibiotik hanya dibutuhkan jika ada tanda infeksi menyebar, seperti demam, pembengkakan hebat, atau abses. Untuk nyeri tanpa infeksi sistemik, perawatan langsung seperti tambal atau root canal jauh lebih efektif.
9. Obat apa yang paling ampuh untuk nyeri gigi berlubang?
Studi terbaru menunjukkan kombinasi NSAID (misalnya ibuprofen) dan acetaminophen (parasetamol) lebih efektif dibanding opioid untuk nyeri gigi akut. Penggunaan obat harus sesuai dosis dan tidak boleh menggantikan perawatan dokter gigi.
10. Bagaimana cara mencegah gigi berlubang agar tidak sakit lagi?
Rutin menyikat gigi dua kali sehari dengan pasta gigi berfluoride, membatasi konsumsi gula, menggunakan benang gigi, dan kontrol ke dokter gigi setiap enam bulan. Pencegahan dini jauh lebih mudah dan murah daripada menunggu sampai sakit.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









